Bukittinggi, khazminang.id- Kami dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas II Padang mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Orari Lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK telah menggelar Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) Non Reguler ke-IV tahun 2026, Minggu (19/7/2026) di SMA Negeri I Ampek Angkek Jalan Lambah-Koto Marapak Nagari Lambah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan pelaksanaan UNAR yang diselenggarakan Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK bekerjasama dengan Balmon SFR Kelas II Padang telah beberapa kali diadakannya di daerah tersebut dan khusus saat ini pada UNAR ke IV ini merupakan permintaan dari Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK. Hal ini disampaikan Adrisoni Ketua Tim Sarana dan Prasarana Monitoring SFR Kelas II Padang di lokasi pelaksanaan UNAR.

Lebih lanjut disampaikannya, kita di Balmon SFR Kelas II Padang tidak ada program untuk pelaksanaan UNAR di Kota Bukittinggi, karena kita diberikan alokasi 1 kali 1 tahun dan itu sudah terlaksana di Orlok Padang Pariaman. Karena tingginya antusias pengguna radio amatir di Bukittinggi Agam untuk mengikuti UNAR, maka kami berusaha untuk bagaimana supaya UNAR ke IV di Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK bisa terlaksana dengan baik.

Dan Alhamdulillah saat ini UNAR yang sesuai permintaan dari pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK terlaksana, walaupun kami dari Balmon SFR Kelas II Padang mohon maaf sekiranya dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan-kekurangan dari segala sisi, ucapnya.

Kata Adrisoni, ada peningkatan dari sisi peserta yang mengikuti UNAR. Mudah-mudahan ini merupakan suatu himbauan dan atau juga sosialisasi yang dilakukan masing-masing pengurus Orari lokal kepada pengguna frekuensi radio yang ada di daerahnya masing-masing. Kita harapkan dengan hal tersebut para pengguna frekuensi ilegal semakin berkurang.
Adrisoni menghimbau kepada pengguna frekuensi radio, bagi yang belum memiliki izin penggunaan frekuensi radio untuk agar dapat mengurus izinnya sesuai dengan aturan Pemerintah yang berlaku. Ini juga akan bermanfaat dalam pengendalian frekuensi radio, karena biasanya yang ilegal-ilegal ini akan berkomunikasi pada frekuensi yang mereka inginkan saja.
Pada akhirnya akan terjadi interferensi kepada pengguna frekuensi radio terutama yang sifatnya emergensi, seperti penerbangan, radar BMKG bisa terganggu. Itu tantangannya adalah nyawa manusia. Maka dari itu kita harapkan pengguna frekuensi radio yang belum ada izin ini akan segera mengurus izinnya, agar mereka paham frekuensi mana yang dibolehkan dan frekuensi mana yang tidak dibolehkan.
Dan bagi pengguna frekuensi yang telah memiliki izin, kita harapkan berkomunikasilah pada range frekuensi yang sudah dialokasikan, jangan sampai nanti frekuensi amatir radio digunakan untuk bisnis, perkantoran dan lainnya. Sedangkan untuk bisnis dan perkantoran itu ada alokasi nya tersendiri, kami mohon kepada pengguna frekuensi radio yang sudah memiliki izin, berkomunikasilah pada alokasi frekuensi yang sudah ditetapkan untuk amatir radio, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi-YB5AJO, menjelaskan, kalau kita adakan di awal tahun sebenarnya banyak peserta yang akan mengikutinya, karena aktivitas-aktivitas adik-adik yang kita bawa dalam operasi tanggap darurat beberapa waktu lalu, kita perkirakan hampir 100 orang yang akan ikut UNAR, tapi karena molor waktu dan ini sudah sampai bulan Juli 2026. Jadi yang bisa kita fasilitasi hari ini hanya sekitar 46 orang yang mengikuti UNAR, terbagi peserta dari Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK sebanyak 37 orang peserta, sebanyak 9 orang peserta dari Orlok Padang Panjang, Pasaman dan Mentawai. Dari 37 orang peserta tersebut, peserta calon amatir radio tingkatan Siaga dengan callsign Yankee Delta (YD) sebanyak 31 orang, tingkatan Penggalang dengan callsign Yangkee Charlie (YC) sebanyak 5 orang dan tingkatan Penegak dengan callsign Yangkee Bravo (YB) 1 orang.
Adapun peserta yang mengikuti UNAR ke IV tahun 2026 ini hampir rata-rata mereka volunteer (relawan) tanggap darurat bencana tahun 2026 yang turut membantu pada bencana alam, dalam penanganan kebencanaan tersebut pihak Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK bekerjasama dengan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), adik-adik Pramuka. Pada kesempatan itu, diberikan sosialisasi tentang radio amatir kepada mereka. Alhamdulillah mereka semuanya tertarik untuk bergabung di Orari.
Kata Syahrul Junaidi, terkait tentang program Orari go to School yang diadakan Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, sebenarnya memang sudah ada pada program kepengurusan. Target kita memang untuk terus menggandeng adik-adik Pramuka yang ada di sekolah tersebut dan kita upayakan untuk bekerjasama, seperti halnya kegiatan JOTA JOTI.
Syahrul Junaidi menyampaikan himbauan bagi kawan-kawan yang mempunyai hobi komunikasi radio, kita dari pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK menyarankan untuk segera mengurus izin amatir radio. Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) 17 tahun 2018 tentang Kegiatan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP). Peraturan ini menetapkan tata cara dan perizinan bagi masyarakat yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi hobi dan bantuan darurat, pungkas Syahul Junaidi. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






