Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Gandeng Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Kwarcab XIII Bukittinggi Cetak Generasi Pramuka Melek Teknologi Radio Amatir

×

Gandeng Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Kwarcab XIII Bukittinggi Cetak Generasi Pramuka Melek Teknologi Radio Amatir

Sebarkan artikel ini
Anggota Pramuka Kwarcab XIII Kota Bukittinggi foto bersama Ketua dan pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK
Singkatnya Gini...
  • Puluhan anggota Pramuka Bukittinggi tetap antusias berpartisipasi dalam ajang internasional JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 tahun 2026 melalui kerja sama Kwarcab XIII dengan Orlok Bukittinggi Agam di tengah kabut asap tebal.
  • Dampak cuaca buruk dan kabut asap memaksa panitia mengalihkan lokasi kegiatan dari Bumi Perkemahan ke dalam ruangan serta membatasi jumlah peserta demi menjaga kesehatan.
  • Kegiatan ini difokuskan pada pembekalan teknis komunikasi radio, teknologi satelit, hingga praktik pencarian sinyal guna mempersiapkan anggota Pramuka sebagai agen komunikasi darurat bencana.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Kabut asap yang menyelimuti Kota Bukittinggi tidak menyurutkan semangat puluhan anggota Pramuka untuk berpartisipasi dalam ajang internasional Jamboree On The Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree On The Internet (JOTI) ke-47 tahun 2026. Dengan protokol kesehatan ketat dan kewajiban mengenakan masker, para peserta tetap antusias menghubungkan kota wisata ini dengan jaringan kepanduan global.

Kegiatan rutin berskala dunia ini diselenggarakan serentak dari tanggal 16 hingga 18 Oktober 2026 oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM). Untuk tingkat lokal, Kwartir Cabang (Kwarcab) XIII Gerakan Pramuka Kota Bukittinggi menggandeng Organisasi Amatir Radio Indonesia Lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sekretaris Kwarcab XIII Gerakan Pramuka Kota Bukittinggi, Ilham Tanjung, menjelaskan bahwa JOTA-JOTI merupakan wadah edukasi global yang sangat berharga bagi generasi muda. WOSM sendiri, sebagai organisasi non-Pemerintah, nirlaba, dan non-partisan yang berpusat di Jenewa, Swiss, terus konsisten mendidik jutaan anak muda di seluruh dunia berdasarkan nilai-nilai Janji dan Hukum Pramuka agar menjadi warga negara yang aktif serta mandiri.

Baca Juga:  Gerai Samsat Hadir di Basko City Mall, Syefdinon: Urus Pajak Kendaraan Jadi Lebih Mudah

“Melalui fasilitas dari Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, adik-adik Pramuka dapat berkomunikasi secara luas. Untuk JOTA, mereka menggunakan perangkat gelombang radio guna menyapa sesama anggota Pramuka di seluruh wilayah NKRI hingga dunia. Sementara untuk JOTI, komunikasi dilakukan secara digital memanfaatkan jaringan internet,” ujar Ilham Tanjung saat mendampingi peserta di Sekretariat Orlok Bukittinggi Agam, Sabtu (17/10/2026).

Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi-YB5AJO saat memberikan arahan

Relokasi Akibat Cuaca buruk

Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi-YB5AJO, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca buruk memaksa panitia mengubah rencana awal pelaksanaan. Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka terpaksa dialihkan ke dalam ruangan demi menjaga kesehatan peserta dari paparan kabut asap.

“Karena keterbatasan ruang di sekretariat, kami terpaksa membatasi jumlah peserta demi kenyamanan bersama. Alhamdulillah, pada hari kedua ini tercatat sebanyak 40 anggota Pramuka bergabung. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga ke depannya akan kami integrasikan dengan program tanggap bencana,” kata Syahrul.

Terkait kendala teknis administrasi Izin Amatir Radio (IAR) Khusus untuk frekuensi JOTA yang belum diterbitkan oleh tingkat Pusat akibat adanya gangguan sistem, Syahrul menegaskan pelaksanaan tetap berjalan legal. Pihaknya memegang surat resmi terakhir dari pusat yang memberikan dispensasi bagi lokal atau Kwarcab yang sudah mengajukan izin untuk tetap melanjutkan kegiatan.

Baca Juga:  Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik, Sejumlah Daerah Masih Terdampak Polusi Karhutla

“Kami selalu bergerak berdasarkan SOP yang ketat dan mengacu pada ketentuan undang-undang serta peraturan yang berlaku. Kami tidak mempergunakan frekuensi seenaknya. Itikad baik dan prosedur administrasi sudah kami tempuh jauh-jauh hari,” tambahnya.

Kepala Bidang Operasi Teknik Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Suhardedi-YB5DDE menjelaskan tentang SSTV kepada adik-adik Pramuka

Dipersiapkan untuk Komunikasi Darurat Bencana

Selain menjadi sarana silaturahmi global, JOTA-JOTI kali ini juga difokuskan untuk pembekalan keterampilan teknis. Penanggung Jawab JOTA sekaligus Kepala Bidang Operasi Teknik Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Suhardedi-YB5DDE, memaparkan bahwa para peserta dibekali pengetahuan mengenai cara berkomunikasi radio yang baik dan benar, baik dalam situasi normal maupun darurat bencana.

“Ilmu ini sangat krusial agar ke depannya mereka bisa membantu menjadi agen komunikasi darurat di lapangan sesuai dengan standard operating procedure yang berlaku,” jelas Suhardedi.

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Selama kegiatan, mereka tidak hanya mencoba perangkat radio VHF dan HF biasa, melainkan juga mengeksplorasi teknologi satelit serta teknologi Slow Scan Television (SSTV) atau televisi pemindaian lambat. Tak kalah seru, para peserta juga diajak melakukan praktik pencarian sinyal (fox hunting) di sekitar kawasan pedestrian taman Jam Gadang.

Baca Juga:  Waspada Penipuan, KUR BRI Tidak Pernah Ditawarkan Secara Online
Dian anggota Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK mendampingi adik-adik Pramuka

Melihat besarnya minat para anggota Pramuka yang meminta pelatihan lanjutan yang lebih mendalam, pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK berkomitmen untuk memfasilitasi program pembinaan khusus radio komunikasi dalam beberapa minggu ke depan, pungkas Suhardedi-YB5DDE. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.