Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Gubernur Tinjau SPMB di SMAN 1 Bukittinggi, Pastikan Seleksi Berjalan Transparan, Objektif, dan Bebas Intervensi

×

Gubernur Tinjau SPMB di SMAN 1 Bukittinggi, Pastikan Seleksi Berjalan Transparan, Objektif, dan Bebas Intervensi

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi meninjau langsung pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (SPMB) TA 2026/2027 di SMAN 1 Bukittinggi untuk menjamin proses seleksi yang transparan, objektif, dan bebas intervensi.
  • Integritas sistem seleksi dibuktikan dengan tidak lolosnya anak kandung Gubernur serta anak Sekda Sumbar di sekolah negeri pilihan karena aturan standar komputerisasi berlaku adil tanpa perlakuan khusus.
  • Pemprov Sumbar berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui peluncuran Program Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota serta pengembangan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, Khazminang.id – Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau ke lapangan, melihat langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sumbar. Gubernur melihat proses verifikasi berkas pendaftaran jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik SPMB di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Selasa (30/6/2026).

Untuk SMA Negeri 1 Bukittinggi, wilayah domisilinya meliputi Kelurahan Pakan Kurai, Campago Ipuh, Aua Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), dan Tarok Dipo, sedangkan pembagian wilayah sekolah lainnya mengikuti ketentuan domisili yang telah ditetapkan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Alhamdulillah, seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dan diumumkan kepada masyarakat. Prosesnya berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari intervensi,” ucap gubernur.

Seluruh proses seleksi dilakukan melalui sistem yang terkomputerisasi sehingga hasil pemeringkatan berlangsung secara objektif dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun. Pemprov Sumbar, katanya, berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau calon peserta didik dan orang tua memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap. Menurutnya, setelah jalur prestasi selesai, proses penerimaan akan dilanjutkan melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing sekolah.

Baca Juga:  Akhirnya PWI Sumbar Kantongi Izin Pemanfaatan Lahan untuk Kantor

Sebagai bukti penerapan sistem yang adil, Mahyeldi mengungkapkan jika anak kandungnya sendiri tidak diterima di sekolah negeri yang dituju karena tidak memenuhi standar seleksi berdasarkan sistem. Hal serupa juga dialami anak Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar yang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.

“Aturan berlaku sama bagi semua. Tidak ada perlakuan khusus. Kami ingin memastikan proses penerimaan berjalan jujur, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mahyeldi.

Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak memaksakan anak bersekolah di satu sekolah tertentu. Menurutnya, pilihan sekolah hendaknya disesuaikan dengan minat, bakat, dan kompetensi anak, termasuk mempertimbangkan SMK yang memiliki kualitas serta prospek kerja yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat yang ditargetkan hadir minimal satu unit di setiap kabupaten/kota bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di samping itu, Pemprov Sumbar telah mengembangkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dipusatkan di SMA Negeri 8 Padang untuk menjangkau peserta didik di berbagai daerah, sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan tanpa terkendala akses. (*)

Baca Juga:  OMG Gelar Mudik Gratis Bagi “Pejuang Glow Up Ramadan” dan Bagikan Ratusan THR

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.