JAKARTA, Khazminang.id — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menggelar pertemuan rutin untuk membahas pemberdayaan masyarakat dan perluasan lapangan kerja. Ajakan itu disampaikan dalam pertemuan keduanya di Jakarta, Jumat (30/10).
Pengalaman panjang Tamsil dalam pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pijakan kolaborasi yang dibicarakan. Pembahasan mencakup pengembangan politeknik, pelatihan vokasi, pemagangan hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Kita perlu rutin bertemu supaya gagasan yang dibicarakan bisa kita tindak lanjuti. Kalau bisa dua minggu sekali. Jadi yang konkret-konkret saja pak. Ada banyak program di Kemenaker ini bisa kita kolaborasi, terutama percepatan pembangunan Politeknik agar lulusan kita bisa skillfull, ” ujar Yassierli.
Tamsil menyambut ajakan tersebut. Menurutnya, pengembangan keterampilan perlu terhubung dengan kebutuhan usaha serta potensi ekonomi di daerah. Dengan begitu, peserta pelatihan memiliki jalan yang lebih jelas untuk bekerja atau membangun usaha.
“Di daerah banyak orang punya kemauan untuk maju. Saya dorong banyak sekali. Di peternakan, di pertanian. Dengan mendorong program strategis Presiden di daerah itu menciptakan pemberdayaan. Ada juga yang perlu keterampilan, ada yang sudah bisa berusaha tetapi belum punya akses. Ini yang perlu kita sambungkan. Pelatihan harus membantu mereka mendapat pekerjaan atau mengembangkan usahanya,” kata Tamsil.
Keduanya turut membahas peluang menghubungkan pendidikan vokasi dengan pengolahan hasil pertanian dan peternakan berbasis teknologi. Pengembangan politeknik, termasuk kemungkinan akuisisi lembaga yang sudah ada, menjadi salah satu pilihan yang dibicarakan untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Perhatian juga diberikan pada pemberdayaan penyandang disabilitas. Pembahasan mencakup pembangunan pusat disabilitas di Bekasi serta peluang dukungan agar pelatihan membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian.
“Teman-teman penyandang disabilitas punya kemampuan yang bisa terus dikembangkan. Kita perlu memastikan mereka punya tempat belajar, kesempatan bekerja, dan dukungan untuk mandiri. Saya menyambut baik kalau ini bisa kita kerjakan bersama,” ujar Tamsil.
Pertemuan rutin diharapkan menjadi ruang untuk mematangkan rencana tersebut, mempertemukan pihak yang dapat terlibat, serta menentukan langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan program Kemenaker. (adv)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






