Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pahami Kebutuhan Konsumen, ParagonCorp Perkuat Pengembangan Smart Lab 2.0 Berbasis AI

×

Pahami Kebutuhan Konsumen, ParagonCorp Perkuat Pengembangan Smart Lab 2.0 Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • ParagonCorp memperkuat transformasi riset dan pengembangan melalui implementasi Smart Lab 2.0 yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan presisi serta relevansi ribuan portofolio produk kecantikan bagi konsumen.
  • Pemanfaatan teknologi AI dalam proses formulasi dan color matching terbukti meningkatkan akurasi warna hingga di atas 95 persen serta mempercepat durasi riset hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional.
  • Perusahaan memposisikan AI sebagai instrumen pendukung (co-pilot) untuk menghasilkan inovasi yang lebih inklusif, representatif terhadap keberagaman kulit masyarakat Indonesia, serta mendorong efisiensi dalam industri kosmetik nasional.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id – ParagonCorp memiliki lebih dari 17 brand dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif.  Kompleksitas tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk yang semakin personal, presisi, dan relevan. Menjawab tantangan tersebut, ParagonCorp memperkuat transformasi riset dan pengembangannya melalui pengembangan Smart Lab 2.0, sebuah tahap di mana AI mulai terintegrasi dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

“Di balik setiap produk kecantikan yang sampai ke tangan konsumen Indonesia, terdapat proses panjang yang melibatkan berbagai keputusan ilmiah mulai dari pemilihan bahan aktif, stabilitas formula, hingga pengembangan shade yang sesuai dengan karakteristik kulit konsumennya,” jelas dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dalam siaran pers yang diterima, Senin (11/5/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sari Chairunnisa tampil dengan presentasi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design” pada forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang diselenggarakan oleh PERKOSMI di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Sebagai forum B2B bagi ekosistem bahan baku, formulasi, dan teknologi kosmetik di Indonesia, ICI 2026 menjadi ruang kolaborasi strategis bagi pelaku industri dalam membahas arah masa depan industri kosmetik nasional, termasuk pemanfaatan AI dalam proses riset dan pengembangan.

Baca Juga:  Airbus 330 Lion Air Tiba di Padang, Siap Angkut Jemaah Haji

Transformasi R&D ParagonCorp berlangsung secara bertahap. Perjalanan tersebut dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual, kemudian berkembang menuju Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web, hingga kini memasuki fase Smart Lab 2.0 di mana AI mulai dibangun di atas infrastruktur digital yang telah terintegrasi. Ke depan, ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable,” jelas dr. Sari.

Dalam implementasinya, AI kini telah digunakan di berbagai lini R&D ParagonCorp. Salah satunya melalui AI Color Matching dalam proses formulasi produk kosmetik. Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem ini mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat akurasi lebih dari 95% sekaligus memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60% dibandingkan proses konvensional.

Baca Juga:  Rapat Bamus Membahas dan Menyusun Agenda Kegiatan DPRD Kota Bukittinggi

Pemanfaatan AI juga mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mulai dari skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan ini membantu tim peneliti mengidentifikasi kandidat ingredient yang lebih potensial dan relevan untuk berbagai kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga skin barrier.

Tidak hanya pada percepatan proses riset, pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi ParagonCorp untuk menghadirkan inovasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran. Melalui pembangunan dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, perusahaan dapat mengembangkan shade produk yang lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, mulai dari kategori cushion hingga foundation.

“AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir,” tambah dr. Sari.

Di balik transformasi tersebut, ParagonCorp menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi konsumen dan industri. Dalam implementasinya, AI diposisikan sebagai co-pilot yang membantu tim peneliti bekerja lebih cepat dan lebih terarah, tanpa menggantikan pertimbangan ilmiah maupun tanggung jawab manusia yang menjadi fondasi utama dalam proses pengembangan produk.

Baca Juga:  Sebanyak 157 Peserta Daftar BVK 2026 Meriahkan Event 100 tahun Jam Gadang

“AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” tegas dr. Sari.

Menurut dr. Sari, setiap percepatan yang dihadirkan AI pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi konsumen, mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya.

Partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang terus bertumbuh bersama industri, ParagonCorp percaya bahwa pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia yang semakin personal, inklusif, dan berdaya saing global. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.