Bukittinggi, khazminang.id- Untuk pemantapan anggota Orari lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK dalam penanganan kedaruratan kebencanaan, puluhan anggota Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK yang tergabung pada relawan CORE mengikuti pelatihan Pendidikan Dasar (Diksar) Communications & Rescue (CORE) dan Manajemen Bencana, kegiatan ini diadakan pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Minggu (26/7/2006) di sekretariat setempat yang dihadiri Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi,SH-YB5AJO serta jajarannya. Sebagai pemateri Ichwan Pratama Danda-YCAXC dan Wasino-YC5LCZ, moderator Mairido Saputra Ridho-YC5AF, ketiganya pengurus Orlok Bukittinggi-Agam-YH5AK.
Pada sambutan pembukaan pelatihan ini, Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi, SH-YB5AJO, menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk perjuangan kita dalam membantu dan menolong jiwa kemanusiaan dari sisi Communications & Rescue (CORE). Acara pelatihan kita ini adalah pelatihan tahap ke II melanjutkan tahap ke I yang nantinya sampai pada tahap ke III yaitu latihan gabungan tim pelopor dan tim group A serta pemantapan, dan termasuk pembaiatan (proses atau upacara pengucapan sumpah setia, janji patuh, dan pengukuhan resmi kepada tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK)
Lebih lanjut disampaikanya kegiatan ini berdasarkan secara prosedure, karena untuk pembentukan Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK ada 3 tahapan harus diikuti relawan, yaitu tahapan I yang sudah dilaksanakan tahun 2025 adalah pelatihan tentang teknik radio, sedangkan tahapan ke II ini yang sedang berlangsung adalah tentang Standard Operating Procedure (SOP) kebencanaan (manajemen posko bencana) dan SOP komunikasi DX (komunikasi jarak jauh) Internasional.

Untuk kegiatan hari ini pelatihan Diksar tahap ke II kita titik beratkan pada manajemen posko kebencanaan, di dalam komunikasi kebencanaan itu, kita menyampaikan berita singkat, padat dan pasti, jadi tidak ada bahasa kemungkinan-kemungkinan. Pemateri akan menerangkan isi-isi dari laporan-laporan kebencanaan dan menjelaskannya secara terperinci dan juga ada penilaian dari pemateri, ucapnya.
Operator radio di dalam komunikasi bencana pada posko-posko, kita tidak serta merta hanya komunikasinya saja, kita dalam Tim lapangan saling dukung mendukung, seperti pada bagian dapur umum, bagian distribusi dan bagian-bagian lainnya saling bekerjasama dan dalam istilah di agama adalah semuanya mendapat pahala yang sama dalam menjalankan sisi kemanusiaan. Koordinator lapangan (Korlap) akan menentukan bagian-bagian posisi personil di lapangan sesuai dengan keahlian personil pada bidangnya masing-masing.

Diharapkan semua peserta pelatihan Diksar CORE dapat mengikutinya dengan seksama, mulai dari tahap I hingga tahap ke III, sehingga nantinya menjadi Tim CORE yang dapat diandalkan. Untuk peduli keaktivitasan terhadap kebencanaan tidak lepas dari panggilan jiwa yang secara dari dalam hati sanubari, artinya kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan terhadap terjadinya kebencanaan dan ini disebut sebagai relawan kebencanaan pada CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK.
Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap organisasi dan berbuat ada wadahnya yaitu Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, kita memperlihatkan kepedulian kepada warga masyarakat dan menolong serta membantu dengan kekompakan secara panggilan jiwa.
Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi,SH-YB5AJO serta jajarannya ada suatu rencana program selain peduli terhadap kebencanaan, yaitu kegiatan peduli terhadap sosial keagamaan dengan membersihkan Masjid maupun kegiatan peduli kemasyarakatan dengan melakukan gotong royong terhadap kebersihan lingkungan, pungkas Syahrul Junaidi-YB5AJO.

Sedangkan pemateri Ichwan Pratama Danda-YCAXC memaparkan tentang Manajemen Bencana peserta pelatihan, meliputi, Kehadiran, Keseriusan, Pemahaman materi, Pemahaman praktek, Pra Postes, Postes, Hasil penilaian evaluasi akhir. Selain itu juga interaktif dan pertanyaan-pertanyaan dengan peserta pelatihan mengenai Manajemen Bencana.

Terkait bagaimana menjadi operator radio Net Control Station (NCS) dan SOP komunikasi DX (komunikasi jarak jauh) Internasional diuraikan penjelasannya oleh Wasino-YC5LCZ.
Peserta yang mengikuti pelatihan Diksar tahap ke II CORE dan Manajemen Bencana sangat antusias dan serius sampai akhir kegiatan pelatihan, mendengarkan penjelasan-penjelasan yang disampaikan dua orang pemateri. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






