Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

×

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor foto bersama peserta Rakernas Serikat Pekerja Sucofindo
Singkatnya Gini...
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguasaan kompetensi dan kepemilikan sertifikasi profesi bagi pekerja agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri yang kini tidak lagi hanya mengandalkan ijazah formal.
  • Pemerintah mendorong penguatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga sertifikasi guna menyelaraskan keahlian pekerja dengan standar kebutuhan pasar kerja saat ini.
  • Kemnaker mengimbau penguatan hubungan industrial yang harmonis melalui komunikasi dan musyawarah antara serikat pekerja dengan manajemen demi menjamin keberlanjutan perusahaan serta peningkatan kesejahteraan karyawan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan, perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja memiliki kemampuan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, dan tidak hanya mengandalkan ijazah. 

“Hal ini penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat,” ujar Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026) seperti disampaikan Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan yang diterima Khazminang.id, Kamis (23/4/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikatakan, dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.

Ia menjelaskan, penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi, seperti balai pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 

Program tersebut, tambahnya, mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Baca Juga:  Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Selain itu, Afriansyah Noor juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tempat kerja.

“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

Ia menilai kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ucapnya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.