Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
EkonomiHeadline

Mahyeldi Dorong Pelabuhan Teluk Tapang Jadi PSN, Siap Jadi Gerbang Ekonomi Pantai Barat Sumatera

×

Mahyeldi Dorong Pelabuhan Teluk Tapang Jadi PSN, Siap Jadi Gerbang Ekonomi Pantai Barat Sumatera

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi menemui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengusulkan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
  • Kawasan Pelabuhan Teluk Tapang diproyeksikan menjadi Smart Green Industrial Port City guna menekan biaya logistik komoditas sawit, mendorong hilirisasi industri, serta mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Teluk Bayur.
  • Selain pelabuhan, Pemprov Sumbar juga mendorong dua agenda strategis lainnya, yakni percepatan reaktivasi jaringan kereta api dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk menopang kawasan industri hijau.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazanah – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pemerintah pusat menetapkan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pelabuhan yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera itu dinilai memiliki posisi sangat strategis untuk menjadi pintu gerbang baru investasi, logistik, dan industri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Pelabuhan Teluk Bayur.

Usulan tersebut menjadi agenda utama yang disampaikan Mahyeldi saat beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Menurut Mahyeldi, pengembangan Teluk Tapang bukan hanya menjadi kebutuhan Sumatera Barat, tetapi juga memiliki arti penting bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Pantai Barat Sumatera. Karena itu, pembangunan pelabuhan tersebut perlu didorong melalui skema PSN agar memperoleh dukungan penuh pemerintah pusat dari sisi perencanaan, pembiayaan, hingga percepatan pelaksanaan.

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi.

Pemprov Sumbar mengusulkan kawasan Teluk Tapang dikembangkan menjadi Smart Green Industrial Port City atau Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan laut modern.

Baca Juga:  Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir, Sertifikasi Tanah Wakaf Melonjak 206 Persen

Keberadaan pelabuhan tersebut diyakini akan memperkuat daya saing Sumatera Barat sebagai salah satu simpul logistik nasional di wilayah barat Indonesia. Selain melayani distribusi barang dari Sumbar, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi pintu ekspor dan distribusi bagi sejumlah daerah di Pantai Barat Sumatera, termasuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Posisi geografis Teluk Tapang juga dinilai sangat strategis karena berada dekat dengan sentra produksi komoditas unggulan daerah. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. Selama ini sebagian besar hasil perkebunan masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur untuk kegiatan ekspor maupun distribusi antardaerah, sehingga biaya logistik relatif tinggi.

Dengan hadirnya pelabuhan baru, biaya angkut komoditas diperkirakan dapat ditekan, rantai distribusi menjadi lebih efisien, serta mampu menarik investasi baru di sektor industri pengolahan.

Mahyeldi menjelaskan, kawasan industri yang dirancang di Teluk Tapang akan diarahkan untuk pengembangan berbagai industri strategis, antara lain kilang minyak (oil refinery) serta industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah (CPO). Pengembangan industri hilir tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Sumatera Barat, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Baca Juga:  Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Ini Syarat dan Batasannya

“Pengembangan Teluk Tapang bukan hanya membangun pelabuhan, tetapi membangun sebuah pusat ekonomi baru yang terintegrasi antara pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik nasional,” ujarnya.

Selain mengusulkan pengembangan Teluk Tapang sebagai PSN, Mahyeldi juga menyampaikan dua agenda strategis lainnya, yakni percepatan reaktivasi jaringan kereta api di Sumatera Barat dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Menurutnya, reaktivasi jalur kereta api akan memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan komoditas, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata.

Sementara itu, percepatan pengembangan energi bersih dinilai penting untuk menopang kawasan industri hijau yang akan dibangun. Sumatera Barat memiliki potensi besar pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, panas bumi hingga tenaga surya, yang sejalan dengan target transisi energi nasional.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyiapkan berbagai program pembangunan jangka panjang.

Airlangga menyatakan pemerintah pusat akan mengkaji seluruh usulan tersebut sesuai mekanisme perencanaan dan kewenangan yang berlaku.

Baca Juga:  Monitoring BNPT: Dengan Keterbatasan Anggaran FKPT Sumbar Tetap Laksanakan Program

Audiensi itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, memperluas kawasan industri, memperkuat konektivitas transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala DPMPTSP Luhur Budianda, Kepala Dinas Perkimtan Ahdiyarsyah, Kepala Dinas Kehutanan Ferdinal Martin, Kepala Dinas ESDM Helmi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Fauzan Zaenon.

Berita ini disusun dengan menempatkan nilai strategis Pelabuhan Teluk Tapang sebagai fokus utama, sehingga pembaca sejak awal memahami mengapa pelabuhan tersebut layak diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN): bukan sekadar membangun pelabuhan, tetapi membangun hub logistik, kawasan industri hijau, dan gerbang ekonomi baru di Pantai Barat Sumatera yang berdampak bagi Sumatera Barat maupun provinsi-provinsi sekitarnya. (Eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.