Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Menatap Masa Depan Kemanusiaan: Fauzan Haviz Diskusi Dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda

×

Menatap Masa Depan Kemanusiaan: Fauzan Haviz Diskusi Dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda

Sebarkan artikel ini
Saat suasana bincang-bincang terkait menyusun langkah strategis demi meningkatkan pelayanan kepalangmerahan di Kota Bukittinggi
Singkatnya Gini...
  • PMI Kota Bukittinggi periode 2026–2031 menggelar dialog lintas sektor guna merumuskan langkah strategis peningkatan pelayanan kemanusiaan dan modernisasi kepalangmerahan.
  • Guna mengoptimalkan ketersediaan stok darah, PMI Bukittinggi menginisiasi program edukasi ke sekolah dan kampus serta merencanakan pembentukan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) di setiap kelurahan.
  • Unsur kepemudaan (KNPI), tokoh masyarakat, dan perangkat RT menyatakan komitmen untuk bersinergi memperkuat basis relawan dan memobilisasi pendonor aktif hingga ke tingkat akar rumput.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi bergerak cepat menyusun langkah strategis demi meningkatkan pelayanan kepalangmerahan di Kota Jam Gadang. Hal ini tercermin dalam acara bincang-bincang santai namun sarat gagasan, Minggu (11/10/2026) di salah satu kafe di kawasan Tengah Sawah, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS), Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

Pertemuan lintas sektor dan generasi ini dihadiri langsung oleh Ketua PMI Kota Bukittinggi periode 2026-2031, Fauzan Haviz, SE, SH, MBA, MALS, MM., tokoh masyarakat Bukittinggi, Drs. Tuanku Rismaidi, S.H., Ketua KNPI Kota Bukittinggi periode 2026-2029 Taufiqurrahman, S.Ag., M.A. yang baru saja terpilih melalui Musyawarah Daerah (MUSDA) XIV KNPI Kota Bukittinggi, Ketua RT setempat, serta Ferrijiban relawan PMI Kota Bukittinggi.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel
Bincang-bincang meningkatkan pelayanan kepalangmerahan di Kota Bukittinggi

Komitmen Lintas Sektor untuk Kemanusiaan

Dalam diskusi yang sangat bermakna tersebut, masing-masing memaparkan pandangan dan komitmen mereka mengenai kinerja PMI ke depan, optimalisasi donor darah, serta penguatan kapasitas relawan.

Ketua PMI Kota Bukittinggi, Fauzan Haviz, SE, SH, MBA, MALS, MM., menegaskan bahwa kepengurusan PMI periode 2026-2031 berkomitmen penuh untuk melakukan modernisasi pelayanan kepalangmerahan dan memperkuat pemenuhan stok darah di Kota Bukittinggi.

“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Ke depan, kita akan memperkuat sinergi dengan pemuda dan masyarakat tingkat Kelurahan agar kesadaran donor darah menjadi gaya hidup dengan slogan “Donor darah sehat dan Berpahala”. Kami juga berfokus pada kesejahteraan, pelatihan, dan perlindungan para relawan yang menjadi garda terdepan aksi kemanusiaan kita,” ujar Fauzan Haviz.

Baca Juga:  Balmon SFR Kelas II Padang Gelar Sosialisasi Peraturan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio
Unit donor darah PMI Kota Bukittinggi saat melayani pendonor darah

Kata Fauzan Haviz, setetes darah sangat berharga untuk kelanjutan kehidupan manusia. Terkait penyediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Syahrial Leman PMI Kota Bukittinggi, kita akan tingkatkan melalui pelajar tingkat SMA sederajat untuk mendonorkan darahnya, begitu juga mahasiswa di perguruan tinggi, melalui program “Goes to School” dan “Goes to Campus”, menyasar generasi muda untuk menjadikan donor darah sebagai budaya bangsa dan amal ibadah.

Selain itu juga mensosialisasikan donor darah kepada organisasi massa, organisasi kemasyarakatan, paguyuban-paguyuban, komunitas dan masyarakat di setiap Kelurahan pada masing-masing Kecamatan.

Lebih lanjut dijelaskan Fauzan Haviz, donor darah adalah proses pengambilan sebagian darah secara sukarela dari tubuh seseorang (pendonor) untuk disimpan di bank darah, yang kemudian akan ditransfusikan kepada orang lain (resipien) yang membutuhkan.

Mendonorkan darah tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan efek fisiologis yang sangat baik bagi tubuh si pendonor sendiri, antara lain, menjaga keseimbangan zat besi (Iron Homeostasis). Donor darah secara teratur membantu membuang kelebihan zat besi, sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Stimulasi Hematopoiesis (Regenerasi Sel Darah), menurunkan risiko kanker, deteksi dini penyakit menular (Skrining Medis), membantu manajemen berat badan dan pembakaran kalori.

Baca Juga:  Zulhamdi Nova Candra.IB., A.Md Apresiasi Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bukittinggi

Adapun syarat pendonor darah secara umum, standar yang diterapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kementerian Kesehatan adalah Usia Minimal 17 tahun hingga 60 tahun (atau sampai 65 tahun jika sudah rutin mendonorkan darah sebelumnya), Berat Badan minimal 45 kg, Tekanan darah berada dalam rentang Sistole 90–160 mmHg dan Diastole 60–100 mmHg, Kadar Hemoglobin (Hb) berada dalam rentang 12,5 hingga 17,0 g/dL, Kondisi fisik sehat jasmani, tidak sedang demam, flu, atau mengonsumsi obat antibiotik dalam 3-7 hari terakhir, kondisi khusus (Wanita) tidak sedang hamil, menyusui, atau dalam masa menstruasi yang deras. Dan Interval Donor, jarak waktu sejak donor darah lengkap terakhir minimal 2 bulan (60 hari), ungkap Fauzan Haviz.

Sementara itu, Drs. Tuanku Rismaidi, S.H. Tokoh masyarakat, memberikan apresiasi atas keterbukaan kepengurusan PMI yang baru dalam menyerap aspirasi bawah. Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat sangat penting untuk menjembatani program PMI kepada warga.

“Masyarakat siap mendukung penuh program kepalangmerahan, terutama dalam menggerakkan donor darah sukarela di tingkat Kelurahan agar kebutuhan darah bagi warga yang sakit selalu terpenuhi dengan cepat,” ungkap Tuanku Rismaidi.

Baca Juga:  Setelah Raih Hasil Positif Atas PSBS, Semen Padang Liburkan Pemain

Sedangkan Taufiqurrahman, S.Ag., M.A. Ketua KNPI Kota Bukittinggi, sebagai representasi pemuda, Taufiqurrahman menyatakan kesiapan KNPI untuk menjadi mitra strategis PMI. “Pemuda adalah energi utama relawan. KNPI Bukittinggi periode 2026-2029 siap menggerakkan potensi pemuda di seluruh Kecamatan untuk aktif dalam forum relawan PMI dan menyosialisasikan pentingnya donor darah di kalangan generasi muda,” tegasnya.

Tak ketinggalan Ketua RT setempat, mengatakan, dari sudut pandang kewargaan terkecil, Ia siap membantu validasi data warga yang siap menjadi pendonor aktif serta memfasilitasi jika ada edukasi tanggap bencana atau kepalangmerahan langsung ke lingkungan RT.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama relawan PMI yang menyampaikan aspirasi seputar kebutuhan taktis di lapangan saat terjadi bencana.

Melalui kolaborasi kuat antara PMI, tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat RT, pelayanan kepalangmerahan di Kota Bukittinggi diharapkan dapat berjalan lebih responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.