Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
EkonomiDaerahOpini

Segenggam Beras, Sejuta Manfaat: Program Nagari Pangian Bersama Mahasiswa KKN UNP

×

Segenggam Beras, Sejuta Manfaat: Program Nagari Pangian Bersama Mahasiswa KKN UNP

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Nagari Pangian meluncurkan program sosial "Beras Genggam" untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan mengajak warga menyisihkan segenggam beras setiap kali memasak.
  • Para relawan bersama mahasiswa KKN UNP mengumpulkan beras dari rumah warga di enam jorong setiap hari Jumat untuk didistribusikan secara berkala setiap tiga minggu.
  • Hasil pengumpulan beras disalurkan langsung sebagai bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan, sementara sebagian lagi dijual untuk mendanai sektor pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

 

Oleh: Tim KKN UNP Nagari Pangian 2026

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Hanya segenggam beras! Bagi sebagian orang, jumlah itu mungkin terlihat kecil namun, di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, segenggam beras yang disisihkan warga setiap kali memasak telah menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

Dari kebiasaan sederhana tersebut lahirlah program Beras Genggam, sebuah gerakan sosial yang mengajak masyarakat untuk saling berbagi demi membantu warga yang membutuhkan.

Beras Genggam merupakan salah satu program sosial yang dilaksanakan di Nagari Pangian sebagai upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong dan tradisi saling membantu yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Melalui program ini, setiap keluarga secara sukarela menyisihkan segenggam beras setiap kali akan memasak. Beras yang terkumpul kemudian dikelola oleh Pemerintah Nagari bersama para relawan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program Beras Genggam diluncurkan oleh Pemerintah Nagari Pangian sejak April 2025 sebagai upaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang pernah tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan kepedulian antarwarga.

Pada laman resmi website Nagari Pangian, Wali Nagari Pangian, Hjrah Adi Sukrial menyatakan program tersebut sebenarnya bukan hal yang baru, namun kearifan lokal yang telah lama hilang dan dan untuk masa sekarang pemerintah nagari menyempurnakan dengan pola dan manajemen yang lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan artikel yang dimuat di laman resmi Nagari Pangian, Program Beras Genggam juga terinspirasi dari budaya jimpitan yang sebelumnya dikenal dalam kegiatan PKK dan kelompok dasawisma.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah inovasi sosial yang diikutsertakan dalam perlombaan tingkat provinsi dan berhasil meraih penghargaan sebelum akhirnya diluncurkan sebagai program unggulan Nagari Pangian.

Baca Juga:  Mahyeldi Dorong Pelabuhan Teluk Tapang Jadi PSN, Siap Jadi Gerbang Ekonomi Pantai Barat Sumatera

Pemerintah nagari Pangian sangat optimism terhadap keberhasilan program tersebut karena  partisipasi masyarakat sangat tinggi dan menjadi kekuatan utama dalam keberlangsungan Program Beras Genggam.

Di mata warga,  Reni (40) yang telah mengikuti program ini sejak pertama kali dilaksanakan, program ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sedang sakit, kurang mampu, maupun mereka yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Dukungan masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Program Beras Genggam tidak hanya menjadi gerakan sosial, tetapi juga menjadi wujud nyata budaya gotong royong yang terus hidup di Nagari Pangian.

Pelaksanaan Program Beras Genggam dimulai dari kebiasaan sederhana masyarakat, yaitu menyisihkan segenggam beras setiap kali akan memasak. Beras tersebut dimasukkan ke dalam toples atau wadah yang telah disediakan oleh para relawan, kemudian dikumpulkan secara berkala.

Menurut Ibu Marlina, meskipun dalam sehari masyarakat memasak lebih dari satu kali, warga tetap menyisihkan segenggam beras sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Setiap hari Jumat, para relawan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan beras yang telah disisihkan.

“Setelah satu minggu, tepatnya pada hari Jumat, para relawan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan beras yang telah disisihkan masyarakat,” ujar Ibu Marlina, relawan Program Beras Genggam.

