Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pempov Sumbar Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal

×

Pempov Sumbar Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id — Pemprov Sumbar dorong pengembangan potensi ekonomi pesantren melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah serta pariwisata halal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pesantren, membuka peluang usaha, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pengembangan ekonomi syariah perlu menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Sumbar, terutama falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, potensi pesantren perlu didukung melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi produktif.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, falsafah ABS-SBK yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu landasan dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Mahyeldi berharap, nilai tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3

Mengusung tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional”, seminar tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran IAEI dalam menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi pengembangan ekonomi syariah. Mahyeldi berharap kepengurusan baru mampu memperluas kontribusi organisasi, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak tokoh ekonomi syariah yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira mengatakan kepengurusan baru memiliki tugas mengonsolidasikan kembali organisasi yang sempat mengalami kevakuman. Ia menilai IAEI perlu memperkuat perannya sebagai wadah pemikiran, penelitian, dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Ahmad Wira menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ia juga mendorong enam komisariat IAEI di Sumbar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi agar lebih aktif mengembangkan penelitian, membangun kader, dan menerapkan gagasan ekonomi syariah di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Baca Juga:  Ramlan : Seluruh Langkah Pemerintah Dilakukan Semata-mata Untuk Menjalankan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Serta Menjaga Aset Milik Daerah

Dalam konteks pemberdayaan pesantren, pengembangan usaha produktif dinilai menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian lembaga. Melalui pendampingan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pengelola, serta perluasan akses pemasaran, aset yang dimiliki pesantren berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan kualitas program, fasilitas, dan layanan agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata.

Penguatan ekonomi syariah melalui pesantren dan pengembangan pariwisata halal membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Melalui kepengurusan baru IAEI Sumbar, kolaborasi pemerintah, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan semakin terarah dalam menghasilkan kajian, rekomendasi, dan program konkret bagi penguatan ekonomi syariah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adpsb)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Dukungan Terus Mengalir, 23 Ton Bantuan dari Kementerian LH untuk Bencana Sumbar