Simpang Empat, Khazminang.id – Di atas lahan seluas 1,5 hektare di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Nurlela dan suaminya, Jualisman, sedang merawat sebuah harapan. Harapan itu tumbuh bersama sekitar 1.500 batang tanaman pepaya yang kini memenuhi kebun mereka.
Bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin hanya deretan tanaman yang menunggu waktu untuk berbuah. Namun, bagi Nurlela, setiap batang pepaya memiliki arti lebih besar. Di sanalah ia dan sang suami menaruh impian untuk membangun usaha perkebunan, meningkatkan penghasilan keluarga, sekaligus menciptakan masa depan yang lebih baik.
Usaha itu memang belum lama dirintis. Belum genap satu tahun Nurlela dan Jualisman menekuni perkebunan pepaya. Namun, keduanya memilih untuk tidak menunggu sampai memiliki segala sesuatu yang sempurna untuk memulai. Dengan modal keberanian, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar, mereka perlahan membangun usaha dari lahan yang kini menjadi tumpuan harapan keluarga.
“Kami memulai usaha ini bermodal keberanian, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Alhamdulillah, hasilnya sudah dapat dinikmati,” terang Nurlela.
Mengelola kebun pepaya tentu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan sekali usaha. Setiap tanaman membutuhkan perhatian, mulai dari pemeliharaan hingga perawatan rutin agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas.
Di balik hijaunya kebun, ada waktu, tenaga, dan kesabaran yang harus terus dicurahkan. Belum lagi kebutuhan biaya operasional dan perawatan yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Nurlela dan Jualisman memahami bahwa mengembangkan perkebunan bukan hanya soal menanam dan menunggu panen. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar usaha yang mereka bangun tidak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang.
Di tengah perjalanan itulah, akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting. Harapan untuk mengembangkan kebun kemudian mendapat dukungan melalui fasilitas Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) dari BRI Cabang Simpang Empat. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan modal, terutama untuk menunjang perawatan dan pengembangan perkebunan pepaya yang mereka kelola.
“Untuk mengembangkan usaha ini, beruntung kami mendapat dukungan melalui fasilitas Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) dari BRI Cabang Simpang Empat,” terang Nurlela.
Bagi pelaku usaha kecil di sektor pertanian, dukungan pembiayaan dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha. Dengan ketersediaan modal yang lebih memadai, kebutuhan operasional dapat dikelola dengan lebih baik dan peluang untuk meningkatkan kapasitas usaha pun semakin terbuka.
Nurlela dan Jualisman kini memiliki harapan agar kebun yang mereka rawat dapat tumbuh semakin produktif. Mereka ingin 1.500 batang pepaya tersebut kelak memberikan hasil yang sepadan dengan kerja keras yang selama ini dicurahkan.
Membuka Peluang bagi Usaha Produktif di Pedesaan
Kisah Nurlela menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha produktif di sektor pertanian memiliki peluang untuk terus berkembang ketika didukung oleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Fachrizzu, mengatakan BRI terus berupaya menghadirkan layanan dan solusi keuangan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku usaha di bidang pertanian dan perkebunan.
Menurutnya, setiap usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh selama didukung oleh kemauan, pengelolaan yang baik, serta akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan.
“BRI percaya bahwa setiap usaha memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Melalui fasilitas KUPEDES, kami berharap dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktifnya. Kami ingin terus hadir mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga,” ujar Fachrizzu.
Ia menilai sektor pertanian dan perkebunan memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, kehadiran layanan perbankan yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Bagi BRI, dukungan terhadap pelaku usaha produktif seperti petani menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan masyarakat. Salah satunya melalui KUPEDES yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha di pedesaan.
Merawat 1.500 Batang, Menjaga Satu Harapan
Perjalanan Nurlela dan Jualisman tentu masih panjang. Kebun pepaya seluas 1,5 hektare yang mereka kelola belum menjadi akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.
Masih ada tanaman yang harus dirawat, proses pertumbuhan yang harus dijaga, serta hasil panen yang mereka nantikan. Namun, setiap langkah yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari upaya membangun usaha yang lebih kuat di masa mendatang.
Dari 1.500 batang pepaya itu, Nurlela dan Jualisman tidak hanya berharap memperoleh hasil panen. Mereka juga menyimpan impian tentang peningkatan pendapatan keluarga dan usaha perkebunan yang semakin berkembang.
“Membangun usaha memang tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya berawal dari keberanian menanam benih, kesediaan merawatnya setiap hari, dan keyakinan bahwa kerja keras akan membawa hasil,” kata Nurlela optimis.
Di Kinali, Pasaman Barat, harapan Nurlela kini tumbuh bersama ribuan batang pepaya. Dengan ketekunan dan dukungan pembiayaan KUPEDES BRI, ia dan suaminya terus melangkah, merawat usaha yang mereka bangun, sekaligus menjaga mimpi tentang masa depan yang lebih baik. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






