Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaGaya HidupHiburanKomunitasOlahragaPilihan RedaksiSabana MinangSeni & Budaya

PPSI Sumbar dan Art Manajemen Sendratasik 24 UNP Gelar Festival Pencak Silat Tradisi: Angkat Menjaga Warisan Menghidupkan Ekspresi

×

PPSI Sumbar dan Art Manajemen Sendratasik 24 UNP Gelar Festival Pencak Silat Tradisi: Angkat Menjaga Warisan Menghidupkan Ekspresi

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id-– Festival Pencak Silat Tradisi bertajuk “Festa Kita: Menjaga Warisan Menghidupkan Ekspresi” sukses digelar pada Kamis (25/12) di Teater Tertutup Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PPSI) Sumatera Barat dengan Art Manajemen Sendratasik 2024 FBS UNP.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Festival ini menjadi ruang temu antara tradisi, seni pertunjukan, dan olahraga rekreasi, sekaligus wahana pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa Sendratasik, khususnya dalam menerapkan ilmu Manajemen Seni Pertunjukan yang dipelajari selama semester Juli–Desember 2024.

Ketua Pelaksana kegiatan, Rizka Fauziah Tanjung, kepada Khazminang.id, Kamis (25/12), menyampaikan rasa bangga pihak Art Manajemen Sendratasik 2024 FBS UNP dapat terlibat langsung dalam penyelenggaraan Festival Pencak Silat Tradisi ini.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar festival, tetapi juga menjadi laboratorium praktik bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah event seni dan budaya secara profesional.

Baca Juga:  Polresta Padang Siap Sinergi dengan AMS Sumbar dan CIC

“Art Manajemen Sendratasik 2024 merasa sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan Festival Pencak Silat Tradisi ini. Kegiatan ini menjadi ruang penerapan ilmu manajemen seni pertunjukan yang kami pelajari selama satu semester penuh,” ujar Rizka.

Namun demikian, Rizka juga menjelaskan bahwa jumlah peserta yang ikut dalam festival kali ini belum maksimal. Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, sehingga berdampak pada kehadiran peserta dari sejumlah perguruan silat.

Hal menarik dan menjadi ciri khas dalam Festival Pencak Silat Tradisi ini adalah seluruh nomor pertandingan dilaksanakan di atas meja. Untuk kategori perseorangan, meja yang digunakan memiliki ukuran tinggi 50 cm, lebar 40 cm, dan panjang 150 cm.

Sementara itu, untuk kategori berpasangan, meja yang digunakan berukuran tinggi 100 cm, lebar 122 cm, dan panjang 180 cm. Konsep ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pesilat, sekaligus menonjolkan nilai artistik dan estetika gerak pencak silat tradisi.

Baca Juga:  Dukung Agenda PWI, Widya Navies: Terima Kasih Ditlantas Polda Sumbar

Ketua DPW PPSI Sumatera Barat, Prof. Indrayuda, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa festival ini akan diupayakan menjadi agenda rutin dan tahunan DPW PPSI Sumatera Barat. Selain sebagai upaya pelestarian pencak silat tradisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat dikirim ke tingkat nasional.

“Kegiatan ini akan kami dorong menjadi kegiatan rutin dan tahunan DPW PPSI Sumatera Barat. Ini juga menjadi ajang untuk menyiapkan bibit-bibit pesilat yang akan dikirim ke tingkat nasional, termasuk dalam ajang dua tahunan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas),” ujar Indrayuda saat ditemui Khazminang.id, disela-sela kegiatan festival di Teater Tertutup Mursal Esten FBS UNP.

Lebih lanjut, Indrayuda menjelaskan bahwa dalam dua penyelenggaraan Fornas terakhir, yakni di Bandung dan Lombok, DPW PPSI Sumatera Barat secara konsisten menyumbangkan medali emas bagi kontingen Fornas Sumatera Barat. Bahkan, PPSI Sumatera Barat disebut menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Sumatera Barat pada kedua ajang tersebut.

“Dalam dua iven Fornas terakhir di Bandung dan Lombok, PPSI Sumatera Barat terus menyumbangkan medali emas dan menjadi salah satu penyumbang terbanyak bagi kontingen Sumatera Barat,” tambahnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi Hadiri Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi di Istana Kepresidenan Jakarta

Festival Pencak Silat Tradisi kali ini diikuti oleh tujuh perguruan silat, di antaranya Kali Aia Sakti, Pamenan Hati, Singo Barantai dengan tiga tim, Singo Gurun dengan dua tim, Ambun Sakaki, Tempat Teso Kasang, serta perguruan silat lainnya.

Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi kategori Perseorangan putra dan putri yang diikuti oleh 11 peserta, kategori Berpasangan putra dan putri yang diikuti oleh tujuh pasang peserta, serta kategori Berkelompok dengan jumlah maksimal 3–5 orang yang diikuti oleh lima kelompok.

Pihak pelasana dan PPSI DPW Sumatera Barat berharap, melalui Festival Pencak Silat Tradisi “Festa Kita” ini, diharapkan pencak silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga semata, tetapi juga sebagai seni tradisi yang sarat nilai budaya, estetika, dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau dan Indonesia pada umumnya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.