Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Hiburan

Konspirasi Ulek

×

Konspirasi Ulek

Sebarkan artikel ini

Oleh: TEDDY CHANIAGO

BEBERAPA hari belakangan, tak terdengar gelak tawa ataupun senda gurau dari lepau Tek Upik.

‎Tak seperti biasanya, kedai yang berada di ujung lebuh itu terlihat agak tenang. Bahkan cericit burung gereja yang biasa hinggap di atas atap rumbia lepau tersebut pun tak tampak.

‎Bahkan belaian angin yang kerap membuat seisi lepau lelap-lelap ayam pun, seakan enggan untuk menenangkan pikiran dan bathin yang lagi galau.

‎Lantas timbul pertanyaan, kenapa makhluk lepau bermuram durja? Ternyata semua berasal dari isu tak bertanggung jawab dari Upiak Lesuik dan Upiak Abu terkait ramainya pengunjung yang berbelanja di lepau Tek Upik.

‎”Dari info yang saya dengar, lepau tersebut berpemanis. Lihat saja pengunjungnya betah berlama-lama di sana,” ujar Upiak Lesuik ke Upiak Abu.

‎”Coba lihat, yang dijual hanya kopi, teh, teh talua dan gorengan dan paling hebat mie goreng dan mie rebus. Apa hebatnya,” begitu cerita ulek yang ditebar Upiak Lesuik.

‎Upiak Abu yang telah disogok dengan lontong gulai pakis, awalnya tidak percaya. Sebab, menurutnya tak mungkin Tek Upik melakukan hal itu.

‎Namun keyakinan janda beranak dua itu, lambat laun terkikis, apalagi setiap ketemu dengan Upiak Lesuik, cerita yang sama selalu didengarnya.

‎Slow but sure, eh istilah apa pula ini. Yang pasti Upiak Abu mulai terperdaya dan percaya. Sebab, pengunjung lepau Tek Upik terus saja mengalir bak air bah.

‎Meski cerita yang ditebar adalah fitnah dan pencemaran nama baik, namun Tek Upik belum mengambil keputusan untuk melanjutkan laporan ke kantor Inspektur Ladu Singh.

‎Walau pengunjung lepaunya tak berkurang, namun rasa kecewanya pada Upiak Lesuik dan Upiak Abu makin bertambah.

‎”Entah apa yang kurang dengan saya. Mungkin saya lebih cantik dari dia, sehingga dia membuat cerita yang tidak-tidak,” Tek Upik menyampaikan isi hatinya.

‎Apa yang dikatakan Tek Upik bukan cerita hoax, Upiak Lesuik dan kawan-kawan memang sering berutang di lepau Tek Upik.

‎Skenario dan konspirasi yang dibangun Upiak Lesuik dengan cerita uleknya. Meski membuatnya tertawa, justru membuat publik semakin tidak menyukainya.

‎Sebab konspirasi ulek tak cocok untuk orang lepau. Namun hanya cocok untuk bangsa ulek. ***


‎BEBERAPA hari belakangan, tak terdengar gelak tawa ataupun senda gurau dari lepau Tek Upik.

‎Tak seperti biasanya, lepau yang berada di ujung lebuh itu terlihat agak tenang. Bahkan cericit burung gereja yang biasa hinggap di atas atap rumbia lepau tersebut pun tak tampak.

‎Tak hanya itu, belaian angin yang kerap membuat seisi lepau lelap-lelap ayam pun, seakan enggan untuk menenangkan pikiran dan bathin penghuni lepau yang sedang galau.

‎Lantas timbul pertanyaan, kenapa makhluk lepau bermuram durja?

‎Ternyata semua berasal dari isu tak bertanggung jawab dari Upiak Lesuik Upiak Abu terkait ramainya pengunjung yang berbelanja di lepau Tek Upik.

‎”Dari info yang saya dengar, lepau tersebut berpemanis. Lihat saja pengunjungnya betah berlama-lama di sana,” ujar Upiak Lesuik ke Upiak Abu.

‎”Coba lihat, yang dijual hanya kopi, teh, teh talua dan gorengan dan paling hebat mie goreng dan mie rebus. Apa hebatnya,” begitu cerita ulek yang ditebar Upiak Lesuik.

‎Upiak Abu yang telah disogok dengan lontong gulai pakis, awalnya tidak percaya. Sebab, menurutnya tak mungkin Tek Upik melakukan hal itu.

‎Namun keyakinan janda beranak dua itu, lambat laun terkikis, apalagi setiap bertemu dengan Upiak Lesuik, cerita yang sama selalu didengarnya.

‎Slow but sure, eh istilah apa pula ini. Yang pasti Upiak Abu mulai terperdaya dan percaya. Sebab, pengunjung lepau Tek Upik terus saja mengalir bak air bah dan semuanya berjenis kelamin laki-laki.

‎Meski cerita yang ditebar adalah fitnah dan pencemaran nama baik, namun Tek Upik belum mengambil keputusan untuk melanjutkan laporan ke kantor Inspektur Ladu Singh.

‎Walau pengunjung lepaunya tak berkurang, namun rasa kecewanya pada Upiak Lesuik dan Upiak Abu makin bertambah.

‎”Entah apa yang kurang dengan saya. Mungkin saya lebih cantik dari dia, sehingga dia membuat cerita yang tidak-tidak,” Tek Upik menyampaikan isi hatinya.

‎Apa yang dikatakan Tek Upik bukan cerita hoax, Upiak Lesuik dan kawan-kawan memang sering berutang di lepau Tek Upik.

‎Skenario dan konspirasi yang dibangun Upiak Lesuik dengan cerita uleknya. Meski membuat Upiak Lesuik tertawa, justru membuat publik semakin tidak menyukainya.

‎Sebab konspirasi ulek tak cocok untuk orang lepau. Namun hanya cocok untuk bangsa ulek.

‎”Itulah, kalau kepala gedang tak diasah, menyalahkan orang saja yang bisa. Mungkin Upiak Lesuik tak sadar akan akibat yang akan diterima jika Etek membuat laporan ke kantor Inspektur Ladu Singh,” Malanca memberikan pendapatnya dengan bijak.

‎Entah latah atau pikirannya sedang jernih siang itu, Sutan Pamenan pun turut berkomentar dengan analisa yang cukup bernas.

‎”Kalau sebuah info hanya dikarang-karang untuk memanaskan suasana, jelas itu sebuah pelanggaran hukum. Upiak Lesuik tak hanya bisa dijerat dengan pasal tentang fitnah, pun pasal pencemaran nama baik dan menyebarkan informasi bohong,” ucapnya.

‎Ternyata, persoalan yang disebar Upiak Lesuik dan koleganya, tak hanya membuat nama Etek Upik rusak, ternyata juga memperkeruh suasana di negeri tersebut. ***

Baca Juga:  PPSI Sumbar dan Art Manajemen Sendratasik 24 UNP Gelar Festival Pencak Silat Tradisi: Angkat Menjaga Warisan Menghidupkan Ekspresi

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Berita

Padang, Khazanah — Hotel Santika Premiere Padang sukses menyelenggarakan SAMANTA (Santika Menari Nusantara) 2026 pada Minggu, 16 Agustus 2026. Mengusung…