Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Call Center 112 Bebas Biaya Untuk Layanan Kedaruratan Masyarakat Akan Dilaunching Bertepatan Dengan Perayaan 100 Tahun Jam Gadang

×

Call Center 112 Bebas Biaya Untuk Layanan Kedaruratan Masyarakat Akan Dilaunching Bertepatan Dengan Perayaan 100 Tahun Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Bukittinggi serta Kadis Kominfo dan jajaran saat mengikuti sosialisasi melalui zoom
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kota Bukittinggi bersiap menerapkan layanan nomor panggilan darurat 112 guna mempercepat penanganan kondisi darurat dan memperkuat koordinasi antarinstansi di daerah tersebut.
  • Layanan darurat bebas pulsa ini akan diintegrasikan pada 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ditargetkan resmi diluncurkan bulan depan bersamaan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang.
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung penuh program ini dan menyarankan Pemkot Bukittinggi segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) serta bersinergi dengan TNI-Polri demi penanggulangan kedaruratan yang optimal.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengikuti Sosialisasi Layanan Nomor Darurat 112 Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting di ruang Bukittinggi Command Center (BCC), Jumat (22/5/2026) dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, S.Kom, M.Kom serta jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dalam program call center 112. Kota Bukittinggi dipilih sebagai salah satu daerah yang menerapkan program call center 112 di Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Masyarakat tentu menuntut layanan paripurna dari Pemerintah. Salah satu jalan adalah dengan program call center 112. Untuk itu, kami dari Pemerintah Kota Bukittinggi, mengucapkan terima kasih atas dukungan Komdigi yang memilih Kota Bukittinggi sebagai salah satu daerah, yang dapat menerapkan call center 112,” ungkap Rismal Hadi.

Baca Juga:  AMS.106 Sumbar Hadiri Pengukuhan 12 Guru Besar UIN Syekh Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Rismal Hadi, untuk Kota Bukittinggi sendiri, program call center 112, akan diterapkan pada 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai dari Damkar, DLH, Dinsos, DP3APPKB, Dishub, Satpol PP, BPBD, RSUD dan tiga Kecamatan (MKS, GP dan ABTB).

“Kita persiapkan call center 112 ini dengan matang. Karena program ini merupakan penguat komunikasi dengan masyarakat agar cepat tepat dan akurat. Bagaiaman men-follow up setiap informasi, terutama informasi darurat dari masyarakat. Kita rencanakan layanan darurat atau call center 112 untuk Kota Bukittinggi akan kita luncurkan pada peringatan 100 tahun Jam Gadang bulan depan,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi, Agung, menyampaikan apresiasi atas komitmen dari kepala daerah dan Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap hadirnya program call center 112 di Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi disarankan untuk segera membuat SOP dalam pelaksanaannya di SKPD serta SDM yang menggawangi layanan ini.

“Intinya ini koordinasi. Kami harapkan 112 ini bisa terintegrasi dengan baik. Tentu sarana prasarana nya diharapkan tersedia dengan maksimal. Kami juga akan bantu dan dukung ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Sesuai Aturan Perundang-Undangan, Pemko Bukittinggi Wajib Amankan Aset Daerah

Layanan darurat 112, merupakan standar internasional layaknya 911. Layanan ini mudah diingat, bebas biaya atau gratis dan terdaftar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut disampaikannya, program ini memudahkan masyarakat melakukan pelaporan kondisi darurat dengan hanya menghafal nomor darurat 112. Dengan layanan ini dapat mempercepat penanganan oleh OPD terkait serta pengurangan resiko bencana.

“Hingga bulan April tahun 2026, sebanyak 201 Kabupaten Kota di Indonesia yang sudah implementasikan layanan 112. Nanti jika Kota Bukittinggi sudah launching ini, maka jika ada masyarakat Kota Bukittinggi tekan nomor ini, langsung terhubung juga dengan layanan di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Komdigi juga berharap layanan ini juga diintegrasikan atau dikerjasamakan dengan Polres dan TNI. Sehingga seluruh lini bisa bekerjasama dalam menyelesaikan persoalan kedaruratan masyarakat, terutama kebencanaan, harapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi layanan Nomor Panggilan Darurat 112 dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman stakeholder terkait mekanisme layanan 112 serta memperkuat koordinasi dan sinergi antar perangkat daerah dan instansi terkait dalam mendukung operasional layanan kedaruratan 112 di Kota Bukittinggi.

Baca Juga:  1.659 Orang Melamar Jadi Petugas Haji Sumbar

“Melalui kegiatan ini, kita juga ingin menyamakan persepsi mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah dalam penanganan laporan kedaruratan masyarakat,” ujarnya. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.