KUALA LUMPUR, Khazminang.id — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional 17 mahasiswa Universitas Bung Hatta, Padang, di Malaysia segera berakhir. Setelah menjalani berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, pembelajaran usaha, keagamaan dan kebudayaan sejak awal Agustus 2026, program tersebut dijadwalkan memasuki tahap akhir pada 1 September 2026.
Salah satu tempat yang menampung mahasiswa KKN Universitas Bung Hatta adalah Nur Nirwana Legacy di Gombak, Kuala Lumpur. Perusahaan yang dipimpin pengusaha Minang, Irwan Arifin Thamrin, tersebut menerima tujuh mahasiswa, sekaligus menyediakan tempat pemondokan selama menjalani kegiatan di Malaysia. Untuk pemondokan, Irwan dibantu oleh Ketua Minang Saiyo, Malaysia, Mayjuni Jambak yang menyediakan tempat tinggal bagi mahasiswa KKN ini.
Nur Nirwana Legacy merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi dan pemasaran tudung atau kerudung, songkok, kopiah dan peci nasional. Usaha tersebut dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang dan memiliki jaringan pemasok serta pemasaran di sejumlah kawasan di Malaysia.
Irwan Arifin Thamrin didampingi istrinya Yusnizah Binti Nordin mengatakan, keberadaan mahasiswa Universitas Bung Hatta tidak hanya sebatas menjalankan program KKN. Selama berada di perusahaan, para mahasiswa juga dilibatkan langsung dalam kegiatan usaha, mulai dari proses produksi, pemasaran hingga pembukuan perusahaan.
“Alhamdulillah, selama ber-KKN mahasiswa kita dari Ranah Minang ini ikut berproduksi, menangani pemasaran dan pembukuan perusahaan. Saya cukup terbantu oleh mereka,” kata Irwan melalui pesan singkat kepada Khazminang.id, Sabtu (29/8).
Irwan merupakan putra mantan wartawan Harian Singgalang, Marzie Thamrin. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan perusahaan diharapkan memberi pengalaman praktis mengenai dunia usaha yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan di kampus.
Selama berada di bawah pendampingan Nur Nirwana Legacy, para mahasiswa juga diperkenalkan dengan jaringan usaha tekstil dan perdagangan di Malaysia. Mereka antara lain mengunjungi SWAT TEX SDN BHD di Sungai Besi yang merupakan salah satu pemasok kain, Fauziah Rahmat Trading di kawasan Masjid India, pemasok benang di Kompleks Wilayah, serta usaha ekspedisi di Segambut.
Selain mendapatkan pengalaman di bidang usaha, mahasiswa juga mengikuti sesi knowledge sharing bersama tim pemasaran Nur Nirwana. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai strategi pemasaran, pengembangan produk, pelayanan konsumen dan bagaimana membangun jaringan usaha di tengah persaingan pasar Malaysia.
Program KKN internasional itu tidak hanya berorientasi pada kewirausahaan. Para mahasiswa juga mengikuti sejumlah kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan bersama masyarakat Indonesia, khususnya warga Minang yang bermukim di Kuala Lumpur dan sekitarnya.
Mereka mengikuti kelas Al Quran bersama Umi, kegiatan Quran dan Wanita, Tadabbur Al Quran di PWTC, serta sejumlah kegiatan keagamaan di Gombak dan Selayang. Mahasiswa juga mengikuti pembacaan Yasin dan jamuan bersama masyarakat di Surau Haji Salim, Kampung Tengah, Gombak.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat Minang di Malaysia juga cukup menonjol. Bersama Persatuan Minang Saiyo Malaysia, mahasiswa bergotong royong membersihkan dan menyiapkan dewan, membantu memasak untuk makan bersama serta melakukan dekorasi tempat kegiatan.
Dalam sejumlah kegiatan, mahasiswa Universitas Bung Hatta turut memperkenalkan kebudayaan Minangkabau melalui pertunjukan tari dan silek. Penampilan tersebut mendapat sambutan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni budaya Minangkabau kepada masyarakat di Malaysia.
Pertunjukan budaya antara lain dilaksanakan dalam kegiatan Persatuan Minang Saiyo, kegiatan masyarakat Minang Gombak serta sejumlah alek warga Minang di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Para mahasiswa juga menerima sertifikat penghargaan dari Persatuan Minang Saiyo Malaysia atas keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan organisasi tersebut.
Mahasiswa juga mengikuti kegiatan bersama komunitas Minang Gombak dan menghadiri kenduri alek di dewan PMMGB Gombak, dengan menampilkan tari dan silek. Selain menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan antara generasi muda dari Sumatera Barat dengan diaspora Minang di Malaysia.
Dalam rangkaian KKN tersebut, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan melakukan kunjungan edukatif ke sejumlah lokasi. Di antaranya Karang Kraf/Karya Bestari di Shah Alam dan Denai Alam Riding Club (DARC) di Shah Alam.
Untuk menambah wawasan tentang Malaysia, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke Cameron Highlands, kawasan perkebunan teh dan stroberi, Genting Highlands, Istana Negara, kawasan Masjid India serta sejumlah pusat kegiatan masyarakat di Kuala Lumpur.
Pada Minggu (30/8), seluruh 17 mahasiswa dijadwalkan mengikuti Malaysia Quran Hour di Masjid PNB 118. Setelah itu, mereka kembali mengikuti kegiatan masyarakat berupa alek dan pertunjukan seni budaya di Dewan Ampang dengan menampilkan tarian dan silek Minangkabau.
Sehari kemudian, Senin (31/8), mahasiswa akan ikut menyaksikan dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Malaysia di kawasan Putrajaya. Kehadiran dalam perayaan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan sosial dan kebangsaan masyarakat Malaysia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan keikutsertaan mahasiswa pada peringatan Maulidur Rasul bersama Persatuan Selayang, Selasa (1/9) malam. Kegiatan itu sekaligus menjadi salah satu agenda terakhir sebelum program KKN internasional Universitas Bung Hatta di Malaysia berakhir.
Menjelang berakhirnya KKN tersebut, Nur Nirwana Legacy, Sabtu (29/8), juga mendapat kunjungan istimewa dari Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika. Kehadiran Rektor Universitas Bung Hatta menjadi bagian dari pemantauan sekaligus silaturahmi dengan pihak yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan KKN di Malaysia.
Kunjungan tersebut menjadi penting karena tujuh dari 17 mahasiswa Universitas Bung Hatta selama berada di Malaysia tidak hanya mendapat tempat tinggal dari Nur Nirwana Legacy, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar secara langsung mengenai produksi, manajemen, pemasaran dan administrasi sebuah usaha yang sedang berkembang.
Bagi Nur Nirwana Legacy, keberadaan mahasiswa dari Padang juga memberikan manfaat tersendiri. Kolaborasi antara dunia kampus, dunia usaha dan masyarakat perantauan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih luas antara Universitas Bung Hatta dengan pelaku usaha dan masyarakat Minang di Malaysia (sa)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






