Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

FJPI Gandeng Hukumonline, Anggota Dapat Akses Gratis AI untuk Literasi Hukum

×

FJPI Gandeng Hukumonline, Anggota Dapat Akses Gratis AI untuk Literasi Hukum

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menjalin kerja sama strategis dengan Hukumonline untuk memberikan akses gratis platform kecerdasan buatan AIlex bagi seluruh anggota FJPI di Indonesia.
  • Kemitraan ini bertujuan meningkatkan literasi hukum jurnalis perempuan guna memitigasi risiko kriminalisasi dan perundungan siber, serta memperjuangkan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan di industri media.
  • Pemanfaatan teknologi AIlex diharapkan mampu meningkatkan kapasitas riset jurnalistik yang akurat dan berperspektif keadilan gender bagi ratusan jurnalis perempuan di 18 cabang FJPI.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Surabaya, Khazminang.id – Guna memperkuat literasi hukum dan memberikan pelindungan bagi jurnalis perempuan di Indonesia, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menjalin kerja sama strategis dengan Hukumonline. Melalui kemitraan ini, Hukumonline memberikan akses gratis ke platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik mereka, AIlex untuk seluruh anggota FJPI di berbagai daerah.

Penandatangan kerja sama antara Hukumonline dan FJPI dilakukan oleh Chief Content Officer Hukumonline, Robert Sidauruk dan Sekretaris Jenderal FJPI Tri Ambarwatie, Senin (27/07/2026) di Surabaya dan dihadiri sejumlah Pengurus Pusat FJPI dan anggota FJPI Jawa Timur serta staf Hukumonline.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Peluncuran kerja sama ini menjadi langkah krusial di tengah kompleksnya tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, baik dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan maupun dalam menghadapi kerentanan hukum di ruang redaksi,” ucap Sekjend FJPI, Tri Ambarwatie.

Menurutnya, akses terhadap pengetahuan hukum yang akurat merupakan kebutuhan mendesak bagi jurnalis perempuan saat ini. Jurnalis perempuan menghadapi tantangan yang berlapis. Selain risiko kriminalisasi atas karya yang ditulis dan perundungan siber (cyberbullying), banyak jurnalis perempuan yang masih minim pemahaman terkait hak-hak ketenagakerjaannya—mulai dari hak atas keselamatan kerja, jaminan perlindungan dari kekerasan seksual di tempat kerja, hingga hak-hak maternal.

Baca Juga:  Pastikan Lahan Dimanfaatkan Produktif, BPN Sumbar Evaluasi Tanah Terindikasi Telantar

Ia menambahkan, kesalahan dalam memahami konstruksi atau istilah hukum juga dapat berbalik menjadi ancaman legal bagi jurnalis maupun media tempat mereka bernaung. Oleh karena itu, hadirnya AIlex dari Hukumonline diharapkan dapat menjadi “sandaran pengetahuan hukum” yang kokoh dan mudah diakses.

“Melalui integrasi teknologi AIlex, anggota FJPI dapat memanfaatkannya untuk dua fokus utama, yakni mitigasi Risiko & Riset Jurnalistik, yaitu memudahkan jurnalis memverifikasi regulasi, menganalisis pasal, dan memahami istilah hukum secara presisi sebelum berita diterbitkan, sehingga menghasilkan liputan yang berperspektif keadilan dan aman dari jerat hukum. Serta untuk navigasi Hak Ketenagakerjaan, yaitu membantu jurnalis perempuan mempelajari dan memperjuangkan hak-hak hukumnya sebagai pekerja media secara mandiri dan berdaya,” terang Trie.

Sementara itu, pihak Hukumonline menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong ekosistem pers yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi AI, serta berperspektif keadilan gender.

Menurut Chief Content Officer Hukumonline, Robert Sidauruk, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis para jurnalis perempuan dalam meliput isu-isu hukum dan publik, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang lebih aman dan terlindungi bagi perempuan pekerja media di seluruh Indonesia. Hukumonline telah memberikan layanan gratis penggunaan AIlex ini kepada sejumlah organisasi dan lembaga yang semuanya menyatakan terbantu dengan layanan AIlex.

Baca Juga:  Andi Putra Jelaskan Aspirasi Warga Masyarakat Pada Reses Perorangan Dapil Mandiangin Koto Selayan

“Kami harapkan, ratusan anggota FJPI yang ada di 18 cabang di seluruh Indonesia juga bisa memanfaatkan layanan AIlex ini untuk meningkatkan kapabilitas para jurnalis perempuan,” ujar Robert Sidauruk. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Berita

Serial Kurenah Malanca Oleh Rang Chaniago ‎ ‎TERSEBUTLAH di suatu daerah di negeri antah berantah, Baduatai dipercaya menjadi ketua. Tak…