Simpang Empat, Khazminang.id– Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Pasaman Barat turut berpartisipasi dalam Gerakan Penanaman Serentak untuk mendukung pemulihan hutan dan lahan kritis di Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman pohon di 11 lokasi di Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat.
Gerakan tersebut dilaksanakan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dengan dukungan teknis dari Unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Penanaman pohon memiliki peran penting dalam memulihkan tutupan vegetasi, menjaga fungsi ekologis lahan, dan membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Upaya rehabilitasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk mengurangi kerentanan lingkungan terhadap bencana hidrometeorologi serta mendukung mitigasi perubahan iklim.
Gerakan ini sejalan dengan arah kebijakan Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 atau FOLU Net Sink 2030, yakni upaya menekan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi, dan peningkatan penyerapan karbon.
Selain manfaat ekologis, penanaman tanaman produktif juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Jika disertai pemilihan jenis tanaman yang sesuai, perawatan berkelanjutan, dan pendampingan yang memadai, kegiatan penghijauan dapat mendukung penghidupan masyarakat sekaligus menjaga fungsi lingkungan.
Penanaman serentak tersebut dilaksanakan di 11 lokasi, meliputi Nagari Sundata Selatan di Kabupaten Pasaman, Nagari Sinuruik di Kabupaten Pasaman Barat, Nagari Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Nagari Koto Kaciak di Kabupaten Agam, Kelurahan Guo di Kota Padang, Nagari Padang Laweh Selatan di Kabupaten Sijunjung, Nagari Kinari di Kabupaten Solok, Nagari Kapau Alam Pauh Duo di Kabupaten Solok Selatan, Nagari Gunung Medan di Kabupaten Dharmasraya, Nagari Taluak Tigo Sakato di Kabupaten Pesisir Selatan, serta Desa Matobe di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Partisipasi Kantah Pasaman Barat dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara pemerintah, komunitas konservasi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan lahan serta menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem.
Melalui gerakan penanaman serentak ini, upaya pelestarian lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan pohon dan keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, manfaat ekologis dan sosial dari kegiatan tersebut dapat dirasakan dalam jangka panjang. (rel)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






