Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
DaerahHeadline

Membumikan Pesan Medis di Dinkes Padang Panjang

×

Membumikan Pesan Medis di Dinkes Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang menggelar pelatihan jurnalistik dasar dan pembuatan video kreatif bagi 25 petugas Puskesmas serta staf dinas guna meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat.
  • Pelatihan menghadirkan jurnalis senior Eko Yanche Edrie dan Ketua IJTI Defri Mulyadi untuk membekali peserta dengan pemahaman etika penulisan, penggunaan bahasa, serta teknik fotografi dan penyuntingan video yang sesuai kaidah.
  • Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Bukit Surungan ini memadukan sesi diskusi teori dengan praktik langsung pembuatan konten promosi kesehatan di lapangan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang Panjang, Khazanah – Pesan kesehatan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan untuk masyarakat perlu disampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat terutama yang disampaikan lewat edia mainstream dan media sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Dr. Sonya Thermiarto memfasilitasi para petugas empat Puskesmas dan staf Dinas Kesehatan Padang Panjang untuk mendapat pelatihan dasar jurnalistik dan pembuatan video kreatif yang dapat memperkuat materi komunikasi Dinas Kesehatan dengan masyaraat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pelatihan dasar jurnalistik dan video kreatif itu dilaksanakan di aula Puskesmas Bukit Surungan, Senin pagi hingga siang (15/6/2026) diikuti oleh 25 orang peserta. “Kita berharap para peserta akan menjadi duta kesehatan dalam menympaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat Padang Panjang,” kata dr. Sonya.

Dua wartawan senior, Eko Yanche Edrie dan Defri Mulyadi menjadi pembicara dalam kegiatan sebut memberikan materi dasar-dasar jurnalistik serta dasar-asar fotografi yang dapat dijadikan modal untuk membuat materi-materi promosi kesehatan (promkes) oleh aparatur Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  FPS Bersama AJPLH Sepakati Komitmen Jaga Iklim Investasi yang Sehat dan Berkelanjutan di Sumbar

“Sebenarnya para staf sudah memiliki kebiasaan untuk membuat konten di media sosial, hanya saja  perlu penguatan materi terutama dalam penulisan, penggunaan bahasa, etika dan pemahaman dasar jurnalisme,” kata Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar  Eko Yanche Edrie.

Ia mengatakan, bahwa dalam hal penulisan, sebenarnya pemanfaatan AI bisa membantu para staf Dinkes membangun narasi. Namun menemukan ide dan gagasan atau memberi sentuhan-sentuhan lokal, tetu akan lebih baik dikerjakan oleh manusianya, bukannya diserahkan kepada AI.

Sementara itu, Ketua IJTI Defri Mulyadi yang memberikan materi tentang fotografi dan editing video mengatakan bahwa kekuatan gambar dan video sangat menentukan sampai atau tidaknya pesan-pesan yang sudah dibuat bagus itu kepada masyarakat.

“Semua orang sudah kian terbiasa membuat video, tetapi bagaimana video yang akan dipakai untuk keperluan komunikasi kesehatan tentu harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar, agar video dan foto atau infografis yang dibuat menjadi materi sesuai dengan program Promkes Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang,” kata pria yang akrab disapa Imung itu.

Baca Juga:  Bupati Pesisir Selatan Gelar Safari Ramadan Khusus 1447 H di Masjid Ibrahim Kampung Nyiur Gading, Kambang

Pelatihan ini dibagi dalam dua sesi diskusi (tulisan dan video) dilanjutkan dengan sesi praktik dengn mengambil spot kegiatan sekitar  Puskesmas Bukit Surungan yang dijadikan konten. (devy)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Penulis: devi dianyEditor: Eko Yanche Edrie