Padang, Khazminang.id – PSSI Sumbar sangat kecewa dengan keputusan PSSI dalam menetapkan kuota lolos ke putaran nasional Liga 4. Kekecewaan induk organisasi sepakbola Ranah Minang ini bukan tanpa alasan, selain tidak punya dasar yang jelas, penetapan kuota juga melabrak regulasi Liga 4 pasal 23.
“Kita sangat kecewa dengan keputusan PSSI soal kuota lolos ke nasional, di mana Sumbar hanya mendapat satu tim yang lolos, padahal kita memutar kompetisi sesuai regulasi. Kita telah melayangkan surat protes ke PSSI, soapnya dasar penetapan juga melanggar regulasi,” ujar PLT PSSI Sumbar Indra Dt Rajo Lelo didampingi PLT Sekum, Hendra Dupa di Padang, Minggu (17/5/26).
Katanya, sebelum melayangkan surat protes ini, PSSI sudah menanyakan langsung ke pihak sekjen dan PSSI Pusat. Namun, jawaban pasti atas dasar penetapan kuota lolos nasional ini tidak jelas.
“Setelah mendapat isu, Sumbar hanya mendapat satu tiket, kami langsung ke Jakarta. Namun, pihak PSSI belum memberi jawaban. Mereka hanya menjawab tunggu aja surat keputusan. Tapi, saat surat keputusan yang
Dikeluarkan tanggal 12 Mei sangat merugikan Sumbar. Di mana kita hanya mendapat jatah satu tim yang lolos,” katanya.
Dijelaskannya, melihat format kompetisi yang digelar di Sumbar, PSSI Sumbar memprediksi ada jatah 3 tim yang akan lolos. Makanya, digelar partai 3 dan 4, untuk menentukan urutan. Prediksi awal bakal ada tiga tim yang lolos, tentu berdasarkan sistem kompetisi yang diputar di Sumbar. Soalnya, kompetisi yang diikuti 10 tim dengan memainkan kompetisi penuh, di mana 10 tim ini saling berhadapan dan tim peringkat pertama hingga ke empat memainkan 12 laga, sedangkan peringkat ke-5 hingga ke-10 memainkan 10 laga.
“Bukan kami membandingkan dengan daerah lain, tapi melihat sistem yang kami buat mungkin pelaksanaan di Sumbar ini termasuk yang terbaik di nasional. Salian pertandingan berjalan aman, kami juga menggelar kompetisi penuh. Jadi kami sebagai penanggung jawab sepakbola di Sumbar langsung melayangkan surat protes,” terangnya.
“Kami akan terus berjuang, agar hak sesuai regulasi bisa kembali ke Sumbar. Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat Sumbar, agar perjuangan kita ini bisa menuai hasil,” tambahnya.
Protes yang dilakukan PSSI Sumbar ini juga memperkuat protes yang dilakukan PSPP Padang Panjang ke PSSI Pusat. Di mana dalam surat protes itu, PSSI Sumbar menegaskan banyak kejanggalan dalam penetapan kuota yang lolos ke nasional. Salah satu kejanggalan terlihat, salah satu provinsi hanya diikuti 7 tim dan memainkan 4 laga, bisa meloloskan 2 tim ke putaran nasional.
Sebelumnya, Manajemen PSPP juga mengajukan surat keberatan sekaligus meminta klarifikasi kepada PSSI terkait dasar perhitungan koefisien penentuan tim peserta nasional.
Surat bernomor 33/PSPP-PP/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026 itu ditujukan langsung kepada Ketua Umum PSSI di Jakarta dan ditandatangani Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif.
Dalam surat tersebut, PSPP mempertanyakan keputusan yang membuat mereka gagal lolos, padahal tim telah menjalani kompetisi dengan jumlah pertandingan cukup panjang serta persiapan maksimal sejak awal musim. (faisal budiman)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






