Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Organisasi Perempuan di Sumbar Dituntut Bertansformasi Jadi Penggerak Pemulihan Pasca-Bencana

×

Organisasi Perempuan di Sumbar Dituntut Bertansformasi Jadi Penggerak Pemulihan Pasca-Bencana

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • BKOW Sumatra Barat mendorong organisasi perempuan untuk bertransformasi menjadi agen perubahan dan penggerak utama dalam upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah tersebut.
  • Pemulihan pasca-bencana ditekankan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan keluarga secara inklusif.
  • Rapat koordinasi tersebut merumuskan empat langkah strategis, yakni penguatan sinergi lintas sektor, pemetaan kebutuhan prioritas berbasis data, penyusunan program responsif gender, serta optimalisasi peran relawan perempuan dalam rehabilitasi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Barat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi Perempuan, Kamis (07/05/2026) di Padang.

Salah satu poin utama yang disoroti dalam rakor tersebut adalah peran perempuan di tengah kondisi daerah yang terdampak bencana alam baru-baru ini. Bencana tersebut telah meninggalkan dampak fisik, sosial, dan psikologis yang signifikan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Organisasi perempuan di Sumatera Barat dituntut untuk bertansformasi dari sekadar pendamping menjadi agen perubahan nyata,” kata Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko saat memimpin rakor yang difasilitasi oleh DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat.

Saat bencana, perempuan seringkali menjadi kelompok yang paling terdampak, namun di saat yang sama memiliki kekuatan besar sebagai agen pemulihan dalam keluarga dan masyarakat.

Oleh sebab itu , pertemuan ini sangat strategis mempertemukan seluruh organisasi perempuan yang tergabung dalam BKOW Sumbar serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat. Rakor ini menjadi wadah krusial untuk mempererat sinergi dan menyamakan persepsi dalam menjawab tantangan zaman.
Ia menekankan bahwa pemulihan pasca-bencana tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga secara inklusif.

Baca Juga:  Wisudawan Unand Agar Jadi Generasi Penggerak Indonesia Emas 2045

Empat Instruksi Strategis BKOW

Melalui Rakor ini, Ketua BKOW mengajak seluruh organisasi perempuan untuk melakukan langkah nyata, di antaranya:
– Penguatan Sinergi: Memperkokoh kolaborasi antar-organisasi perempuan dan lintas sektor.
– Identifikasi Prioritas: Memastikan kebutuhan dasar perempuan dan anak di wilayah terdampak bencana terpetakan dengan baik.
– Program Responsif Gender: Menyusun aksi nyata seperti dukungan psikososial, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan kelompok rentan.
– Optimalisasi Relawan: Mendorong peran aktif relawan perempuan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dianita Maulin Vasko berharap organisasi perempuan di Sumatera Barat terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial budaya. Ia menekankan pentingnya penggunaan data riil di lapangan agar setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Saya berharap organisasi perempuan saling memperkuat, bukan saling bersaing. Jadilah bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan; serta menjadi agen penggerak, bukan yang digerakkan,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong dan empati, BKOW berkomitmen untuk terus menguatkan jaringan dan bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak di Sumatera Barat. (*)

Baca Juga:  UMKM Sigek Art Silungkang Duo Makin Berkembang Bersama BRI Peduli

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.