Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
EkonomiHukum

Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok, Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan Gelar Pasar dan Pangan Murah ke Masyarakat

×

Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok, Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan Gelar Pasar dan Pangan Murah ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Mohd. Radyan
Singkatnya Gini...
  • Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan menyelenggarakan pasar murah untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Kegiatan kolaboratif lintas instansi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan, mencegah praktik penimbunan barang, serta menekan angka inflasi di daerah tersebut.
  • Komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam disediakan dengan harga subsidi yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Painan, Khazminang.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesisir Selatan menggelar pasar dan pangan murah ke masyarakat guna mengantisipasi kelangkaan serta mahalnya kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran Idul Fitri di daerah itu.

Kegiatan yang bertajuk “Pasar Murah dan Pangan Murah” dalam rangka Adhyaksa Peduli Pada Bulan Ramadhan 1447 Hijriah itu dilaksanakan di halaman Kantor Kejari setempat, Kamis sore (12/3/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, Kodim 0311, Kapolres Pessel, Dinas Perdagangan, serta Dinas Perikanan dan Pangan daerah setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Mohd. Radyan menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi harga kebutuhan bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan menjelang lebaran.

“Jadikan seperti yang kita tahu menjelang lebaran ini ada beberapa kebutuhan bahan pokok kalau gak mahal atau hilang. Jadi, untuk mengantisipasi itu kita menyediakan barang – barang itu jangan sampai masyarakat kehilangan bahan pokok,” ujar Mohd Radyan.

Baca Juga:  Dukung Ekonomi Kreatif, Mahasiswa KKN Unitas Padang Kembangkan Inovasi UMKM Keripik Pisang Lumer

Ia mengatakan, melalui pasar ini masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

Kajari Pesisir Selatan bersama Wakapolres,Sekda Zainal Arifin, Kodim 0311 Pessel saat melihat dari dekat pasar murah tersebut

Dengan adanya pasar dan pangan murah itu, kata Mohd Radyan, diharapkan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani oleh lanjakan harga.

“Kita khawatir barang – barang yang kita jual itu menjelang lebaran ini hilang. Kalau pun ada dia mahal kan kecenderungan kita menjelang lebaran, barang ditimbun dulu  masyarakat sudah resah dikeluarin tapi harganya mahal,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan kalau kebutuhan bahan pokok tersebut menjadi langka sehingga membuat masyarakat resah. Atau kalau ada bahan pokok itu mahal dan dibiarkan, bisa meningkatkan inflasi di daerah.

“Jadi kita meminimalisir itu,” ujar Mohd Radyan.

Dalam kegiatan itu, Kejari Pessel juga terlihat menggandeng,  Bulog, Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Bank Nagari, Bank BRI setempat, Bapanas, dan Pemkab Pessel.

Dari hasil pantauan di lokasi, berbagai kebutuhan bahan pokok yang disediakan dijual lebih murah dari harga pasar. 

Baca Juga:  Kerja Keras BNPT Cegah Radikalisme Terorisme Diapresiasi Komisi XIII DPR RI
Pasar murah yang digelar Kejari Pesisir Selatan saat diserbu masyarakat

Seperti terlihat di stand Bapanas, Beras Medium jenis IR 42 dengan berat 5 kilogram, dijual dengan harga Rp80.000 (Rp16.000/kg).

Kalau dilihat dari harga pasar (data Dinas Perikanan & Pangan) dijual Rp17.000/kg alias lebih murah Rp1.000 dibanding harga pasar.

Begitu juga dengan minyak goreng merek Minyak Kita 1 liter Rp15.000. Sedangkan harga pasar Rp17.000 – Rp22.000/liter alias lebih murah Rp2.000 – Rp5.000/liternya.

Yang paling tinggi subsidinya adalah daging ayam broiler. Dijual di lokasi dengan harga Rp50.000/ekor dengan berat 1,8 kg. Kalau dilihat harga pasar Rp60.000 alias lebih murah Rp10.000.(Milhendra Wandi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.