Pengumpulan dilakukan di enam jorong yang ada di Nagari Pangian, yaitu Jorong Patameh, Jorong Tago Palange, Jorong Lubuak Batang, Jorong Koto Kaciak, Jorong Sawahan, dan Jorong Koto Gadang. Selama periode 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, kegiatan pengumpulan beras turut didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP). Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, Pemerintah Nagari, para relawan, dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan Program Beras Genggam.

Baca Juga:  Warga Payakumbuh Timur Antusias Sampaikan Aspirasi Saat Reses Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar

Setelah seluruh beras terkumpul, beras dibawa ke Kantor Wali Nagari untuk ditimbang, didata, dan dihimpun sebagai persediaan bantuan. Berdasarkan penjelasan Ibu Marlina, penyaluran bantuan dilakukan setiap tiga minggu sekali. Sebagian beras disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, sedangkan sebagian lainnya dijual.

“Hasil penjualan beras dimanfaatkan untuk membantu bidang kesehatan, pendidikan, pangan abadi, kegiatan sosial, serta operasional relawan,” jelas Ibu Marlina.

Dana hasil penjualan tersebut kemudian digunakan sesuai ketentuan program untuk mendukung berbagai kegiatan sosial di Nagari Pangian.

Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan hasil pemantauan para relawan ketika melakukan pengumpulan beras dari rumah ke rumah. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap, mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, serta warga yang sedang sakit atau berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan.

Untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, bantuan umumnya diberikan secara bergantian, sementara masyarakat yang memiliki kondisi khusus tetap memperoleh bantuan secara berkelanjutan.

Agar program tetap berjalan dengan baik, Pemerintah Nagari Pangian bersama para relawan secara rutin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Beras Genggam di setiap jorong. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memantau jumlah beras yang terkumpul, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta mencari solusi agar program dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, bantuan diberikan kepada warga yang mengalami kesulitan membiayai pendidikan, termasuk mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah. Sementara itu, pada bidang kesehatan, dana program dimanfaatkan untuk membantu biaya pendampingan maupun pengobatan masyarakat yang sedang menjalani perawatan. Salah satu penerima manfaat bahkan memperoleh bantuan biaya pengobatan rutin setiap bulan melalui program ini.

Baca Juga:  Safari Ramadan ke Masjid Jamiatul A'la, Doni Harsiva Yandra Tekankan Pentingnya Percepatan Penanganan Sungai Batang Bayang

Lebih dari sekadar memberikan bantuan, Program Beras Genggam juga berhasil menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Tingginya partisipasi warga dalam menyisihkan segenggam beras setiap kali memasak menunjukkan bahwa budaya saling membantu masih tumbuh kuat di Nagari Pangian.

Keberadaan Program Beras Genggam juga menjadi bentuk ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Beras yang terkumpul secara rutin menjadi cadangan bantuan yang dapat segera disalurkan ketika terjadi bencana maupun keadaan mendesak lainnya.

Ke depan, Program Beras Genggam diharapkan terus berkembang melalui dukungan seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan pemerintah nagari, para relawan, masyarakat, serta mahasiswa KKN UNP  dalam kegiatan pendampingan dan dokumentasi program menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat keberlanjutan program.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Program Beras Genggam diharapkan tetap menjadi gerakan sosial yang mampu membantu masyarakat sekaligus melestarikan nilai gotong royong di Nagari Pangian.

Komitmen untuk menjaga keberlangsungan Program Beras Genggam juga disampaikan oleh para relawan. Mereka berharap program ini terus mendapat dukungan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

Sejalan dengan tujuan awal Pemerintah Nagari Pangian, Program Beras Genggam bukan sekadar gerakan mengumpulkan beras, melainkan upaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang mengajarkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi.

Dari segenggam beras yang disisihkan setiap kali memasak, tumbuh harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Program Beras Genggam menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.