Lubuk Basung, Khazanah — Jalan provinsi yang menghubungkan Padang – Koto Gadang dengan Kota Bukittinggi di Kabupaten Agam, amblas setelah diguyur hujan berintensitas tinggi, Jumat (11/9/2026) siang. Akibatnya, akses utama antarwilayah tersebut terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kerusakan terjadi di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan. Badan jalan yang amblas diperkirakan memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar mencapai empat meter.
Kondisi badan jalan yang runtuh membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Untuk menghindari kecelakaan, arus lalu lintas dialihkan melalui Simpang Patai menuju Palupuh.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan kerusakan jalan dipicu longsoran tanah akibat curah hujan tinggi.
“Ya, putus total jalannya dan tidak bisa dilewato oleh kendaraan, sehingga dialihkan ke Simpang Patai menuju Palupuh,” kata Rahmat, seperti dilansir kantor berita ANTARA.
Menurut Rahmat, lokasi tersebut sebelumnya memang telah mengalami longsor yang menyebabkan bahu jalan amblas. Kondisi itu kemudian semakin parah setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Jumat sekitar pukul 13.30 WIB.
“Sebelumnya pada lokasi yang sama telah terjadi longsor yang menyebabkan amblasnya bahu jalan,” ujarnya.
Hujan deras membuat kondisi tanah semakin labil hingga akhirnya badan jalan runtuh sepenuhnya. Struktur tanah yang tidak lagi mampu menahan beban, ditambah aliran air, menjadi faktor yang memperparah kerusakan.
Penanganan Dilakukan
Pasca-kejadian, BPBD Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Palembayan dan Pemerintah Nagari Baringin untuk melakukan penanganan awal di lokasi.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat guna mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur jalan.
Menurut Rahmat, alat berat berupa excavator telah berada di lokasi untuk mendukung proses penanganan. “Saat ini alat berat jenis excavator telah di lokasi dan telah kita beri tanda bahwasanya jalan terban,” katanya.
BPBD bersama instansi terkait juga memasang tanda dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi jalan yang amblas untuk mencegah masyarakat maupun pengendara mendekati titik berbahaya.
Masyarakat dan pengendara diminta tidak memaksakan diri melintasi badan jalan yang amblas serta mengikuti pengaturan dan arahan petugas di lapangan. Selain itu, warga yang tinggal di kawasan perbukitan maupun dataran rendah di sekitar lokasi diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





