Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaHeadlineIptekSeni & Budaya

Pendidikan Seni UNP Tata Pertunjukan Inovatif Berbasis Ekonomi Kreatif dan Industri Hiburan di Nagari Bungo Tanjuang

×

Pendidikan Seni UNP Tata Pertunjukan Inovatif Berbasis Ekonomi Kreatif dan Industri Hiburan di Nagari Bungo Tanjuang

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Program Studi Magister Pendidikan Seni FBS Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar program pengabdian masyarakat di Nagari Bungo Tanjuang, Tanah Datar, guna meningkatkan kualitas serta daya saing pertunjukan tari tradisional.
  • Pelatihan ini menerapkan pendekatan inovatif Hybrid Choreographic Intervention (HCI) berbasis analisis gerak modern untuk menyempurnakan struktur koreografi dan penataan artistik panggung seniman lokal.
  • Program ini bertujuan mendorong pelestarian tari tradisional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri hiburan dan memiliki nilai tambah dalam sektor ekonomi kreatif.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

 

Padang, Khazminang.id—  Melalui Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Seni, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNP mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 31 Agustus yang lalu .

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pengadian ini laksanakan didasari masalah tantangan yang sering dihadapi dunia seni pertunjukan tari terutama bagi masyarakat pegiat kesenian tradisional seperti kurangnya struktur koreografi yang efektif serta lemahnya dalam penataan artistik pada tatanan pertunjukan sehingga berakiabt pertunjukan sering kali kurang dinamis dan kehilangan daya saing di tingkat industri hiburan dan festival.

Ketua tim pengabdian, Prof. Indrayuda, M. Pd., Ph. D., kepada Khazminang.id, Senin (14/9) mengatakan, melalui Program Pengabdian Integrasi Prodi dan Nagari ini pihaknya berharap keberadaan tari tradisional menjadi bagian penting dari konstruksi identitas budaya suatu masyarakat.

“Dengan kata lain, tari tradisional tidak sekadar dipahami sebagai rangkaian gerak yang memiliki pola tertentu, melainkan sebagai suatu sistem pengetahuan yang memuat simbol, norma, nilai, filosofi, serta relasi antara manusia dengan lingkungan sosial dan budayanya,” ujar Indrayuda.

Baca Juga:  Hari Pertama 2026 Tetap Melayani: Warga Jakarta Utara Urus Roya Meski di Hari Libur

Untuk menjawab permasalahan ini, program pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Intervensi pengetahuan Koreografi dan penataan pertunjukan berbasis Ekonomi kreatif dan Industri Hiburan, yang menggabungkan prinsip koreografi modern dengan analisis prinsip-prinsip industri hiburan dan orientasi ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas penyajian tari tradisi pada masyarakat Bungo Tanjuang”.

Pendekatan utama yang digunakan adalah Hybrid Choreographic Intervention (HCI), yaitu metode yang mengintegrasikan eksplorasi gerak tradisional dengan pendekatan Koreografi modern berbasis Motion Analysis & Entertainment Simulation (MADS). Teknik ini memungkinkan peserta memahami pola gerak, transisi, serta komposisi ruang secara lebih presisi.

Dengan alat bantu simulasi, koreografer lokal dapat mengevaluasi dan menyempurnakan Garapan dari aspek gerak, ruang dan konfigurasi sebelum diterapkan dalam pertunjukan.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (1) Identifikasi gerak khas tari tradisional Bungo Tanjuang menggunakan teknik motion tracking, (2) Pelatihan dan eksplorasi koreografi berbasis Industri Hiburan dan ekonomi kreatif, di mana peserta belajar mengolah ruang, ritme, serta transisi gerak melalui pendekatan koreografi entertainment dan praktik langsung, serta (3) Evaluasi berbasis augmented performance, yaitu uji coba pertunjukan dengan integrasi elemen visual dan dramaturgi untuk meningkatkan daya tarik estetika.

Baca Juga:  Wawako Bukittinggi Terima Audiensi DPD BKPRMI

Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas bentuk garapan dan tataan pertunjukan tari tradisional, baik dari segi estetika, komposisi, maupun daya saing dalam ranah industri hiburan. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam melestarikan dan pengembangan tari tradisional dengan pendekatan inovatif yang menjadikannya lebih adaptif terhadap perkembangan seni pertunjukan hiburan di era digital.

 Antusiasme Peserta Tinggi

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan secara langsung materi yang diperkenalkan oleh narasumber.

Model pelatihan yang mengombinasikan pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan individual dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta secara lebih efektif dibandingkan metode ceramah semata.

Wujud Nyata Pengabdian Universitas kepada Masyarakat

Melalui program pengabdian yang berkelanjutan, UNP terus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemerintahan nagari dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta meningkatkan kualitas seni tradisional dengan hal paling dekat dengan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintahan nagari, diharapkan lahir tata kelola seni tradisional terutama tari dengan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Kampar Kunker di Kota Bukittinggi Bahas Peluang Kerjasama dan Tata Kelola Pemerintah

Tim pengabdian ini diketuai Prof. Indrayuda, ,M.Pd.,Ph.D dengan anggota Dr. Yuliasma, M.Pd., Dr. Syeilendra, S.Kar.,M.Hum., Dr. Tulus Handra Kadir, M.Pd., Dra. Nerosti, M.Hum.,Ph.D., Dr. Jupriani, M.Sn. Sedangkan anggota dari kalangan mahasiswa yakni Ranti Arfira Nofeni, Alhani Miranda Jamil, Aditia Aji Pangestu, Dinna Umrinta.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.