Painan, Khazminang.id – Deru Kendaraan bermotor roda dua terdengar menyusuri jalan Kampung Ngalau Gadang, Nagari Pancung Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Jum’at sore (11/9/2026).
Rupanya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama rombongan. Di tengah medan yang menantang, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, memilih mengunakan sepeda motor (berboncengan) menuju titik lokasi peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan jembatan permanen jenis Armco Brigade yang menghubungkan kembali Ngalau Gadang dengan Pancung Taba terputus akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Dengan menggunakan sepeda motor, Hendrajoni bersama rombongan harus melewati jalur yang kondisinya masih dipengaruhi oleh kerusakan akibat bencana. Karena, kendaraan roda empat tidak mudah menjangkau titik tertentu, sehingga sepeda motor menjadi pilihan paling memungkinkan untuk mendekati lokasi.
Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah rombongan untuk mencapai lokasi pembangunan jembatan yang dinilai penting bagi mobilitas warga.
Perjalanan Hendrajoni dengan sepeda motor menuju lokasi pun menjadi gambaran nyata bagaimana kondisi akses di lapangan masih menjadi tantangan.
Setibanya di titik lokasi, Hendrajoni kemudian mengikuti rangkaian kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jembatan Armco Brigade tersebut.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak dibiarkan menghadapi persoalan infrastruktur seorang diri.
“Satu per satu infrastruktur yang rusak akan kita perbaiki dan bangun kembali. Meski di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Pessel terus berjuang menembus anggaran pusat. Pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata pemerintah hadir untuk masyarakat,” kata Hendrajoni.
Bupati Hendrajoni mengajak masyarakat ikut mengawal pembangunan jembatan tersebut. Pengawasan bersama dinilai penting agar pekerjaan berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kalau infrastrukturnya bagus, mobilitas masyarakat akan kembali lancar. Karena itu, mari kita awasi bersama agar pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Tak hanya jembatan, pemerintah daerah juga merespons kebutuhan lain yang disampaikan masyarakat. Salah satunya aspirasi tokoh masyarakat setempat, Azwir, terkait kondisi jalan menuju Ngalau Gadang yang membutuhkan pengaspalan.
Menanggapi permintaan tersebut, Hendrajoni menginstruksikan Dinas PUTR untuk mengalokasikan anggaran pengaspalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses menuju kawasan Ngalau Gadang secara menyeluruh.
“Sebab, jembatan yang kokoh tanpa dukungan jalan yang memadai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mobilitas warga,” kata Hendrajoni.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Pesisir Selatan, Jaferi, mengatakan bahwa jembatan yang dibangun merupakan jenis Armco Brigade berbahan baja bergelombang dengan panjang 24 meter dan lebar 6 meter.
Proyek tersebut, kata dia, dibiayai melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas PUTR sebesar Rp2,15 miliar dan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender.
“Kami meminta pihak rekanan utamakan keselamatan kerja dan menjaga mutu fisik bangunan demi pemanfaatan jangka panjang. Kita berharap jembatan ini segera mendukung kembali mobilitas warga di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Jaferi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten II Setdakab Pesisir Selatan Hadi Susilo, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimca IV Nagari Bayang Utara, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.(Milhendra Wandi)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





