Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Jon Edwar, S.T. Perhatikan Dunia Pendidikan Generasi Masa Depan Bangsa

×

Jon Edwar, S.T. Perhatikan Dunia Pendidikan Generasi Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Jon Edwar, S.T. Anggota DPRD Kota Bukittinggi saat menyampaikan sambutan
Singkatnya Gini...
  • Anggota DPRD Kota Bukittinggi Jon Edwar menyerap aspirasi warga Dapil Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) terkait urgensi pemenuhan fasilitas sanitasi sekolah, pengadaan perangkat digitalisasi pendidikan, serta penyelesaian pembangunan dinding penahan tanah untuk mencegah risiko longsor di lingkungan sekolah.
  • Jon Edwar mendesak Dinas PUPR untuk segera merealisasikan solusi penanganan banjir kronis di Nagari Kapala Koto dan genangan air di area Masjid Jami Tigo Baleh melalui peninjauan kembali kapasitas drainase yang sudah tidak memadai.
  • Pemerintah Kota Bukittinggi diminta meningkatkan ketegasan dalam menertibkan praktik parkir liar dan aktivitas pedagang di sekitar kawasan flyover guna mengurai kemacetan lalu lintas serta menjaga ketertiban umum.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Jon Edwar, S.T. melakukan kegiatan reses perorangan Anggota DPRD Kota Bukittinggi Masa Sidang II Tahun 2025/2026 Daerah Pemilihan (Dapil) Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kamis (30/4/2026) di lapangan Volly Pakan Labuah Kelurahan Pakan Labuah Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) dihadiri Camat ABTB diwakili, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, SKPD terkait dan ratusan warga masyarakat.

Kepada wartawan setelah kegiatan reses, Jon Edwar mengatakan, aspirasi warga masyarakat menyampaikan tentang dunia pendidikan. Masalah ini tentu kita harus sikapi untuk masa depan generasi penerus bangsa dan Negara, kita sebagai lembaga Pemerintahan, dunia pendidikan merupakan salah satu urusan wajib di Pemerintahan, ini perlu perhatian khusus bagi kita semua dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan proses belajar mengajar.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam hal ini apa yang disampaikan warga masyarakat juga menyangkut terhadap fasilitas pendidikan, baik itu ruang belajar dan pendukung lainnya, seperti kesediaan kamar mandi atau toilet (WC) yang representatif. Terutama yang mencuat yang disampaikan warga masyarakat masalah Sekolah Dasar (SD) 07 Pakan Labuah dengan jumlah muridnya sebanyak 330 orang, toiletnya hanya ada 6 unit dan yang layak hanya 3 unit.

Baca Juga:  Jabat Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Menteri Nusron Dorong Solidaritas dan Keadilan Sosial

Artinya ini memang satu persoalan yang sangat krusial dalam menghadapi kenyamanan, keamanan dan ketentraman anak-anak didik untuk belajar. Dan kini dunia pendidikan semakin maju dengan adanya teknologi digitalisasi, jadi proses belajar mengajar mengarah pada penggunaan digitalisasi, artinya sekolah-sekolah yang ada di daerah kita ini, kesiapan dan ketersediaan perangkat digitalisasi sangat minim sekali.

Warga masyarakat meminta kepada kami agar perangkat digitalisasi (perangkat komputer) disediakan di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesegera mungkin yang gunanya nanti untuk menunjang proses belajar mengajar, dan anak-anak didik dapat menggunakannya di sekolah.

Selain itu juga adanya dam tebing di sebelah utara SMP Negeri 7 belum maksimal (belum selesai pekerjaannya), warga masyarakat mengusulkan untuk segera dimaksimalkan untuk mencegah agar tidak terjadi longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi. Jika seandainya terjadi longsor, akan mengakibatkan rusaknya infrastruktur di sekolah dan dikuatirkan runtuhnya bangunan sekolah.

Kami sangat prihatin dengan dunia pendidikan masa kini, semua permasalahan yang disampaikan warga masyarakat terhadap dunia pendidikan akan kami bahas bersama-sama Anggota Komisi di dalam gedung parlemen guna mencari solusinya, ucap Jon Edwar.

Baca Juga:  Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Ini Syarat dan Batasannya

Terkait masalah banjir di Pakan Labuah tepatnya di Nagari Kapala Koto, setiap reses ini selalu mencuat timbul pertanyaannya, tapi sampai saat ini realisasi belum ada tindak lanjutnya untuk penyelesaian persoalan ini. Kita akan duduk bersama lagi dengan Dinas PUPR guna mencarikan solusi supaya tidak terjadi genangan air di waktu hujan yang menjadi penyebab kerugian bagi warga masyarakat.

Dan di depan Masjid Jami Tigo Baleh, jika hujan terjadi genangan air yang cukup tinggi. Ini akan kita survei ke lapangan untuk melihat apa penyebabnya terjadi genangan air tersebut, apakah dimensi drainasenya tidak sesuai dengan debit air dalam kondisi sekarang ini.

Mengenai kemacetan lalu lintas di sekitar jembatan fly over, pihak terkait yang tergabung dalam Trantibum (Ketentraman dan Ketertiban Umum) harus tegas dalam menjalankan tugasnya untuk penertiban parkir kendaraan diatas jembatan maupun di bawah jembatan fly over begitu juga pedagang yang berjualan di tepi jalan, sehingga tidak terjadi kemacetan lalu lintas, pungkas Jon Edwar politisi fraksi partai Golkar. (Iwin SB)

Baca Juga:  Final Liga 4 Sumbar, Indra Yunaidi: Waspada Kebangkitan PSPP, PSP Harus Tetap Fokus

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.