Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Diproyeksikan Jadi Sekolah Non Formal, Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 Diikuti 144 Peserta

×

Diproyeksikan Jadi Sekolah Non Formal, Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 Diikuti 144 Peserta

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) resmi memulai program pelatihan seni Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 di Padang Pariaman yang diikuti oleh 144 peserta dari berbagai rentang usia.
  • KSNT memproyeksikan transformasi program ini menjadi sekolah nonformal berlegalitas resmi guna meningkatkan standar kurikulum dan memperoleh rekognisi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Pelaksanaan angkatan ketiga ini menerapkan kebijakan pembatasan pemilihan kelas demi efektivitas pembelajaran dan dijadwalkan berakhir dengan evaluasi melalui panggung pertunjukan 'Gelar Karya' pada Juli 2026.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang Pariaman, Khazminang.id – Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali menggelar pelatihan seni Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) Angkatan 3. Kegiatan yang diikuti 144 peserta ini, dimulai pada Kamis, 23 April 2026, sekaligus menjadi titik awal proyeksi KSNT untuk meningkatkan Kelana Akhir Pekan menjadi Sekolah Non Formal berlegalitas resmi.

“Pendaftaran kita buka sejak 8 hingga 16 April 2026, dan berhasil menggaet 144 orang peserta dari berbagai rentang usia,” kata kata Desvy, Wali Kelas Kelana Akhir Pekan dalam siaran pers yang diterima, Minggu (26/04/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding angkatan sebelumnya, meskipun belum terlalu signifikan. Kenaikannya pelan, tapi konsisten. Ini tanda Kelana makin dipercaya masyarakat sebagai ruang belajar seni yang aman dan menyenangkan.

Berbeda dari angkatan sebelumnya, Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 menerapkan aturan baru terkait pemilihan kelas. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti maksimal 2 kelas pertunjukan dan 1 kelas non-pertunjukan. Kebijakan ini diambil agar proses belajar lebih fokus dan jadwal peserta tidak bentrok.

“Dari tujuh kelas yang dibuka, dua kelas pertunjukan menerapkan sistem seleksi masuk, yakni Kelas Tari Anak-anak yang dikhususkan untuk peserta baru, serta Kelas Musik dan Vokal yang menyeleksi kemampuan dasar calon peserta,” jelas Desvy.

Baca Juga:  Hotel Santika Premiere Padang Perluas Fasilitas Gym, Sediakan Pool dan Playground untuk Tamu

Berdasarkan data, distribusi peserta pada angkatan ini cukup merata dengan beberapa kelas favorit. Kelas Silat menjadi kelas dengan peminat terbanyak, yakni 62 orang, disusul Kelas Tari Anak-anak dan Kelas Seni Rupa yang masing-masing diikuti 51 orang. Sementara itu, Kelas Teater diikuti 49 peserta, Kelas Tari Remaja 19 peserta, Kelas Menulis Kreatif 17 peserta, dan Kelas Musik dan Vokal 14 peserta.

“Banyak siswa yang mengambil lebih dari satu kelas. Itu sebabnya total peserta per kelas jika  dijumlahkan lebih dari 144 orang,” tambah Desvy.

Rangkaian Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 diawali dengan kegiatan sosialisasi pada Minggu, 19 April 2026 di Ruangtemu Nan Tumpah. Seluruh peserta angkatan 3 hadir bersama sebagian orang tua/wali. Sosialisasi menjadi ajang pendekatan dan penyamaan persepsi antara KSNT, mentor, peserta, dan orang tua.

Materi yang disampaikan meliputi latar belakang dan tujuan Kelana, tata tertib selama program, penjelasan jadwal, sistem penilaian, hingga sesi perkenalan mentor di tiap kelas. Peserta juga diajak berdinamika kelompok agar saling mengenal sebelum kelas reguler dimulai.

Baca Juga:  22 Januari Liga 4 Sumbar Ditabuh, Laga Pembuka PSP Bertemu Josal FC

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komunitas Seni Nan Tumpah, Mahatma Muhammad, memaparkan visi jangka panjang KSNT terhadap Kelana Akhir Pekan. Saat ini pihaknya sedang berupaya memproyeksikan Program Kelana Akhir Pekan yang lebih terstruktur untuk menuju bentuk Sekolah Non Formal dengan legalitas resmi sehingga nantinya dapat terhubung langsung ke Satuan Pendidikan Non Formal.

“Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran seni di Kelana Akhir Pekan ke depannya, termasuk kurikulum, sistem pembelajaran, dan assesmen capaian belajar peserta,” ujar Mahatma.

Mahatma menambahkan, status sebagai Sekolah Non Formal akan membuka akses Kelana terhadap program pembinaan dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dengan begitu, sertifikat yang diterima peserta Kelana kelak memiliki rekognisi yang lebih kuat.

Manager Program KSNT, Fajry Chaniago, menekankan bahwa keberhasilan proyeksi tersebut tidak lepas dari kedisiplinan peserta dan keterlibatan aktif orang tua.

“Kami berharap seluruh peserta dapat lebih disiplin dan tertib dalam pelaksanaan Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 ini. Tentunya dengan dukungan dari orang tua peserta, kami yakin proses belajar akan berjalan lebih maksimal dan berdampak,” tutur Fajry.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Bukittinggi Mendukung Sensus Ekonomi Tahun 2026

Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 akan mulai aktif belajar pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Ruangtemu, Komunitas Seni Nan Tumpah, Korong Kasai, Nagari Kasang, Padang Pariaman. Program ini dirancang berlangsung selama 16 kali pertemuan yang terbagi atas 11 pertemuan reguler dan 5 pertemuan tambahan untuk pendalaman materi serta persiapan Gelar Karya.

Seluruh rangkaian akan ditutup dengan Evaluasi Akhir bertajuk ‘Gelar Karya’ Angkatan 3 yang dijadwalkan pada minggu ke-4 Juli 2026 sebagai panggung pertunjukan dan pameran hasil belajar peserta selama satu angkatan.

Dengan 144 peserta dan arah baru menuju Sekolah Non Formal, KSNT berharap Kelana Akhir Pekan tidak hanya menjadi ruang pengembangan hobi berkesenian, tetapi juga model pendidikan seni berbasis komunitas yang terukur dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.