Padang, Khazminang.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan, memberantas narkoba akan lebih baik melalui pendekatan rehabilitasi disertai penguatan peran masyarakat.
Komitmennya tersebut disampaikan dalam rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Mushalla Al-Jannah, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh Kota Padang, Sabtu malam (21/2/2026).
Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Evi Yandri itu juga menghadirkan dua mantan penyintas narkoba yang membagikan pengalaman pahitnya saat kecanduan dan mengaku bersyukur karena telah direhabilitasi sehingga dapat kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu Evi Yandri menegaskan, masyarakat tidak boleh menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan anak atau anggota keluarga yang terjerat narkoba dan menilai masih banyak solusi yang bisa ditempuh selain jalur pidana.
“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi pecandu atau pemakai narkoba, jangan patah arang dan jangan langsung berpikir penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi,” ujar legislator dari Partai Gerindra ini.
Ia menambahkan, rehabilitasi telah terbukti memulihkan banyak penyintas hingga mampu kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosial.
“Sudah banyak yang pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Inilah yang kami sampaikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk edukasi dan kebaikan bagi masyarakat,” katanya.
Berdasarkan hasil kajian, sambungnya, pola awal penyalahgunaan narkoba bermula dari lingkungan pertemanan. Bahkan 88 persen pengguna pertama kali mendapat barang haram itu dari teman.
“Jadi, lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga agar terhindar dari pengaruh buruk,” tegasnya.
Maka dari itu, Evi Yandri kembali menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terdekat, karena dari data yang dilihatnya, masyarakat yang terjerat narkoba terus mengalami peningkatan.
Jadi, tukuknya, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menutup pintu masuk peredaran, memperkuat sosialisasi bahaya narkoba, meningkatkan pengawasan, hingga menyediakan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.
“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Dalam hal ini, sambungnya, awasi keluarga, sebarkan informasi, atau lembaga bisa mengadakan sosialisasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaatnya. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






