Painan, Khazminang.id – Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, mengingatkan Pemerintah Daerah setempat agar serius dalam menentukan arah pembangunan di daerah itu.
Pemerintah daerah diminta agar setiap rupiah yang dibelanjakan harus berorientasi pada kinerja, ekonomis, efisien, dan efektif memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menggunakan anggaran sesuai manfaat serta kebutuhan daerah yang tepat guna dan berdaya guna untuk kemajuan daerah Kabupaten Pesisir Selatan kedepannya.
Penegasan itu disampaikan juru bicara dari Fraksi Gerindra Nasrianto, SH Dt. Rajo Bungsu, saat rapat paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dalam agenda penyampaian pendapat akhir fraksi – fraksi terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun 2026 Anggaran 2026 di Gedung DPRD setempat, Senin (14/9/2026).
Selanjutnya, dari fraksi Gerindra tersebut menyarankan kepada Pemerintah Daerah agar memberikan teguran keras dan meminta seluruh OPD agar disiplin dan tertib administrasi guna menghindari temuan audit atau kesalahan pelaporan keuangan.
“Kami Fraksi Partai Gerindra berharap semua kritikan dan saran dari masing-masing fraksi DPRD diharapkan menjadi sebuah dukungan dan Referensi Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan penggunaan anggaran kabupaten pesisir selatan kedepannya,” ujar Nasrianto.
Kemudian, juga mengingatkan Kembali kepada pemerintah daerah supaya lebih memperhatikan lagi kondisi ekonomi masyarakat kalangan bawah, dimana saat ini keadaan ekonomi yang serba sulit dengan semakin kecil nya peluang kerja dan peluang usaha membuat masyarakat menjerit dengan kondisi saat ini.
“Kami dari fraksi Gerindra menyarankan agar pemerintah daerah fokus dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dalam sektor perdagangan, agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan oleh masyarakat kabupaten pesisir selatan dan juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” timpalnya.
Sementara itu, juru bicara dari Fraksi Golkar Fajri Sanjaya, S.K.M, menyampaikan agar menyelaraskan perencanaan dan pendanaan, hindari tumpang tindih program antar dinas/bidang.
“Satu tujuan bisa dilaksanakan secara terpadu untuk menghemat biaya administrasi dan operasional,” katanya.
Kemudian, jelasnya, Efisiensi anggaran untuk pembangunan daerah memerlukan komitmen pimpinan, budaya hemat di seluruh jajaran pemerintahan.
Anggaran yang Efisiensi menciptakan ruang fiskal yang lebih luas untuk menangani masalah mendesak seperti kemiskinan, ketahanan pangan, dan infrastruktur dasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Selanjutnya, Efisiensi juga harus berjalan beriringan dengan efektifitas, jangan sampai penghematan justru menurunkan kualitas layanan atau hasil pembangunan. Tujuannya adalah nilai uang yang terbaik bagi rakyat.
“Kami dari Fraksi Golkar sesuaikan dengan skala prioritas dan data nyata, hindari program dan kegiatan yang bersifat seremonial yang tidak mendukung visi dan misi daerah gunakan data statistik, peta kemiskinan, dan survei kebutuhan msyarakat agar anggaran tepat sasaran,” kata Fajri Sanjaya.
Pada rapat paripurna tersebut dipimipin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah, didampingi Wakil Ketua, Hakimin, Ermizen, dan Dani Sopian.
Dan dihadiri Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, Sekretaris Daerah, Zainal Arifin, Forkompimda, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan.(Mil Hendrawandi).
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






