Ampek Nagari, khazminang.id- Pasca-bencana banjir dan galodo akhir tahun 2025 yang melanda Sumatera Barat, SMA Negeri 1 Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam mendapatkan bantuan revitalisasi dari Pemerintah Pusat.
Kepala SMA Negeri 1 Ampek Nagari, Drs. Wannasri, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima dana bantuan sebesar Rp1,5 miliar pada tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan untuk memulihkan fasilitas sekolah yang terdampak agar layak digunakan kembali.
“Bantuan ini dipergunakan untuk merehabilitasi beberapa ruangan, yaitu 9 ruang belajar, 1 ruang administrasi (TU), dan 1 ruang bimbingan konseling (BK). Saat ini, proses pengerjaannya sedang berlangsung,” ujar Wannasri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).
Sebelum mendapatkan bantuan ini, kondisi gedung-gedung tersebut sudah tidak layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah berharap proyek renovasi ini bisa rampung tepat waktu.
“Mudah-mudahan akhir tahun 2026 ini selesai, sehingga Proses Belajar Mengajar (PBM) tidak perlu dibagi menjadi 2 sif lagi seperti sekarang,” tambahnya.
Saat ini, SMA Negeri 1 Ampek Nagari memiliki 45 orang tenaga pengajar yang melayani 625 orang siswa. Meski demikian, sekolah ini masih menghadapi kendala kekurangan guru untuk beberapa mata pelajaran penting. Di antaranya adalah guru Sejarah, TIK, Agama, Matematika, dan Fisika.
Di samping pemulihan fasilitas, kegiatan non-akademik di sekolah ini tetap berjalan dinamis. SMAN 1 Ampek Nagari aktif melaksanakan 13 kegiatan ekstrakurikuler, seperti silat, Pramuka, TIK, PMR, dan futsal.
Untuk sistem persekolahan, Wannasri menjelaskan bahwa pihaknya memilih untuk tidak menerapkan sistem full day school. Sekolah ini memberlakukan 6 hari sekolah dalam seminggu.
“PBM di sini berlangsung 6 hari dan pukul 14.30 WIB siswa sudah pulang. Kami sengaja tidak memakai istilah full day demi memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu orang tua mereka di rumah,” tutupnya. (Heppy)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






