Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Alek Anak Nagari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang

×

Alek Anak Nagari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Alek Anak Nagari ditandai dengan meriam bambu
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Bukittinggi menyelenggarakan festival "Alek Anak Nagari" yang melibatkan lebih dari 1.000 pelajar sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang.
  • Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai lomba permainan tradisional dan kuliner khas Minangkabau yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi dan gawai.
  • Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran pemerintah daerah memberikan apresiasi atas inisiasi ini karena dinilai strategis dalam membentuk karakter pemuda, menjaga kearifan lokal, serta berpotensi meningkatkan kunjungan wisata di Kota Bukittinggi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Bukittinggi, gelar Alek Anak Nagari, dalam rangka meriahkan 100 tahun Jam Gadang. Event yang diprakarsai Anggota DPRD Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila ini, dilaksanakan di Lapangan Wirabraja 032 (lapangan kantin) dan Aula Badan Keuangan, Jumat-Sabtu (15-16/5/2026).

Dalam Alek Anak Nagari Bukittinggi, sejumlah permainan tradisional yang dilaksanakan, diantaranya, lomba bakiak, potok lele, galah, tarompa sayak dan congklak. Selain itu, juga digelar lomba panitahan dan lomba memasak makanan Minangkabau, anyang dan godok inti khas Nagari Kurai.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Budaya dan kearifan lokal Minangkabau harus kita jaga dan lestarikan bersama. Ini tidak hanya sebagai permainan saja, tapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, kreatifitas dan sportifitas.

Ini akan tetap dilaksanakan di Sumatera Barat dan lebih meriah lagi. Sehingga bisa terus diwariskan kepada generasi muda kita, khususnya di Kota Bukittinggi dan efek jangka panjangnya, tentu bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bukittinggi,” ungkap Mahyeldi.

Baca Juga:  Gunakan BRImo untuk Beli Obat, Langsung Diantar ke Rumah

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila, yang menjadi inisiator kegiatan ini menjelaskan, “Alek Nagari Bukittinggi” ini dilaksanakan untuk mengenalkan para generasi muda Minangkabau, terhadap permainan dan juga makanan tradisional. Hal ini, menjadi sebuah keniscayaan di tengah gempuran pengaruh negatif perkembangan teknologi, khususnya gadget.

“Untuk itu, kami arahkan dana pokir kami tahun 2026 ini, pada kegiatan Alek Anak Nagari. Kami menilai, event yang diisi dengan permainan tradisional dan juga memasak makanan tradisional ini, merupakan bagian penting dalam upaya menjaga warisan budaya Minangkabau, di tengah perkembangan zaman.

Sehingga pendidikan karakter dan kreativitas para generasi muda kita terbentuk, mereka bisa melepaskan diri dari permainan gadget secara berlebihan dan efek negarif dari perkembangan teknologi,” ungkapnya diamini Anggota DPRD Sumbar, Yesi Endriani Ramlan, yang juga Ketua TP PKK Bukittinggi.

Sedangkan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengapresiasi langkah dan pemikiran positif dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, dalam mengangkat kegiatan Alek Anak Nagari Bukittinggi. Event ini, juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk meriahkan peringatan 100 tahun Jam Gadang, Juni mendatang.

Baca Juga:  Dharma Wanita Persatuan Kota Bukittinggi Peringati Puncak Acara HUT ke 26 Tahun 2025

“Kami tentu sangat berterima kasih kepada Ibu Nurna Eva Karmila, yang telah menginisiasi kegiatan Alek Anak Nagari, yang tentu sekaligus memeriahkan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Alek Anak Nagari ini, tentu berikan pengaruh positif terhadap anak anak kita di Bukittinggi, untuk lebih kenal dengan bagian warisan budaya Minangkabau. Pemko Bukittinggi tentu akan terus mendukung pelestarian adat budaya Minangkabau dan sinergi bersama pemangku adat di Nagari Kurai,” ungkapnya.

Dedi Fatria, selaku Ketua Panitia yang juga sebagai Anggota DPRD Bukittinggi, menjelaskan, Alek Anak Nagari Bukittinggi, diikuti sebanyak 80 sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, tanggal 15 dan 16 Mei 2026.

Kata Dedi Fatria, “Ada sekitar 1000 lebih pelajar yang ikut Alek Anak Nagari di Bukittinggi ini. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Ibu Nurna Eva Karmila serta seluruh pihak. Kita harapkan, alek anak nagari ini, bisa menjadi tradisi di Bukittinggi,” ungkapnya.

Baca Juga:  “Wasit Bermain” Diprediksi Suasana Musorprovlub KONI Sumbar Bakal Panas

Ketua KAK, Inyiak DT. Sati, menyampaikan apresiasi kepada Nurna Eva Karmila, yang terus memberi perhatian terhadap adat budaya Minangkabau. Ketua Kerapaatan Adat Kurai ini juga berharap, agar event Alek Anak Nagari, bisa diteruskan di tingkat sekolah.

“Ini momen titik balik untuk anak cucu kita, dalam melawan pengaruh negatif dari internet. Semoga bisa diteruskan di tingkat sekolah dan dilaksanakan rutin hendaknya,” ujar DT. Sati. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.