PADANG — Meski Semen Padang FC belum berlaga di kasta tertinggi kompetisi nasional, taji sepak bola Sumatera Barat (Sumbar) tidak redup begitu saja. Ranah Minang dipastikan tetap mewarnai panggung Liga 1 setelah tujuh wasit terbaiknya resmi dinyatakan lulus fitness test C1-A Super League berstandar FIFA.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa Sumatera Barat tidak hanya melahirkan pemain dan pelatih berbakat, tetapi juga jajaran pengadil lapangan yang siap memimpin laga-laga bertensi tinggi di sepak bola Tanah Air.
Tujuh appeared wasit yang sukses mengantongi lisensi kasta tertinggi ini berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat itu, Aprisman Aranda (Padang Panjang), Candra (Padang), Eko Saputra (Padang), Beni Andriko (Limapuluh Kota), Yoko Supianto (Limapuluh Kota), Roberto Putra (Limapuluh Kota),Dika Rahmat Hidayat (Pasaman Barat)
Ujian fitness test C1-A bukanlah tes biasa. Ini adalah tolok ukur ketahanan fisik berstandar FIFA yang dirancang untuk memastikan wasit mampu mengimbangi kecepatan lari dan dinamika pemain profesional, termasuk legiun asing di Liga 1.
Materi ujian ketat yang berhasil dilewati ketujuh wasit ini meliputi, Repeated Sprint Ability (RSA) atau tes lari jarak pendek berulang untuk mengukur daya ledak otot dan kecepatan akselerasi. Interval Test, ujian ketahanan aerobik berupa lari mengelilingi lapangan sebanyak 10 hingga 12 lap demi menyamai intensitas fisik pemain modern. Standar Kecepatan FIFA, penilaian menyeluruh untuk menjamin posisi wasit selalu dekat dengan bola di setiap momentum krusial.
Salah satu wasit yang lolos, Candra, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan moral dari masyarakat Minangkabau.
“Alhamdulillah kami lolos dalam fitness test C1-A Super League. Terima kasih kepada pencinta sepak bola Sumbar yang memberikan dukungan moral. Mudah-mudahan kami bertujuh bisa memimpin dengan baik di Liga 1,” ujar Candra saat ditemui di Padang.
Kelulusan ini juga menyulut rasa bangga di kalangan pencinta sepak bola lokal. Andi, seorang pengamat dan penikmat sepak bola di Padang, menyebut pencapaian ini sebagai bukti kelengkapan aset sepak bola Ranah Minang.
“Sebagai orang yang cinta sepak bola, kami cukup bangga dengan masih adanya wasit asal Sumbar yang memimpin Liga 1, meski tim asal Ranah Minang tidak ikut serta di kompetisi tertinggi Indonesia saat ini,” ungkap Andi.
Dengan ketangguhan fisik dan lisensi FIFA di tangan, ketujuh wasit ini siap mengawal jalannya kompetisi Liga 1 secara profesional, adil, dan berintegritas. (can)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.




