Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

BRI Jaring 4 Jurnalis di Sumbar Calon Penerima Fellowship Journalism 2026

×

BRI Jaring 4 Jurnalis di Sumbar Calon Penerima Fellowship Journalism 2026

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • BRI menetapkan empat jurnalis asal Sumatera Barat sebagai calon penerima beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026 guna meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
  • Melalui inisiatif Desa BRILiaN dan Rumah BUMN, BRI konsisten mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat serta digitalisasi desa guna memperkuat daya saing usaha mikro dan menengah di tingkat nasional.
  • BRI menyalurkan dana tanggung jawab sosial (CSR) sebesar Rp4 miliar untuk penanganan bencana di Sumatera Barat, mencakup penyediaan fasilitas air bersih hingga pembangunan sarana pendukung hunian sementara.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — BRI Fellowship Journalism 2026 merupakan program lanjutan yang diadakan BRI untuk menjaring talenta jurnalis unggul dan memperkuat corporate image serta exposure perusahaan. Di Sumatera Barat, BRI berhasil menjaring 4 jurnalis sebagai calon penerima beasiswa.

“Program BRI Fellowship Journalism merupakan kontribusi nyata BRI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik,” kata Regional Business  Support Head, M. Taufik Hidayat mewakili RCEO BRI Region 3 Padang, Riza Pahlevi pada kegiatan Sosialisasi BRI Fellowship Journalism 2026 di Hotel Mercure, Jumat (8/5/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikatakan, BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas jurnalis melalui program BRI Fellowship Journalism 2026 yang telah berjalan sejak tahun 2013.

“Sejak diluncurkan pada 2013, program ini telah diikuti ratusan jurnalis. Untuk tahun ini ada empat peserta dari Sumbar yang mengikuti fellowship,” ujarnya.

Menurutnya, BRI tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga aktif mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk di bidang jurnalistik.

Baca Juga:  Sosialisasi Empat Pilar di Padang, Lisda Hendra Joni: Perempuan adalah Tiang, Jadi Harus Kuat

Dalam kesempatan itu, Taufik juga memaparkan sejumlah program pemberdayaan yang dijalankan BRI, salah satunya Program Desa BRILiaN yang mulai berjalan sejak 2018. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 3.000 hingga 4.000 desa dari total sekitar 80 ribu desa di Indonesia.

“Program ini bertujuan mendorong desa agar lebih maju dan terintegrasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Melalui program Desa BRILiaN, BUMDes didorong untuk mampu mengembangkan usaha secara modern dan terhubung dengan sistem digital sehingga memiliki daya saing yang lebih baik.

Selain itu, BRI juga aktif mendukung digitalisasi pemerintahan desa melalui berbagai inisiatif layanan dan pengembangan teknologi.

“Sejak awal, peran BRI cukup besar dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat desa,” tambahnya.

 

Tak hanya itu, BRI juga berkolaborasi dengan Rumah BUMN sebagai wadah pembinaan UMKM dan masyarakat umum. Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pelatihan pemasaran digital, pengembangan produk, hingga peningkatan kapasitas usaha.

Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BRI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Saat banjir melanda Kota Padang beberapa waktu lalu, BRI menyalurkan bantuan CSR dengan total mencapai Rp4 miliar untuk wilayah Sumatera Barat.

Baca Juga:  Setelah Penantian Panjang, Pengurus PWI Sumbar Periode 2024 - 2029 Dilantik

“Untuk Sumbar, BRI menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak menyalurkan bantuan CSR,” ungkap Taufik.

BRI juga membangun fasilitas pendukung di kawasan hunian sementara (huntara) Pauh dan berencana membangun fasilitas serupa di lokasi huntara lainnya. Selain itu, BRI turut membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana yang sempat mengalami krisis air selama berminggu-minggu.

“Warga saat itu hanya mengandalkan kiriman air bersih dari relawan dan pemerintah karena itu kami berinisiatif membantu pembangunan sumur untuk kebutuhan masyarakat,” katanya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.