Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pastikan Ketersediaan Rupiah Layak Edar, BI Kirim ERB 2026 ke Mentawai

×

Pastikan Ketersediaan Rupiah Layak Edar, BI Kirim ERB 2026 ke Mentawai

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi diberangkatkan dari Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memastikan ketersediaan uang layak edar serta memperkuat akses layanan keuangan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
  • Sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut diwujudkan melalui pengerahan KRI Kurau-856 yang akan menempuh rute pelayaran sepanjang 505 mil laut selama tujuh hari guna menjangkau lima titik kepulauan di Mentawai.
  • Selain mendistribusikan uang layak edar dan menarik uang lusuh, ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi nasional sepanjang 2026 ini juga mengusung misi edukasi cinta rupiah serta program pemberdayaan bagi pelaku UMKM lokal.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 bergerak menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai dari Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026). Program yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut bertujuan memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah yang melepas rombongan, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan kas hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, keberadaan rupiah di seluruh penjuru negeri tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dan kedaulatan bangsa.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, tantangan geografis Kepulauan Mentawai tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang setara. Karena itu, kolaborasi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi kunci untuk memastikan pelayanan tetap menjangkau masyarakat di daerah kepulauan.

Baca Juga:  Dandim 0304/Agam Gelar Diskusi Dengan Mahasiswa Mengenai Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025

Menurut Mahyeldi, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga memiliki manfaat strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyediaan uang rupiah layak edar, penukaran uang tidak layak pakai, serta edukasi tentang pentingnya mencintai, mengenali, dan merawat rupiah.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan, termasuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T seperti Mentawai,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Komando Daerah Maritim (Kodamar) II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi uang rupiah hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari dengan rute Padang–Siberut (Maileppet)–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan dan kembali ke Padang. Total jarak pelayaran yang ditempuh mencapai sekitar 505 nautical mile (NM).

Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto menjelaskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sumatera Barat merupakan ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi yang dilaksanakan Bank Indonesia sepanjang 2026.

Baca Juga:  Mengangkat Ekowisata Berbasis Budaya: Mahasiswa dan Dosen PNP Perkenalkan Saruaso Ecolodge ke Dunia

Ia menyebutkan, misi utama program tersebut adalah memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.

“Kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi. Karena itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” ujarnya.

Selain menghadirkan layanan kas keliling, Bank Indonesia juga akan melaksanakan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk program pemberdayaan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tujuan ekspedisi. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.