Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

×

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menginstruksikan penguatan mitigasi dan pembentukan tim terpadu lintas sektor guna memantau kualitas udara serta mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap.
  • Berdasarkan pantauan BMKG, kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar merupakan kiriman dari provinsi tetangga, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, mengingat tidak terdeteksi adanya titik api di wilayah Sumbar.
  • Dinas Kehutanan Sumbar diminta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut dugaan kesengajaan pembakaran hutan dan lahan menyusul temuan lahan bekas terbakar yang ditanami kelapa sawit di Dharmasraya.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang Pariaman, Khazminang.id — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy meminta langkah mitigasi kabut asap diperkuat melalui pemantauan kualitas udara, pencegahan kebakaran lahan, serta antisipasi dampak kesehatan secara terukur. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Vasko membahas kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar, pergerakan arah angin, serta sebaran titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan melalui dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko.

Meski demikian, Vasko mengingatkan bahwa sejumlah daerah di Sumbar tetap perlu mendapat perhatian serius karena memiliki riwayat kebakaran lahan, di antaranya Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

Secara khusus, Vasko meminta Dinas Kehutanan Sumbar berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya terkait lahan bekas terbakar yang ditanami kelapa sawit. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Baca Juga:  Diskusi BPKH, Tantangan Transparansi dan Harapan Baru Pengelolaan Dana Haji

“Dinas Kehutanan saya minta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar ditanami sawit. Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi semakin memburuknya kualitas udara, Vasko juga menginstruksikan agar dibentuk tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Tim tersebut diharapkan dapat melakukan pemantauan secara berkala, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho menjelaskan berdasarkan pemantauan pihaknya, banyak titik api terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap ke sejumlah kawasan di Sumatera bagian selatan, termasuk Sumbar.

“Sumatera Barat termasuk daerah yang berada di kawasan tersebut. Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi cuaca secara berkala menjelang November–Desember. Menurutnya, perubahan pola atmosfer dan angin muson akan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.

Baca Juga:  Pemko Padang Akan Revitaliasi Pinggir Pantai dan Pasar Raya

Ia menegaskan, meningkatnya curah hujan tidak serta-merta menghilangkan seluruh potensi kebakaran. Di sisi lain, hujan dengan intensitas tinggi juga dapat memicu bencana hidrometeorologi sehingga diperlukan langkah antisipasi terhadap kedua potensi tersebut.

Karena itu, penanganan perlu difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni mencegah terjadinya kebakaran, mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran dan penurunan kualitas udara, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem.

Turut mendampingi Wakil Gubernur dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Dr. Ferdinal Asmil, S.TP., M.P.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si.; Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Mursalim, AP., M.Si.; Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, M.Ph.; serta Kalaksa BPBD Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Edral Pratama, S.T., M.Sc. Hadir pula Kepala UPTD KPHL Agam Raya pada Dinas Kehutanan Sumbar, Syamsul Bahri, S.Hut., M.Si. (adpsb)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.