Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Headline

Menaker Yassierli: Lanskap Dunia Kerja Terus Berubah, Generasi Muda Harus Punya Keterampilan Relevan

×

Menaker Yassierli: Lanskap Dunia Kerja Terus Berubah, Generasi Muda Harus Punya Keterampilan Relevan

Sebarkan artikel ini
MENAKER Yassierli saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 di Bandung, Sabtu (20/6). IST
Singkatnya Gini...
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan adaptif dan karakter kuat untuk menghadapi perubahan lanskap dunia kerja yang dipicu oleh perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan (AI).
  • Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dinilai krusial dalam mengoptimalkan bonus demografi guna mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia.
  • Selain penguasaan teknologi, pembentukan karakter berbasis nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin serta peran aktif keluarga diidentifikasi sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bandung, Khazminang.id– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya menyiapkan generasi masa depan Indonesia dengan keterampilan yang relevan dan karakter yang kuat. Dari hal itu diharapkan agar generasi muda Indonesia mampu menghadapi dunia kerja baru yang terus berubah.

Menurut Menaker, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, serta meningkatnya persaingan global telah membawa perubahan besar terhadap dunia kerja.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang,” kata Menaker saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 dengan tema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/6/2026).

Menaker mengemukakan, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga 2030. Pada periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.

Baca Juga:  Bencana Sumatera: FWK Soroti Dugaan Kejahatan Manusia di Balik Banjir dan Longsor

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi di dunia kerja juga terus berkembang. Dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.

Menaker menilai, penguatan keterampilan masa depan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju 2045. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada 204 5 dengan pendapatan per kapita diproyeksikan mencapai USD 23.000 hingga USD 30.300 sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045.

Menurutnya, peluang tersebut harus didukung SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di tengah bonus demografi yang berlangsung, keberhasilan Indonesia mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan menyiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

“Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis,” kata Menaker.

Menaker juga menegaskan bahwa keterampilan masa depan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati merupakan fondasi penting dalam membangun talenta yang berkualitas.

Baca Juga:  BNNP Sumbar "Panen" 100 Kilogram Ganja Kering Siap Edar

Menaker menambahkan, di tengah kemajuan AI yang semakin pesat, kemampuan manusia yang tidak dapat digan tikan teknologi justru akan semakin bernilai. Kemampuan membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama menjadi keunggulan yang harus terus dikembangkan.

“Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menaker mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam menyiapkan generasi masa depan. Menurutnya, keluarga merupakan ekosistem pembelajaran pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan pola pikir anak.

“Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Karena itu, tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter yang kuat, serta keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” pungkas Menaker. (*/Ryan)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Kesejahteraan Guru Harusnya Bukan Sekadar Kebijakan tetapi Investasi Masa Depan