Bukittinggi, Khazanah — Minang Geopark Run 2026 bukan sekadar ajang olahraga dan promosi wisata. Menjelang pelaksanaannya pada 1 November mendatang, Pemerintah Kota Bukittinggi juga menggerakkan aksi gotong royong untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan kawasan wisata Ngarai Sianok terawat.
Camat Mandiangin Koto Selayan (MKS), Fachrul Razi, S.E., M.M., KP., bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi turun langsung ke lapangan untuk membersihkan lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Minang Geopark Run (MGR) 2026. Namun, aksi bersih-bersih itu tidak hanya ditujukan untuk mempercantik kawasan menjelang kegiatan olahraga dan pariwisata. Lebih dari itu, pemerintah ingin mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Menjaga keindahan alam bukan sekadar tanggung jawab satu pihak, melainkan panggilan bersama untuk merawat warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” kata Fachrul.
Menurut dia, kehadiran jajaran pemerintah dalam kegiatan gotong royong merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus contoh nyata bagi masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan, katanya, tidak cukup diwujudkan melalui imbauan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan langsung.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk bersama-sama membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kawasan Ngarai Sianok yang terkenal dengan panorama alamnya menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Keindahan kawasan ini perlu dijaga agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus daya tarik wisata Bukittinggi.
Fachrul, yang bergelar adat Datuak Parpatiah, berharap kegiatan gotong royong tidak berhenti setelah Minang Geopark Run 2026 selesai. Momentum tersebut, menurut dia, harus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang acara besar.
Selain kebersihan, ia juga menyoroti kerawanan bencana di kawasan Ngarai Sianok. Kondisi lingkungan di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian bersama agar potensi persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait memberikan perhatian terhadap berbagai kondisi yang perlu dibenahi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat kondisi lingkungan secara lebih dekat, mengidentifikasi persoalan, dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap semangat gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan begitu, persiapan Minang Geopark Run tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih menjelang acara, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga keindahan alam Bukittinggi dalam jangka panjang. (Iwin SB/rri)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





