Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

340 Penerima Beasiswa Sawit Asal Sumbar Dilepas Menuju 42 PT di Tanah Air

×

340 Penerima Beasiswa Sawit Asal Sumbar Dilepas Menuju 42 PT di Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Sebanyak 340 putra-putri Sumatera Barat dari keluarga petani dan pekerja sawit berhasil lolos seleksi penerima Beasiswa SDMPKS Tahun Akademik 2026–2027.
  • Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melepas langsung keberangkatan para penerima beasiswa di Bandara Internasional Minangkabau menuju 42 perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.
  • Program pembiayaan penuh jenjang Diploma hingga Sarjana dari BPDPKS dan Kementerian Pertanian ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan serta meningkatkan mutu SDM perkebunan sawit.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang Pariaman, Khazminang.id — Sebanyak 340 putra-putri Sumatera Barat (Sumbar) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun Akademik 2026–2027.

Melepas keberangkatan para penerima beasiswa di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026), Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya demi meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Mahyeldi.

Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di 42 perguruan tinggi yang tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Solo, Bekasi, Bandung, dan Yogyakarta. Mereka berasal dari keluarga petani dan pekerja perkebunan kelapa sawit yang mendapat dukungan pendidikan hingga menyelesaikan studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana.

Mahyeldi mengatakan, program beasiswa tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi keluarga yang menggantungkan kehidupan dari sektor perkebunan kelapa sawit.

Pada tahun ini, sebanyak 625 calon mahasiswa asal Sumbar sebelumnya direkomendasikan melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 340 orang ditetapkan sebagai penerima manfaat dana BPDPKS.

Baca Juga:  TP PKK Kelurahan Puhun Pintu Kabun Wakili Kota Bukittinggi Ikuti Lomba Gerakan PKK Tingkat Sumbar 2026

“Anak-anak Bapak, Ibu semuanya ini akan mendapatkan beasiswa sampai tamat nantinya, sampai selesai menjadi sarjana. Semoga mereka selalu dimudahkan Allah dalam segala proses mulai dari awal hingga tamat nanti,” harap Mahyeldi.

Menurutnya, peningkatan akses pendidikan bagi keluarga petani dan pekerja sawit tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada BPDPKS, APKASINDO, Dinas Pendidikan serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, termasuk seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Minta Orang Tua Beri Semangat

Di hadapan para orang tua, Mahyeldi juga meminta agar momen melepas anak untuk menempuh pendidikan di luar daerah tidak disikapi dengan kesedihan berlebihan. Sebaliknya, orang tua diminta terus memberikan dukungan dan doa agar anak-anak mereka dapat menjalani pendidikan dengan baik.

“Bapak/Ibu jangan berhiba hati. Lepas mereka, berikan semangat supaya mereka bisa melaksanakan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Untuk menyemangati para penerima beasiswa, Mahyeldi kemudian menceritakan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia menyebut latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Baca Juga:  Hari Pertama Seleksi, Minat Pemain Muda Berseragam PSP Sangat Tinggi, Aciak Amril Apresiasi

“Saya ini sesungguhnya adalah anak seorang buruh angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Alhamdulillah, saat ini bisa menjadi Gubernur,” tuturnya.

Ia berharap kisah tersebut dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak minder dengan latar belakang keluarga. Menurutnya, selama ada kemauan dan kesungguhan untuk belajar, selalu ada jalan untuk meraih cita-cita.

Program SDMPKS merupakan program pendidikan yang didanai BPDPKS bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Dalam pelaksanaannya, APKASINDO turut berperan sebagai fasilitator yang menjembatani masyarakat perkebunan dengan pemerintah, termasuk dalam sosialisasi program, penjaringan calon penerima, hingga pendampingan proses pendaftaran. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.