Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumbar, Masyarakat Agar Waspada

×

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumbar, Masyarakat Agar Waspada

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id – Masyarakat Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 23–25 Oktober 2026.

Dalam peringatan tersebut, delapan daerah di Sumbar masuk kategori Siaga, sedangkan 10 daerah lainnya berada pada kategori Waspada. Potensi hujan dengan intensitas tinggi ini perlu diantisipasi karena dapat memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Delapan daerah yang masuk kategori Siaga meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta Kota Padang.

Sementara itu, daerah kategori Waspada mencakup Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Sijunjung, serta Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, dan Sawahlunto.

Menanggapi peringatan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan perbukitan, dan wilayah yang rawan bencana.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kewaspadaan sangat penting karena kita tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga:  Rapat Kerja Internal Pansus Bahas Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Mahyeldi juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan air bersih akibat cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi berpotensi memengaruhi distribusi air, termasuk layanan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Karena itu, masyarakat disarankan memastikan ketersediaan air bersih untuk beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi jika distribusi air mengalami gangguan.

“Masyarakat diimbau untuk memastikan ketersediaan air bersih untuk beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.

Dipengaruhi Sejumlah Fenomena Atmosfer

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa meningkatnya potensi hujan di Sumbar dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer.

Beberapa di antaranya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik, daerah konvergensi atau pertemuan arus angin, serta belokan angin (shearline) yang aktif di wilayah Sumbar.

Selain itu, anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Kondisi atmosfer tersebut meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Baca Juga:  Bantu Semen Padang FC, Manajemen Tunjuk Yeyen Tumena sebagai Direktur Teknik

Decky mengingatkan masyarakat agar mengenali titik-titik rawan bencana di lingkungan masing-masing serta memantau informasi cuaca terkini sebelum melakukan aktivitas, terutama di luar ruangan.

Warga juga diminta segera mencari tempat yang aman apabila hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama, debit atau tinggi muka air sungai meningkat, maupun mulai terlihat material longsoran.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serta mencegah jatuhnya korban akibat bencana yang dipicu cuaca ekstrem. (adpsb)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.