Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
IptekBeritaPilihan RedaksiTeknologi

MAHASISWA UNP HADIRKAN LOOKATME: Teknologi Komunikasi untuk Penyandang Cerebral Palsy Berbasis Gerakan Mata

×

MAHASISWA UNP HADIRKAN LOOKATME: Teknologi Komunikasi untuk Penyandang Cerebral Palsy Berbasis Gerakan Mata

Sebarkan artikel ini

 

Padang, Khazminang.id— Untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menciptakan akses komunikasi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan sebuah aplikasi Augmentative and Alternative Communication (AAC) berbasis eye tracking yang ditujukan untuk membantu penyandang cerebral palsy berkomunikasi dan berinteraksi secara digital.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Adalah Selvi Lubis dari Prodi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (D4), Widya Khara Angelyta dari Prodi Pendidikan Luar Biasa (S1), Muhammad Adzkia Madani dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika (S1), dan Hafizha Khairani Atzma dari Prodi Teknik Elektro (S1) yang mengembangkan aplikasi yang diberi nama LookAtMe.

Tim memiliki latar belakang keilmuan yang saling melengkapi, yaitu bidang elektronika dan pendidikan luar biasa, sehingga pengembangan teknologi tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga kebutuhan pengguna.

 

Cerebral palsy merupakan kondisi yang dapat memengaruhi fungsi motorik, koordinasi, dan kontrol gerakan tubuh. Selain keterbatasan motorik, sebagian penyandang cerebral palsy juga mengalami hambatan dalam komunikasi verbal. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pengguna ketika berinteraksi dengan teknologi digital yang umumnya membutuhkan sentuhan atau kendali motorik secara langsung.

Baca Juga:  Bupati Tidak Hadir, Ketua DPRD Batalkan Paripurna

LookAtMe dirancang sebagai alternatif teknologi asistif yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat digital melalui pergerakan mata agar penyandang cerebral palsy dapat menyampaikan kebutuhan, pikiran, maupun pesan secara lebih mandiri tanpa ketergantungan pada sentuhan layar atau perangkat tambahan khusus.

Teknologi eye tracking menjadi bagian utama dalam sistem LookAtMe. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi dan melacak arah pandangan pengguna sebagai bentuk input untuk mengendalikan antarmuka digital.

Dalam pengembangannya, LookAtMe juga menerapkan pendekatan multimodal interaction dengan memanfaatkan pergerakan mata, gerakan kepala, dwell time, dan kedipan mata sebagai mekanisme interaksi.

“Konsep tersebut menjadi salah satu unsur kebaruan yang ditawarkan LookAtMe. Penggabungan beberapa bentuk interaksi diharapkan dapat memberikan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel serta membantu meningkatkan ketepatan dalam mengontrol elemen pada layar”, ujar Selvi Lubis kepada Khazminang.id., Sabtu (29/8).

 

Dijelaskan Selvi, LookAtMe dirancang sebagai aplikasi mobile yang memanfaatkan kamera smartphone sehingga tidak membutuhkan perangkat eye tracking khusus. Pendekatan tersebut membuat teknologi yang dikembangkan lebih sederhana, portabel, dan diharapkan lebih mudah diakses oleh pengguna. Smartphone juga memiliki kemampuan kamera dan komputasi yang mendukung penerapan computer vision dan machine learning secara real-time.

Dengan demikian, sistem tidak hanya berfokus pada kemampuan mendeteksi pandangan, tetapi juga pada kemudahan pengguna dalam melakukan navigasi dan memilih pesan.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Dorong Pertanian Berbasis Smart Farming

Pengembangan LookAtMe merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) dan selaras dengan tema PKM 2026 mengenai penguatan kesetaraan gender serta perlindungan hak-hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Melalui karya ini, tim berupaya menghadirkan solusi teknologi asistif yang lebih inklusif, mudah diakses, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Dalam penggunaannya, pengguna terlebih dahulu melakukan proses kalibrasi mata. Sistem kemudian mengenali pola pergerakan mata melalui sejumlah titik pada layar untuk meningkatkan akurasi pelacakan.

Setelah proses tersebut selesai, pengguna dapat mengarahkan pandangan ke ikon komunikasi yang tersedia pada aplikasi. Ikon-ikon tersebut dirancang untuk merepresentasikan berbagai kebutuhan dan ekspresi sehari-hari, seperti salam, permintaan bantuan, pilihan “ya” atau “tidak”, serta ungkapan terima kasih.

Dari sisi pengembangan, aplikasi LookAtMe dibangun pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Kotlin. Sistem juga memanfaatkan Google ML Kit untuk mendukung proses pengolahan citra serta deteksi wajah dan mata. Antarmuka aplikasi dirancang sederhana, jelas, dan mudah digunakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna AAC.

Baca Juga:  Bursa Ketua KONI Sumbar, Tommy Irawan Sandra Targetkan PON di Sumbar

Melalui LookAtMe, teknologi diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian penyandang cerebral palsy dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan digital. Pengembangan aplikasi ini juga diharapkan dapat terus dilakukan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Penulis: Novrizal SadewaEditor: Novrizal Sadewa