Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Komunitas

Nan Tumpah Kunjungi 8 Sekolah di Sumbar, Tampilkan “Selamat Hari Profesi!”

×

Nan Tumpah Kunjungi 8 Sekolah di Sumbar, Tampilkan “Selamat Hari Profesi!”

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Komunitas Seni Nan Tumpah kembali menggelar program tahunan "Nan Tumpah Masuk Sekolah" 2026 dengan mengunjungi delapan sekolah menengah di Sumatra Barat pada 31 Juli hingga 8 Agustus 2026.
  • Selain menyajikan pertunjukan teater "Selamat Hari Profesi" dan musikalisasi puisi, kegiatan ini menghadirkan pelatihan seni pertunjukan komprehensif untuk membuka ruang ekspresi bagi para siswa.
  • Program yang telah berlangsung sejak 2011 dan telah menjangkau lebih dari 40 sekolah ini didukung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang Pariaman — Komunitas Seni Nan Tumpah kembali menjalankan program tahunan Nan Tumpah Masuk Sekolah. Tahun 2026 ini, program yang sudah berlangsung sejak 2011 tersebut akan mengunjungi 8 sekolah menengah di Sumatra Barat masing-masing SMAN 1 Batang Anai, SMAN 2 Batang Anai, MAN 1 Agam, MAN 4 Agam, SMAN 1 Danau Kembar, SMAN 1 Kubung, SMAN 1 Gunung Talang, dan SMAN 1 Lembang Jaya.

“Enam sekolah dipilih melalui proses seleksi, 2 sekolah lainnya diundang karena berlokasi dekat sekretariat KSNT di Korong Kasai. Rangkaian kunjungan berlangsung 31 Juli hingga 8 Agustus 2026,” kata Ketua Komunitas Seni Nan Tumpah, Mahatma Muhammad dalam siaran pers yang diterima.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Menurut Mahatma, program ini lahir dari kesadaran bahwa ruang belajar seni di sekolah masih sangat terbatas. Menurut Mahatma, tujuan utama program ini bukan hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga membangun proses berekspresi yang berkelanjutan.

Sudah 15 tahun kami masuk ke sekolah-sekolah. Yang kami bawa selalu sama: satu pertunjukan, pelatihan dan satu pertanyaan. Pertanyaannya berbeda-beda tergantung tahun pelaksanaannya. Tapi intinya sama:  cerita apa yang ada di kepala anak-anak sekolah menengah, dan apa yang menghalangi mereka untuk mengeluarkannya. Kami bukan guru kesenian. Kami datang, main, melatih, lalu pulang. Yang kami harapkan: setelah kami pulang, ada yang tidak ikut pulang,” ujarnya.

Baca Juga:  Kejati Sumbar Sita Satu Unit Dump Truck dari Kasus Korupsi Perumda PSM

Selama kunjungan, KSNT akan membawakan pertunjukan teater berjudul Selamat Hari Profesi dan penampilan musikalisasi puisi. Pertunjukan musikal ini naskahnya ditulis oleh Karta Kusumah dengan sutradara Desi Fitriana dan Desvy Sagita serta penata musik Tenku Raja Ganesha. Pemain yang akan tampil adalah Cadhla Tri Gunawan, Nadya Sri Novita, M. Fakkur Riski, Daffa Al Zikra, Diah Anggina, dan Hilda Ismia, sebagian besar merupakan remaja dari kelas kolektif seni Kelana Akhir Pekan. Pertunjukan ini turut didukung tim produksi yang terdiri dari Rahmila Wahdera, Olimsyaf Putra Asmara, Erik Ade Pratama, dan David Agustian. Setelah pertunjukan dari KSNT, giliran siswa yang tampil dengan kesenian dari sekolah masing-masing.

Manager Program KSNT, Fajry Chaniago, menjelaskan bahwa sesi pelatihan menjadi bagian penting dari program ini. Menurutnya, siswa tidak dibiarkan hanya jadi penonton, sehingga begitu pertunjukan usai, mereka langsung diajak masuk ke sesi pelatihan yang mencakup dasar-dasar penulisan lakon dan cerita, penciptaan musikalisasi puisi, dasar-dasar pemeranan, dasar-dasar koreografi, hingga pengantar penyutradaraan. “Kami sengaja bikin materinya lengkap, dari menulis sampai olah tubuh sampai musik, karena kami tidak pernah tahu dari sisi mana siswa bakal tertarik. Ada yang ternyata jago menulis, ada yang justru lebih pede olah tubuh daripada bicara di depan kelas. Makanya semua pintu kami buka,” kata Fajry.

Baca Juga:  Tunjukkan Komitmennya, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serahkan Baju Batik untuk Guru dan ASN Dinas Pendidikan

Program Nan Tumpah Masuk Sekolah merupakan bentuk komitmen Komunitas Seni Nan Tumpah dalam memperluas jangkauan ekosistem yang sedang diusahakan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah. Semakin banyak sekolah yang dikunjungi, semakin luas pula jejaring yang terjalin. Tahun ini, pelaksanaan NTMS didukung oleh program fasilitasi bagi komunitas sastra dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sejak 2011, Nan Tumpah Masuk Sekolah telah mengunjungi lebih dari empat puluh sekolah di Sumatra Barat, dari Padang hingga Kepulauan Mentawai, dari Pasaman Barat hingga Sijunjung. Di antara sekolah-sekolah yang pernah dikunjungi: SMA N 1 Siberut Selatan, SMA Lentera Mentawai, SMA S Al Istiqomah Pasaman Barat, SMK N 4 Sijunjung, SMA Plus INS Kayutanam, SMA N 1 Padang Panjang, SMA N 1 Payakumbuh, dan puluhan lainnya.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan kegiatan NTMS 2026 dapat diikuti melalui media sosial resmi Komunitas Seni Nan Tumpah dan Nan Tumpah Masuk Sekolah. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Seminar Seni Petunjukan KABA festival X: Transformasi Seni Pertunjukan Adalah Keharusan