Arosuka, Khazanah — Banjir bandang yang melanda dua nagari di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026) ditetapkan oleh Pemkab Solok berstatus status Darurat Bencana.
Kata Bupati Jon Pandu, status itu mulai berlaku hari ini (Selasa-red).”Kita masih mencari dua warga yang dilaporkan hilang saat banjir ini terjadi,” ujar dia kepada pers di Arosuka.
Kedua warga yang dinyatakan hilang itu sampai berita ini diturunkan masih dalam pencarian oleh BPBD, PMI, TNI, Polri dan masyarakat setempat. Selain dua warga yang disebutkan hilang itu, empat warga juga harus menjalani perawatan di rumah sakit, satu diantaranya dibawa ke Kota Padang.

Sementara itu puluhan warga kini sudah berada di posko pengungsian yang sementara waktu didirikan di rumah dinas Wakil Bupati. “Jumlah rumah rusak belum kita pastikan, masih proses pendataan,” ujar Bupati.
Sejak tadi malam Bupati, Wakil Bupati sudah berada di lokasi untuk memimpin evakuasi warga. Ketua DPRD yang mengenakan mantel Palang Merah Indonesia (Karena ia adalah Ketua Dewan Kehormatan PMI) bersama Tim PMI Kabupaten Solok juga turun.
“Kita sekalian melakukan asesmen untuk pendataan,” ujar Kepala Markas PMI Kabupaten Solok, Yodi Triyanto yang bersama-sama relawan PMI belum pulang ke rumah sejak malam.
Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok menjadi lumpuh total karena banyak gedung yang terdampak. ASN untuk sementara waktu diperintahkan oleh Bupati bekerja dari rumah (WFH). Sejauh ini dilaporkan banyak dokumen di komplek pemerintahan yang terdampak bencana beserta sarana dan prasarana lainnya.
Menurut Bupati Jon Pandu, fokus utama pemerintah dalam tahap awal ini dalam status darurat bencana adalah melakukan pencarian, pembersihan material banjir dan pendataan. “Untuk fasilitas umum Alhamdulillah tidak ada yang terdampak, hanya dua jembatan yang sempat tidak bisa dilalui akibat tertutup material banjir,” tuturnya.

Data yang diperoleh di Arosuka menyebutkan, korban yang luka ringan aalah Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), Yurnalis (45) semuanya dirawat di RSUD Kabupaten Solok, sedang yang luka berat adalah Muhammad Nurzen (56) dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
Kerusakan yang ditimbulkan antara lain yang rusak parah adalah Kantor Dinas PUPR (tertimbun material lebih kurang 30 cm), Kantor Dinas PMN juga tertimbun material sekitar 20 cm. Sedang gedung-gedung yang diketahui rusak ringan adalah Kantor DPRD, Bappenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanbian, Dinas Kesehatan dan Dinas BKPSDM.
Kerugian lain adalah empat kendaraan dinas Pemkab rusak, begitu juga sebuah mobil masyarakat. Belum terdata jumlah sepeda motor yang tertimbun. Sedang kondisi perumahan dan permukiman masyarakat di sekitar Arosuka belum terdata sampai siang ini.

Sementara PMI Kabupaten Solok sudah mendirikan tenda darurat untuk posko dan pengungsian. “Para relawan PMI bersama tim SAR masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban hilang sekaligus mendata kondisi ril kerusakan,” kata Kepala Markas PMI Yodi Triytanto.
Sementara itu Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memastikan jajarannya akan memberikan upaya maksimal dalam menangani dampak bencana banjir bandang tersebut.
“Jajaran Polda Sumbar harus memberikan penanganan yang maksimal atas bencana ini, prioritas utamanya adalah keselamatan dan keamanan warga,” katanya saat meninjau langsung ke Solok, Selasa.
Untuk menguatkan upaya pencarian dan pertolongan, pihaknya turut mengerahkan 300 personel Brimob dan Direktorat Samapta Bahayangkara ke lokasi untuk membantu personel Polres Solok.

Ia menerangkan pada penanganan tahap awal pihaknya fokus pada upaya evakuasi serta pembersihan material yang dibawa oleh banjir bandang. Sebab terjangan banjir bandang Selasa malam tidak hanya membawa air, tapi juga membawa material longsoran berupa pasir, batu, dan lumpur. Material tersebut telah memutus akses jalan utama Padang dengan Solok, sehingga anggota Polisi diminta fokus membersihkannya agar akses jalan bisa pulih kembali.
Kapolda mengatakan anggota Kepolisian juga siap mendukung upaya pencarian jika ada warga yang dilaporkan hilang. (Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






