Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Politik

Doni Harsiva Yandra: Optimalkan Sumber Pembiayaan Guna Percepat Perbaikan Infrastruktur, Khususnya Jalan Rusak

×

Doni Harsiva Yandra: Optimalkan Sumber Pembiayaan Guna Percepat Perbaikan Infrastruktur, Khususnya Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Ketua Komisi VI DPRD Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, mengungkapkan bahwa 22 persen infrastruktur jalan di wilayah tersebut berada dalam kondisi rusak berat yang telah terjadi sejak sebelum bencana melanda.
  • Keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan ketergantungan pada skema Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) menjadi kendala utama dalam penanganan kerusakan infrastruktur di luar area terdampak bencana.
  • Pemerintah daerah didesak untuk mengoptimalkan pemanfaatan program Inpres Jalan Daerah dari pemerintah pusat guna mempercepat perbaikan jalan melalui kesiapan perencanaan dan pengusulan anggaran yang matang.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Ketua Komisi VI DPRD Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan sumber pembiayaan guna mempercepat perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak di berbagai wilayah.

Saat ini, tegasnya, skema pembiayaan perbaikan infrastruktur masih bertumpu pada program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), yang difokuskan untuk penanganan pascabencana.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“R3P ini memang diperuntukkan bagi daerah terdampak bencana, sebagai upaya pemulihan dan pembangunan kembali secara terstruktur,” ujar Doni di Padang Minggu (3/5/2026).

Namun Doni mengingatkan, persoalan jalan rusak sebenarnya sudah terjadi sebelum bencana melanda Sumatera Barat. 

Berdasarkan data sebelumnya, katanya, kondisi jalan di Sumbar terdiri dari 59,6 persen dalam kondisi baik, 10,9 persen sedang, 7,5 persen rusak ringan, dan 22 persen rusak berat.

“Artinya, sebelum bencana pun kita sudah menghadapi persoalan infrastruktur. Jadi ini bukan semata dampak bencana, tapi memang ada pekerjaan rumah yang belum tuntas,” kata Doni.

Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Rekor MURI Rendang di HUT Bhayangkara, Berharap UMKM Maju dan Rakyat Sejahtera

Doni mengakui masih banyak infrastruktur yang rusak bukan akibat bencana dan belum mendapatkan penanganan maksimal.

“Di luar bencana, banyak jalan dalam kondisi rusak. Ini yang jadi tantangan, karena tidak semuanya bisa tercover dalam skema R3P,” ujarnya.

Doni menyebut, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu penyebab utama lambatnya perbaikan.

“Perbaikan jalan membutuhkan biaya besar. Sementara anggaran daerah terbatas, sehingga harus ada prioritas,” jelasnya.

Manfaatkan Inpres Jalan Daerah

Sebagai solusi, Doni mendorong pemerintah daerah memanfaatkan program Inpres Jalan Daerah yang digagas pemerintah pusat.

“Kami mendorong agar pemerintah daerah bisa lebih aktif memanfaatkan dan mengoptimalkan program Inpres Jalan Daerah,” tegasnya.

Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di daerah.

“Program ini sangat penting karena dapat membantu daerah dalam percepatan perbaikan infrastruktur, terutama dengan dukungan dari pusat,” tambahnya.

Doni berharap pemerintah daerah lebih siap dalam perencanaan dan pengusulan program, sehingga peluang pendanaan dari pusat tidak terlewatkan.

“Kuncinya ada pada kesiapan daerah, baik dari sisi perencanaan maupun pengajuan. Kalau itu optimal, perbaikan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhidi: Keikutsertaan Pelajar Sumbar di Ajang Parlemen Remaja 2025, Bukti Proses Regenerasi di Sumbar Terus Berjalan

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, perbaikan infrastruktur di Sumatera Barat dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.