Solok, Khazminang.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar tengah melakukan peningkatan ruas jalan nasional Padang – Solok – Sawahlunto. Selama pekerjaan berlangsung, kemacetan kendaraan tak bisa dihindarkan.
Merespon hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy meminta masyarakat agar bersabar dengan ketidaknyamanan yang dirasakan selama proses pengerjaan berlangsung. Wagub Vasko juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib demi kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.
“Kemacetan merupakan konsekuensi yang sulit dihindari. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur yang akan dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” jelas Vasko saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan jalan di Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu sore (2/8/2026).
Ia menegaskan, pembangunan jalan tersebut bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang guna meningkatkan keselamatan berkendara, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.
Selama pekerjaan berlangsung, untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup secara bergantian setiap 15 menit. Karena itu, Wagub mengimbau masyarakat agar mematuhi pengaturan lalu lintas serta arahan petugas demi keselamatan bersama.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPJN agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Tentu harapan kita agar masyarakat mendukung proses pembangunan tersebut sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh pengguna jalan,” katanya.
Diketahui, ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto merupakan salah satu jalur strategis di Sumbar dengan volume kendaraan dan tonase angkutan barang yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan perkerasan aspal lebih cepat mengalami kerusakan sehingga BPJN Sumbar perlu meningkatkan konstruksinya dari aspal menjadi perkerasan kaku (rigid beton).
Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II BPJN Sumbar, Masudi menjelaskan peningkatan konstruksi dilakukan berdasarkan kajian teknis dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, beban kendaraan, serta kondisi struktur tanah pada ruas jalan tersebut. Penggunaan rigid beton diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan sehingga umur pemakaiannya pun menjadi lebih panjang.
“Pada 2026, pekerjaan rigid beton di Kabupaten Solok dipusatkan di Nagari Talang, mulai dari kawasan SMP Negeri 1 Talang hingga Rumah Makan Sawah Ujuang dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer,” katanya.
Selain pekerjaan rigid pavement, BPJN Sumbar melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II juga melaksanakan rehabilitasi minor sepanjang 3.197 meter yang tersebar di tujuh titik pada ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto. Pekerjaan tersebut meliputi pelapisan ulang Laston Lapis Aus (AC-WC), pembangunan bahu jalan beton, perbaikan lapis pondasi agregat Kelas A, serta perbaikan campuran aspal panas pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.
Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari kepadatan dari arah Padang menuju Kota Solok dan sebaliknya, tersedia dua jalur alternatif, yakni melalui ruas Jawi-Jawi–Guguak dan ruas Sari Manggis. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






