Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
HeadlineEkonomi

Sumbar Perlu Menoleh ke Barat, Ada Peluang di Samudera Hindia

×

Sumbar Perlu Menoleh ke Barat, Ada Peluang di Samudera Hindia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Direktur Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mengarahkan fokus pengembangan ekonomi dan perdagangan ke kawasan Samudra Hindia guna memperluas akses pasar ke Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika.
  • Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengusulkan daerahnya menjadi tuan rumah Indian Ocean High-Level Forum 2027 untuk mendorong kerja sama konkret di bidang ekonomi biru dan konektivitas maritim.
  • Kementerian Luar Negeri RI menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Sumatera Barat dalam memperkuat posisi Indonesia dan diplomasi daerah di kawasan Indian Ocean Rim Association (IORA).
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazanah — Sumatera Barat mulai mengarahkan perhatian lebih kuat ke kawasan Samudra Hindia sebagai peluang strategis untuk memperluas konektivitas, perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi. Langkah ini dinilai relevan di tengah belum optimalnya konektivitas darat menuju pantai timur Sumatera yang selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi dan ekspor menuju pasar Asia-Pasifik melalui Singapura.

Posisi geografis Sumbar yang berada di pantai barat Sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia justru membuka peluang untuk mengembangkan jejaring perdagangan ke Asia Selatan, kawasan Timur Tengah, negara-negara Teluk, hingga Afrika.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Peluang tersebut semakin terbuka setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapan menjadi host region atau tuan rumah Indian Ocean High-Level Forum 2027, sebuah forum yang diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Sumbar dalam jejaring kerja sama negara-negara kawasan Samudra Hindia.

Tawaran tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto di Gubernuran Sumbar, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan yang membahas penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara kawasan Indian Ocean Rim Association (IORA) itu, Mahyeldi mengusulkan Sumbar sebagai tuan rumah forum internasional tersebut dengan mengangkat tema “One Ocean, Boundless Opportunities” atau “Satu Samudra, Peluang Tanpa Batas.”

Menjadikan Samudra Hindia sebagai Pintu Ekonomi

Mahyeldi mengatakan, usulan tersebut tidak semata-mata didorong keinginan menjadi penyelenggara kegiatan internasional, tetapi berangkat dari posisi strategis Sumbar yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Baca Juga:  Buku Biografi Gubernur Zainal Bakar Diluncurkan
Pelabuhan Teluk Bayur akan jadi pintu gerbang penting di pantai Barat Sumatera

Menurutnya, posisi geografis tersebut merupakan modal penting bagi Sumbar untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan.

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Indonesia, berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, serta memiliki kekayaan budaya, pariwisata, ekonomi, sumber daya kelautan, dan masyarakat yang terbuka terhadap dunia,” ujar Mahyeldi.

Dengan posisi tersebut, Sumbar memiliki peluang untuk menjadikan Samudra Hindia sebagai jalur strategis bagi pengembangan perdagangan dan investasi, tidak hanya ke kawasan Asia Selatan, tetapi juga Timur Tengah, negara-negara Teluk dan Afrika.

Terlebih, Sumbar memiliki Pelabuhan Teluk Bayur sebagai salah satu infrastruktur strategis di pantai barat Sumatera. Penguatan konektivitas maritim melalui kawasan Samudra Hindia dinilai dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jalur perdagangan yang berorientasi ke pantai timur Sumatera.

Mahyeldi menegaskan, jika usulan tersebut mendapat persetujuan, forum IORA di Sumbar akan dirancang bukan sekadar konferensi atau kegiatan seremonial.

“Jika disetujui, kami akan gagas forum ini bukan sekadar konferensi, tetapi international platform yang mempertemukan berbagai pihak. Fokusnya adalah memperkuat tata kelola laut, ekonomi biru, keberlanjutan lingkungan, konektivitas dan perdagangan, serta kemitraan antardaerah dan antarnegara,” jelasnya.

Dari Dialog ke Kerja Sama Konkret

Gubernur berharap forum tersebut mampu mendorong perubahan dari sekadar dialog menuju aksi nyata melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Baca Juga:  Sumbar Tingkatkan Nilai Pinang Lewat Hilirisasi

Kerja sama yang diharapkan antara lain mencakup investasi, perdagangan, business matching, pengembangan ekonomi biru, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, inovasi, hingga penguatan konektivitas maritim.

“Kerja sama kawasan Samudra Hindia harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah juga perlu memiliki ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi secara langsung dengan berbagai daerah dan pemangku kepentingan di negara-negara kawasan,” katanya.

Mahyeldi juga mendorong agar jejaring kerja sama IORA tidak berhenti pada hubungan antarpemerintah pusat, tetapi diperluas hingga pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Menurutnya, penguatan jejaring tersebut akan membuka ruang yang lebih besar bagi daerah untuk memperluas hubungan ekonomi dan pembangunan dengan negara-negara yang berada di kawasan Samudra Hindia.

Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam IORA karena merupakan salah satu negara pendiri organisasi tersebut. Selain itu, Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan garis pantai yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

“Sumatera Barat siap mengambil bagian dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai regional convener sekaligus menjadi salah satu pintu gerbang kolaborasi di kawasan Samudra Hindia,” tegas Mahyeldi.

Kemlu Siap Dukung

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto mengapresiasi inisiatif dan gagasan kerja sama yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Santo mengatakan, Kementerian Luar Negeri siap memberikan dukungan terhadap berbagai gagasan Pemprov Sumbar untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan Samudra Hindia.

Baca Juga:  Pemilihan Ketua RT di Rindang Alam Berasa Pilpres, Berikut Tahapannya

Ia menyebutkan, pada 2027 Kementerian Luar Negeri juga akan memulai sejumlah kegiatan workshop yang berkaitan dengan pengembangan kemitraan negara-negara anggota IORA, terutama dalam bidang pariwisata, penanggulangan bencana, dan ekonomi biru.

“Pada saat yang sama, kami juga mendapatkan informasi dan siap untuk memberikan dukungan bagi berbagai kerja sama, berbagai kegiatan, berbagai forum yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk forum kerja sama di antara para pimpinan pemerintah daerah yang ada di kawasan Indian Ocean,” ungkap Santo.

Menurutnya, penguatan kerja sama tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkokoh hubungan Indonesia dengan negara-negara kawasan Samudra Hindia.

Di sisi lain, kerja sama itu juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi internasional, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

Bagi Sumbar, peluang menjadi tuan rumah Indian Ocean High-Level Forum 2027 tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan sebuah forum internasional. Momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk “menoleh ke barat”, mengoptimalkan posisi geografis dan potensi maritim Sumbar, sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar Asia Selatan, Timur Tengah, kawasan Teluk, hingga Afrika.

Jika dikembangkan secara konsisten, orientasi tersebut berpeluang menjadikan Samudra Hindia bukan sekadar bentang laut di hadapan Sumbar, tetapi jalur strategis baru bagi perdagangan, investasi, pariwisata, ekonomi biru, dan diplomasi daerah.(Eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.