Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Mercy Monica Yolanda Berpulang, Hakim Muda yang Pergi di Tengah Perjalanan Pengabdian

×

Mercy Monica Yolanda Berpulang, Hakim Muda yang Pergi di Tengah Perjalanan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Ucapan belasungkawa atas meninggalnya Hakim PN Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn. (Foto: Tangkapan layar Instagram PN Koto Baru)

Padang, Khazminang.id– Kabar duka datang dari lingkungan peradilan. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Koto Baru, Kabupaten Solok, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan telah berpulang. Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PN Koto Baru pada Senin (2/11/2026) malam.

Kepergiannya menyisakan duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Di balik masa pengabdiannya sebagai hakim yang terbilang singkat, Mercy memiliki sejumlah catatan dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Salah satunya adalah inisiatif menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Persidangan Pidana bagi Penyandang Disabilitas ketika masih mengikuti Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Padang pada 2022.

Inisiatif tersebut pernah diberitakan Padang Ekspres pada 31 Oktober 2022 melalui tulisan berjudul Mercy Monica Yolanda, Inisiasi SOP Persidangan Pidana bagi Disabilitas.

SOP itu disusun untuk memberikan pedoman pelayanan persidangan bagi penyandang disabilitas. Proses penyusunannya dimulai pada 4 Oktober 2022, diparaf pimpinan pada 10 Oktober, dan mulai diterapkan di PN Padang pada 13 Oktober 2022.

Dalam pemberitaan tersebut, Mercy menjelaskan bahwa penyusunan SOP berangkat dari prinsip keadilan untuk semua. Ia melakukan studi literatur mengenai pola persidangan yang melibatkan penyandang disabilitas sebelum merumuskan prosedur yang dapat digunakan dalam pelayanan perkara pidana.

SOP tersebut memuat 16 aktivitas, mulai dari penetapan hari sidang hingga penyerahan berkas perkara yang telah diminutasi. Penerapannya juga memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Kantah Pasaman Barat Ikuti Seleksi KRS, 110 Pegawai BPN Sumbar Jalani Ujian Jabatan Pengawas

Inisiatif itu menjadi salah satu catatan dari kiprah Mercy pada masa awal pengabdiannya di lingkungan peradilan.

Menempuh Pendidikan Hukum hingga Magister Kenotariatan

Mercy Monica Yolanda lahir di Padang pada 12 November 1998. Ia merupakan alumni SMAN 3 Padang sebelum melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Pendidikan sarjananya diselesaikan pada 2020. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Kenotariatan di universitas yang sama dan menamatkannya pada 2023.

Ketertarikannya pada bidang hukum juga tercermin dalam karya ilmiah yang pernah ditulisnya. Pada 27 September 2023, namanya tercatat sebagai penulis artikel berjudul Keabsahan Akta Pengakuan Hutang yang Dibuat Notaris yang Memuat Dua Perbuatan Hukum (Analisis Putusan MA Nomor 2349 K/Pdt.G/2020).

Penelitian tersebut membahas persoalan keabsahan akta pengakuan utang yang memuat dua perbuatan hukum, termasuk kuasa menjual sebagai jaminan.

Selain pendidikan formal, biografi Mercy yang tercantum dalam buku Hukum Pidana dan dapat ditelusuri melalui Google Books juga memuat sejumlah informasi mengenai aktivitas profesional dan kepenulisannya.

Dalam biografi tersebut, Mercy tercatat pernah menjabat sebagai direktur PT Legal Konsul pada 2021. Ia juga disebut menulis buku berjudul Hikmah Covid-19 pada tahun yang sama.

Tercatat dalam Formasi Lulusan Terbaik Seleksi Mahkamah Agung

Mercy mulai memasuki lingkungan peradilan melalui jalur aparatur sipil negara. Namanya tercantum dalam dokumen hasil seleksi kompetensi dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) Mahkamah Agung pada November 2021. Dalam dokumen tersebut, Mercy tercatat pada formasi Analis Perkara Peradilan melalui jalur Lulusan Terbaik.

Baca Juga:  Kantah Pasaman Barat Perkuat Koordinasi soal Site Plan dan Pemecahan Bidang Tanah

Pada 2022, Mercy menjalani Latihan Dasar (Latsar) CPNS Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Padang. Pada masa tersebut, ia menggagas penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Persidangan Pidana bagi Penyandang Disabilitas.

Dalam tahapan pembentukan calon hakim, Mercy kemudian menjalani pendidikan dan penugasan sebagai Calon Hakim (Cakim) di Pengadilan Negeri Tangerang. Hal tersebut juga tercantum dalam unggahan belasungkawa resmi PN Tangerang yang menyebutnya sebagai bagian dari keluarga besar pengadilan tersebut.

Setelah melewati tahapan pembentukan calon hakim, Mercy melanjutkan pengabdiannya di lingkungan peradilan dengan bertugas di Pengadilan Negeri Koto Baru, Kabupaten Solok.

Dilantik Menjadi Hakim PN Koto Baru pada 2025

Mercy resmi dilantik sebagai hakim PN Koto Baru pada 19 Juni 2025. Ia termasuk dalam tujuh hakim yang menjalani pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pada kesempatan tersebut.

Berdasarkan profil resmi PN Koto Baru, Mercy tercatat sebagai Hakim Pratama dengan pangkat/golongan Hakim Pratama (III/b) dan pendidikan terakhir Magister Kenotariatan Universitas Andalas.

Penugasannya di PN Koto Baru menjadi babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Setelah menempuh pendidikan hukum, memiliki pengalaman di bidang konsultasi hukum, serta melewati tahapan pembentukan calon hakim, ia akhirnya mengemban tugas sebagai hakim di lingkungan peradilan Sumatera Barat.

Baca Juga:  Masjid Nurul Haq Rindang Alam Sembelih 9 Ekor Sapi

Duka dari Lingkungan Peradilan dan Almamater

Kabar kepergian Mercy juga mendapat perhatian dari sejumlah lingkungan peradilan. Ungkapan belasungkawa disampaikan oleh Pengadilan Tinggi Agama Padang dan Pengadilan Negeri Tangerang, tempat Mercy pernah menjalani tahapan sebagai calon hakim.

Mercy merupakan istri Muhammad Ilham Azizul Haq, S.H., yang bertugas sebagai hakim di Pengadilan Agama Sawahlunto. Informasi tersebut tercantum dalam unggahan belasungkawa resmi Pengadilan Tinggi Agama Padang.

Duka serupa disampaikan keluarga besar SMANTRI’36, komunitas alumni SMAN 3 Padang. Melalui sebuah unggahan belasungkawa, mereka menyebut Mercy sebagai sahabat sekaligus bagian dari keluarga besar alumni.

Mercy baru dilantik sebagai hakim PN Koto Baru pada Juni 2025. Masa pengabdiannya di pengadilan tersebut belum genap dua tahun ketika kabar duka tentang dirinya datang.

Sebelum bertugas di PN Koto Baru, Mercy pernah menggagas penyusunan SOP persidangan pidana bagi penyandang disabilitas saat menjalani tugas di PN Padang. Gagasan itu kemudian diterapkan sebagai pedoman pelayanan persidangan bagi penyandang disabilitas.

Kini, Mercy telah berpulang. Salah satu pekerjaan yang pernah ia gagas di awal pengabdiannya di lingkungan peradilan menjadi bagian dari rekam jejaknya sebagai hakim.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.