Oleh: Riri Satria *)
Kejahatan siber bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang usia, pendidikan, pekerjaan, maupun status sosial. Bentuknya beragam, mulai dari penipuan melalui WhatsApp, phishing, pencurian identitas, pembobolan rekening, hingga pemerasan digital. Kita memang tidak bisa menghilangkan seluruh risiko, tetapi kita bisa memperkecil peluang menjadi korban dengan kebiasaan digital yang aman.
Berikut 10 tips praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda
Jangan menggunakan satu kata sandi untuk semua akun. Buat kata sandi yang panjang dan unik, terutama untuk email, perbankan, serta media sosial. Gunakan password manager agar lebih mudah mengelolanya.
2. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
Tambahkan lapisan keamanan selain kata sandi. Jika tersedia, gunakan passkey atau aplikasi autentikator. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau kode pemulihan kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.
3. Jangan sembarangan mengeklik tautan (link)
Waspadai pesan yang mendesak Anda mengklaim hadiah, membayar denda, memperbarui data, atau memverifikasi rekening. Periksa alamat situs dengan teliti. Lebih aman membuka situs atau aplikasi resmi secara langsung daripada melalui tautan dalam pesan.
4. Verifikasi sebelum percaya atau mentransfer uang
Jika ada teman, keluarga, atasan, atau pejabat meminta uang, kode rahasia, atau data penting melalui pesan, pastikan identitasnya melalui saluran komunikasi lain. Akun yang digunakan bisa saja telah diambil alih atau ditiru.
5. Batasi informasi pribadi di internet
Hindari mengunggah foto KTP, tiket perjalanan, alamat rumah, nomor telepon, dokumen pekerjaan, atau informasi yang dapat digunakan untuk menebak kata sandi dan pertanyaan keamanan. Atur privasi media sosial sesuai kebutuhan.
6. Perbarui sistem operasi dan aplikasi
Instal pembaruan keamanan pada ponsel, komputer, browser, dan aplikasi. Pembaruan menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan penjahat siber. Hindari aplikasi bajakan atau aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
7. Berhati-hati menggunakan Wi-Fi publik
Jangan sembarangan mengakses layanan perbankan atau memasukkan informasi sensitif melalui jaringan yang tidak tepercaya. Utamakan jaringan seluler pribadi, matikan koneksi otomatis ke Wi-Fi yang tidak dikenal, dan jangan mengabaikan peringatan keamanan browser.
8. Amankan rekening dan transaksi digital
Aktifkan notifikasi transaksi, gunakan PIN perangkat yang kuat, serta tetapkan batas transaksi sesuai kebutuhan. Periksa nama penerima dan nominal sebelum mengonfirmasi pembayaran. Jangan pernah mengizinkan orang lain mengakses aplikasi perbankan dari jarak jauh.
9. Lakukan backup data secara berkala
Simpan salinan dokumen dan data penting di media atau layanan backup yang aman. Pisahkan backup dari perangkat utama agar tetap tersedia jika perangkat terkena ransomware, hilang, atau rusak. Uji pemulihan data sesekali.
10. Bertindak cepat jika menemukan sesuatu yang mencurigakan
Jangan panik dan jangan menuruti ancaman pelaku. Hentikan komunikasi, simpan bukti, ganti kata sandi dari perangkat yang aman, putuskan akses atau sesi yang mencurigakan, dan hubungi bank atau penyedia layanan terkait. Jika sudah terjadi penipuan, segera laporkan melalui kanal resmi yang berwenang.
Prinsip utama: berhenti sejenak sebelum bertindak
Ingat 3 hal sederhana berikut:
1. Jangan mudah percaya. Identitas, foto, suara, dan video seseorang dapat dipalsukan menggunakan teknologi AI.
2. Jangan terburu-buru. Penipu sering menciptakan rasa takut, panik, atau euforia agar kita mengambil keputusan tanpa berpikir.
3. Jangan sembarangan berbagi. Kata sandi, OTP, PIN, dan data pribadi adalah kunci akses yang harus dijaga.
Kita juga perlu memahami bahwa keamanan siber bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan persoalan perilaku manusia. Sistem keamanan secanggih apa pun dapat menjadi tidak berarti jika penggunanya mudah tertipu, lengah, atau mengabaikan prosedur.
Pertahanan siber yang paling mendasar dimulai dari diri kita sendiri: berpikir kritis, memeriksa sebelum percaya, dan bertindak hati-hati sebelum mengeklik, membagikan informasi, atau mengirimkan uang.
Dalam keamanan siber, ada beberapa ungkapan yang bisa digunakan:
– Be aware — sadar dan memahami adanya risiko.
– Stay alert — tetap waspada terhadap ancaman.
– Be vigilant — senantiasa berjaga-jaga dan cermat.
– Think before you click — berpikirlah sebelum mengeklik.
– Stop, think, verify — berhenti, berpikir, dan verifikasi.
WASPADA, PERIKSA, VERIFIKASI. (***)
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI), pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital (PSD).
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






