Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Menaker Yassierli Tekankan agar Lulusan Pelatihan Vokasi Siap Masuk Dunia Kerja

×

Menaker Yassierli Tekankan agar Lulusan Pelatihan Vokasi Siap Masuk Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang dengan skema link and match guna memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
  • Pelaksanaan PVN Batch I 2026 diikuti oleh 10.405 peserta di berbagai wilayah Indonesia, dengan target total mencapai 70.000 peserta sepanjang tahun anggaran 2026 yang diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat.
  • Seluruh peserta mendapatkan fasilitas pelatihan gratis, perlindungan jaminan sosial, serta sertifikat kompetensi dari BNSP sebagai upaya meningkatkan daya serap tenaga kerja dan kesiapan memasuki dunia industri.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bandung, Khazminang.id – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan, Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta siap memasuki dunia kerja.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/4/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan yang diterima Khazminang.id, Minggu malam (19/4/2026) dijelaskan, program ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Khusus di BBPVP Bandung, pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 512 peserta yang mengikuti berbagai pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Baca Juga:  BRI RO Padang Berbagi Bahagia dengan Anak-anak Panti Asuhan Jasmin

Berbagai pelatihan yang diikuti peserta di BBPVP Bandung meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Pelatihan juga dilaksanakan melalui skema project-based learning pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas (smart building).

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BBPVP Bandung telah menyiapkan seluruh fasilitas, sarana prasarana, dan instruktur secara optimal guna menunjang pelatihan berbasis industri.

Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai manfaat, mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk skema tertentu, peserta juga mendapatkan fasilitas asrama.

Yassierli menambahkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kemnaker menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN dan diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Baca Juga:  Satpol PP Tertibkan Kafe Karaoke yang Tetap Buka di Bulan Ramadan