Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
DaerahKomunitas

Bupati Pesisir Selatan Buka Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Batch 2 Tahun 2026 bagi Guru TK, SD, SMP dan PKBM

×

Bupati Pesisir Selatan Buka Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Batch 2 Tahun 2026 bagi Guru TK, SD, SMP dan PKBM

Sebarkan artikel ini
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat memberikan arahan pelatihan kesiapsiagaan bencana, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel.

Painan, Khazminang.id – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, membuka Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Batch 2 Tahun 2026, di Aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Rabu (23/9/2026).

Pada kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, Kepala Dinas BPBD Pesisir Selatan, Armen dan Staf Ahli Bupati, Dailipal.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari yang diikuti oleh 410 peserta terdiri dari 30 guru TK, 240 guru SD, 120 guru SMP dan 20 peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengungkapkan bahwasanya pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan satuan pendidikan di daerahnya.

Maka dari itu, kata Hendrajoni, pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis karena merupakan salah satu tempat berkumpulnya anak-anak dan tenaga pendidik dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-127 Pesisir Selatan Gelar Penyuluhan Pertanian bagi Warga Nagari Gurun Panjang Utara

“Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebencanaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Guru memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana mengenali risiko dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” kata Hendrajoni.

Ia menyampaikan, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya tenaga pendidik, perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita ingin para pendidik tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya. 

Ia juga mengajak kepada seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif, sehingga materi yang diberikan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana nantinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin menyebutkan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai risiko serta kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan.

Baca Juga:  Pelatihan Tari dan MC untuk Pesta Perkawinan di Sentra Pelaminan Manggung Pariaman

Menurut Salim, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana.

“Jadi, tujuan kegiatan ini adalah membangun kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi risiko bencana secara terencana dan kolaboratif,” kata Salim.

Ia menambahkan, peserta diarahkan agar mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan pendidikan, memahami prosedur evakuasi, komunikasi darurat serta perlindungan terhadap warga sekolah maupun PKBM.

“Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya budaya siaga, tangguh dan saling membantu di lingkungan satuan pendidikan,” timpalnya.(Mil Hendrawandi)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.