Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Rombongan Disdikbud Kota Bukittinggi Kunjungi Museum R.A.Kartini di Kabupaten Rembang Jawa Tengah

×

Rombongan Disdikbud Kota Bukittinggi Kunjungi Museum R.A.Kartini di Kabupaten Rembang Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Rombongan Disdikbud Kota Bukittinggi foto bersama di depan Museum RA Katini

Bukittinggi, khazminang.id- Dalam rangka upaya memperkuat wawasan kebudayaan nasional serta menggali nilai-nilai perjuangan tokoh perempuan Indonesia dalam dunia pendidikan, sebanyak 34 orang yang terdiri dari guru TK, SD, SMP dan pemerhati pendidikan yang tergabung dalam rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi melakukan kunjungan edukatif ke Museum Raden Ajeng Kartini di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). Hal ini disampaikan Marlina Yosi Yanti, M.Pd, Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi.

Lebih lanjut dijelaskannya, rombongan Disdikbud Kota Bukittinggi disambut hangat oleh Retna Dyah Radityawati, S.S., M.Hum selaku sub koordinator sejarah, museum dan cagar budaya dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Rembang.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sebelum berkeliling melihat koleksi museum, peserta diberikan pengarahan dan informasi umum tentang RA Kartini dan sejarah museumnya oleh petugas. Setelah itu diajak menelusuri ruang-ruang museum yang menyimpan berbagai peninggalan RA Kartini, mulai dari busana, perabot pribadi, hingga arsip surat-surat yang merekam pemikiran kritis Kartini tentang pendidikan dan kesetaraan, ucap Marlina Yosi Yanti.

Baca Juga:  Akhirnya PWI Sumbar Kantongi Izin Pemanfaatan Lahan untuk Kantor

Sementara itu, Kepala Bidang Paud dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Yetni Erdawati, S.Sos menyampaikan bahwa kunjungan muhibah ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana refleksi bagi insan pendidikan. “RA Kartini bukan hanya simbol emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor pemikiran pendidikan yang visioner. Nilai inilah yang ingin kami bawa pulang dan tanamkan dalam praktik pendidikan di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Selain melakukan peninjauan tersebut, rombongan juga mengikuti dialog kebudayaan yang membahas pengelolaan museum sebagai pusat edukasi publik dan perannya dalam pelestarian sejarah nasional di era modern.

Kata Yetni Erdawati, di balik dinding tua Museum RA Kartini, langkah rombongan Disdikbud Kota Bukittinggi seakan melambat. Dihadapkan pada surat-surat bertinta cokelat yang ditulis lebih dari seabad silam, para pendidik itu terdiam seolah menyapa langsung pemikiran Kartini yang hingga kini masih relevan dengan denyut pendidikan bangsa.

Di salah satu sudut museum, suasana berubah hening ketika peserta berdiri di depan koleksi surat-surat RA Kartini. Tulisan tangan Kartini tentang kegelisahan dan harapannya bagi masa depan perempuan Indonesia membuat sejumlah peserta larut dalam perenungan, ungkap Yetni Erdawati.

Baca Juga:  Nasabah BRI Pasar Bawah Bukittinggi Bawa Pulang Hadiah Mobil Undian Simpedes

Sedangkan Elvy Gustina, M.Pd selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 18 Tarok Dipo yang juga ikut dalam kegiatan ini mengaku kunjungan tersebut memberikan pengalaman emosional yang berbeda. “Selama ini Kartini hanya kami kenal melalui buku pelajaran. Tetapi melihat langsung jejak hidupnya di sini, kami merasa seperti diingatkan kembali tentang hakikat pendidikan yang sesungguhnya membebaskan dan memanusiakan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, pengelola Museum RA Kartini menilai kunjungan rombongan muhibah dari Kota Bukittinggi sebagai wujud nyata bahwa museum masih memiliki daya hidup sebagai ruang belajar lintas daerah dan generasi. “Kami berharap museum ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang dialog dan inspirasi. Kehadiran para pendidik hari ini menunjukkan semangat Kartini terus berjalan,” katanya.

Untuk mengenal lebih dekat tentang tokoh emansipasi wanita Indonesia, di akhir kunjungan peserta kegiatan diberikan buku riwayat RA Kartini dan buku Museum RA Kartini yang dapat digunakan sebagai referensi dan menambah wawasan yang lebih dalam.

Saat rombongan meninggalkan museum, jejak langkah tak sekadar membawa dokumentasi kunjungan. Dari Rembang, semangat Kartini ikut berlayar ke Bukittinggi menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan kurikulum, melainkan tentang keberanian berpikir, keadilan, dan harapan bagi masa depan bangsa.

Baca Juga:  Bupati Tanah Datar dan Agam Sepakat Tutup Pendakian ke Gunung Marapi Secara Permanen

Kunjungan muhibah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antardaerah serta memperkuat sinergi dalam pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal dan nasional, pungkas Elvy Gustina. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.