Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaHeadlineOlahraga

Protes Keras Soal Keputusan Kuota Putaran Nasional Liga 4, PSSI Sumbar Akan Perjuangkan Hak PSPP

×

Protes Keras Soal Keputusan Kuota Putaran Nasional Liga 4, PSSI Sumbar Akan Perjuangkan Hak PSPP

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Singkatnya Gini...
  • PSSI Sumatera Barat melayangkan protes keras kepada PSSI Pusat terkait penetapan kuota putaran nasional Liga 4 yang hanya memberikan satu slot bagi wakil Ranah Minang.
  • Kebijakan tersebut dinilai melanggar Pasal 23 regulasi kompetisi serta mengabaikan format kompetisi penuh yang telah dijalankan secara profesional di wilayah Sumatera Barat.
  • Langkah keberatan ini didukung oleh manajemen klub PSPP Padang Panjang yang menuntut transparansi perhitungan koefisien dan klarifikasi atas kejanggalan distribusi kuota tiket nasional antarprovinsi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – PSSI Sumbar sangat kecewa dengan keputusan PSSI dalam menetapkan kuota lolos ke putaran nasional Liga 4. Kekecewaan induk organisasi sepakbola Ranah Minang ini bukan tanpa alasan, selain tidak punya dasar yang jelas, penetapan kuota juga melabrak regulasi Liga 4 pasal 23.

“Kita sangat kecewa dengan keputusan PSSI soal kuota lolos ke nasional, di mana Sumbar hanya mendapat satu tim yang lolos, padahal kita memutar kompetisi sesuai regulasi. Kita telah melayangkan surat protes ke PSSI, soapnya dasar penetapan juga melanggar regulasi,” ujar PLT PSSI Sumbar Indra Dt Rajo Lelo didampingi PLT Sekum, Hendra Dupa di Padang, Minggu (17/5/26).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Katanya, sebelum melayangkan surat protes ini, PSSI sudah menanyakan langsung ke pihak sekjen dan PSSI Pusat. Namun, jawaban pasti atas dasar penetapan kuota lolos nasional ini tidak jelas.

“Setelah mendapat isu, Sumbar hanya mendapat satu tiket, kami langsung ke Jakarta. Namun, pihak PSSI belum memberi jawaban. Mereka hanya menjawab tunggu aja surat keputusan. Tapi, saat surat keputusan yang

Baca Juga:  Indra Yunaidi dan Joni Effendi Dua Sosok yang Sukses Bawa PSP ke Papan Atas Liga 4 Sumbar

Dikeluarkan tanggal 12 Mei sangat merugikan Sumbar. Di mana kita hanya mendapat jatah satu tim yang lolos,” katanya.

Dijelaskannya, melihat format kompetisi yang digelar di Sumbar, PSSI Sumbar memprediksi ada jatah 3 tim yang akan lolos. Makanya, digelar partai 3 dan 4, untuk menentukan urutan. Prediksi awal bakal ada tiga tim yang lolos, tentu berdasarkan sistem kompetisi yang diputar di Sumbar. Soalnya, kompetisi yang diikuti 10 tim dengan memainkan kompetisi penuh, di mana 10 tim ini saling berhadapan dan tim peringkat pertama hingga ke empat memainkan 12 laga, sedangkan peringkat ke-5 hingga ke-10 memainkan 10 laga.

“Bukan kami membandingkan dengan daerah lain, tapi melihat sistem yang kami buat mungkin pelaksanaan di Sumbar ini termasuk yang terbaik di nasional. Salian pertandingan berjalan aman, kami juga menggelar kompetisi penuh. Jadi kami sebagai penanggung jawab sepakbola di Sumbar langsung melayangkan surat protes,” terangnya.

“Kami akan terus berjuang, agar hak sesuai regulasi bisa kembali ke Sumbar. Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat Sumbar, agar perjuangan kita ini bisa menuai hasil,” tambahnya.

Baca Juga:  Persambi Sumbar Dilantik, Pengurus Jangan Lupa Pembinaan Atlit Usia Muda

Protes yang dilakukan PSSI Sumbar ini juga memperkuat protes yang dilakukan PSPP Padang Panjang ke PSSI Pusat. Di mana dalam surat protes itu, PSSI Sumbar menegaskan banyak kejanggalan dalam penetapan kuota yang lolos ke nasional. Salah satu kejanggalan terlihat, salah satu provinsi hanya diikuti 7 tim dan memainkan 4 laga, bisa meloloskan 2 tim ke putaran nasional.

Sebelumnya, Manajemen PSPP juga mengajukan surat keberatan sekaligus meminta klarifikasi kepada PSSI terkait dasar perhitungan koefisien penentuan tim peserta nasional.

Surat bernomor 33/PSPP-PP/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026 itu ditujukan langsung kepada Ketua Umum PSSI di Jakarta dan ditandatangani Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif.

Dalam surat tersebut, PSPP mempertanyakan keputusan yang membuat mereka gagal lolos, padahal tim telah menjalani kompetisi dengan jumlah pertandingan cukup panjang serta persiapan maksimal sejak awal musim. (faisal budiman)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Berita

Padang, Khazminang.id — Petugas Satpol PP Kota Padang terluka saat berupaya menertibkan seseorang yang diduga berstatus Orang Dalam Gangguan Jiwa…